Muhammad Mansur Penyelamat Lingkungan Dari Muara Badak Rawat Terumbu Raih Kalpataru

KLIKSAMARINDAKelompok Masyarakat Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Muara Badak Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan komunitas penggiat lingkungan dan wisata dari Kecamatan Muara Badak, Kukar yang dinilai layak mendapatkan Kalpataru karena memiliki jasa dalam melestarikan lingkungan hidup.

Koordinator Kelompok Masyarakat Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Muara Badak, Muhammad Mansur, menerima penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Provinsi Kaltim dalam kategori penyelamat lingkungan. Menurut Muhammad Mansur, penghargaan Kalpataru merupakan hal yang menyenangkan. Terutama karena niat tulus Pokmaswas Bina Lestari menjaga lingkungan bawah laut di Muara Badak.

Mansur berharap dengan peran Pokmaswas Bina Lestari bisa meningkatkan pemahaman masyarakat dan membuka peluang perkembangan inovasi dan kreativitas. Selain itu, Pokmaswas Bina Lestari juga mendorong prakarsa masyarakat sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada masyarakat di Muara Badak untuk tetap melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup khususnya kehidupan biota laut di pantai muara badak.

“Harapannya 70% kehidupan ada di laut. Jadi jaga pesisir demi kelangsungan hidup anak cucu,” ujar Mansur saat dihubungi Senin, 6 Juni 2022.

Mansur merupakan salah satu Pegiat wisata dan kalangan nelayan di daerah pesisir Muara Badak. Dirinya makin intensif mengembangkan potensi wisata bawah laut.

Menurut Mansur, potensi terumbu karang dan beragam biota di perairan Muara Badak ternyata tidak kalah menarik dengan spot-spot penyelaman atau diving di daerah-daerah lain.

“Dulu orang tidak percaya kalau ada terumbu karang-terumbu karang cantik di sekitar sini,” ujar mansur.

Dosen Fakultas Kelautan Universitas Mulawarman ini mengatakan, dulu orang tak percaya ada terumbu karang di perairan Muara Badak. Alasan mereka,lokasi geografis Muara Badak biasa disebut daerah kipas Sungai Mahakam, sehingga terumbu karangnya rawan mengalami pendangkalan.

Namun dari hasil penelusuran Mansur dan teman-temannya, daerah perairan Muara Badak ternyata menyimpan potensi keindahan laut yang memikat. Dari penelusuran, sejauh ini telah ditemukan sedikitnya 13 spot terumbu karang di sana.

“Awalnya hanya ada sekitar 30 persen yang kondisinya masih bagus karena sebagian besar sudah rusak karena bom ikan, namun saat ini setelah dilakukan perawatan, kini terumbu karang yang ada relatif membaik dan memancing beragam biota laut,” ujar Mansur.

Saat ini, sudah ada sejumlah spot diving atau selam dengan karakter landskap terumbu karang yang beragam. Seiring mulai pulihnya kondisi terumbu karang, makin banyak ikan-ikan datang.

“Bahkan saat ini Hiu tutul juga sering muncul di perairan muara badak,” ujar Mansur.

Mansur berharap wisata bawah laut di Muara Badak ini bisa terus berkembang sehingga bisa meningkatkan geliat perekonomian warga setempat. Saat ini sarana dan prasarana yang mendukung wisata juga terus dilengkapi.

“Kami juga terus belajar meningkatkan pengetahuan serta standar pelayanan wisata untuk diterapkan di Muara Badak ini,” ujar Mansur.

Muhammad Mansur melalui kegiatannya bersama Pokmaswas Bina Lestari Muara Badak mendapatkan penghargaan Kalpataru tingkat Provinsi Kaltim. Mansur juga mendapatkan apresiasi sebagai 1 dari 4 tokoh Kalpataru penerima apresiasi Provinsi Kaltim 2022.

Penerima piagam penghargaan Kalpataru tahun 2022 Prov Kaltim ada lima tokoh dari kabupaten/kota dengan kategori perintis dan penyelamat lingkungan.

Antara lain:
1. Herry Wijaya kategori perintis lingkungan dari Kota Balikpapan
2. Muhammad Mansur kategori penyelamat lingkungan dari Kabupaten Kutai Kartanegara
3. Widodo kategori perintis lingkungan Kota Balikpapan
4. Andika Yuhantoro kategori penyelamat lingkungan Kabupaten Kutai Timue
5. Suwaji kategori penyelamat lingkungan Kota Bontang

Masyarakat Hukum Adat Mului Desa Swan Slutung Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser, dengan Ketua Adat Bapak Jidan, terpilih dalam peraih Kalpataru kategori penyelamat lingkungan tingkat nasional.

Jidan dinilai berhasil menjaga dan merawat hutan di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka selama kurang lebih 27 tahun.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini dirangkai penyerahan penghargaan Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) dalam pengelolaan lingkungan hidup dan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Kaltim oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor kepada para pelaku usaha, sekolah, dan tokoh peduli lingkungan di Benua Etam.

Ada 265 perusahaan yang menerima penganugerahan penghargaan Proper pengelolaan lingkungan hidup periode penilaian 2021-2022 yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Prov Kaltim, dari berbagai sektor, seperti pertambangan batubara, industri dan jasa, industri minyak kelapa sawit, IUPHHK-HT (Hutan Tanaman) dan IUPHHK-HA (Hutan Alam).

Hasil peringkat emas sebanyak 6 perusahaan, peringkat hijau (101), peringkat biru (134) dan peringkat merah (25).

Penghargaan Adiwiyata diberikan untuk 41 sekolah dari 8 kabupaten/kota se Kaltim atas keberhasilannya menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

Tiga sekolah peraih Adiwiyata Kaltim 2022 dengan nilai tertinggi yaitu SDN 004 Sungai Pinang, Samarinda, SDN 020 Penajam, Penajam Paser Utara dan SMAN 6 Balikpapan.

“Saya ucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi atas prestasi dalam pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan oleh pelaku usaha, baik swasta maupun instansi pemerintah, sekolah dan tokoh-tokoh di daerah yang menjadi perintis dan penyelamat lingkungan. Dan saya tegaskan proper ini tidak ada rekayasa dan pilih kasih melainkan murni dari data-data dan berdasarkan penilaian di lapangan,” ujar Gubernur Isran Noor saat sambutan dalam acara penyerahan penghargaan di Hotel Mercure Samarinda, Senin 6 Juni 2022. (Jie/Adv/Kominfo/Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status