Cara Wali Kota Samarinda Mediasi Kasus Dugaan Pengusiran Siswa SD

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat melakukan mediasi antara keluarga Musdalifah dengan Guru SD Negeri 002 Samarinda Seberang, Senin 6 Juni 2022. (Foto: Jie/Klik)

KLIKSAMARINDAWali Kota Samarinda, Andi Harun melakukan mediasi antara keluarga Musdalifah (10) dengan Rusmawati. Wali Kota langsung datang ke rumah pihak keluarga Musdlifah di Jalan Penenunan, Kecamatan Samarinda Seberang, Senin 6 Juni 2022.

Musdalifah adalah pelajar kelas 3 SD Negeri 002 Samarinda Seberang. Sementara Rusmawati adalah wali kelasnya.

Kedua belah pihak sebelumnya diterpa dugaan kasus pengusiran. Rusmawati disebut-sebut telah mengusir Musdalifah dari ruang kelas karena tidak membawa telepon seluler saat mengikuti ujian sekolah.

Kabar ini langsung menuai sorotan publik. Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak dan Rumah Makan Gratis pun langsung mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan. Kasus tersebut membesar dan menjadi perhatian publik.

Kini, kedua belah pihak, termasuk antara Musdalifah dan Rusmawati, telah saling memaafkan di hadapan Wali Kota Andi Harun.

Musdalifah sungkem kepada tangan sang guru. Saling memaafkan pun terjadi antara keluarga Musdaliah dan sang guru.

Dalam amatan Wali Kota Andi Harun, kasus tersebut menjadi bola liar dan menjadi sorotan publik sejak Sabtu, 4 Juni 2022. Kedua belah pihak pun tidak ada komunikasi yang baik sehingga terjadi kesalahpahaman yang tidak berkaitan dengan pokok masalah.

Menurut Wali Kota Andi Harun, masalah tersebut awalnya terjadi sejak pemberlakuan kebijakan pemerintah untuk meliburkan kegiatan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran daring di masa pandemi.

Saat masuk sekolah tatap muka berlaku kembli, murid bersekolah dan ada kebijakan bagi anak yang tidak masuk dalam waktu tertentu tanpa alasan jelas, akan disanksi disiplin. Sanksi itulah yang dilakukan guru bukan karena tidak membawa handphone.

Wali Kota Andi Harun berharap masalah dugaan pengusiran yang dilakukan oknum guru tersebut selesai karena masing-masing pihak sudah memahami letak masalah yang terjadi.

“Kesalahpahaman itu terjadi di titik ini. Pihak sekolah sudah pernah mencari tahu mengapa murid itu tidak masuk sekolah. Namun informasi terputus,” ujar Wali Kota Andi Harun usai mediasi.

Tak hanya menyambungkan silaturahim kedua belah pihak, Wali Kota Andi Harun juga menyatakan jaminan untuk Musdalifah dan 2 anak lainnya agar mendapat beasiswa dari Pemkot Samarinda. Beasiswa itu akan dilakukan sepanjang ketiga anak tersebut bersekolah hingga tingkat menengah atas.

Wali Kota Andi Harun juga memberikan jaminan program bedah rumah pada bangunan tempat Musdalifah tinggal saat ini. Pemkot Samarinda akan merenovasi rumah keluarga Musdalifah agar lebih layak huni yang hidupnya hanya ditopang dengan jualan makanan ringan di rumahnya.

Kondisi Musdalifah dan adiknya saat ini tinggal bersama sang tante. Ayah Musdalifah sendiri diketahui sedang menjalani proses hukum di Lapas Samarinda dan sang ibu telah meninggal dunia.

“Sama-sama kita mencari solusinya. Alhamdulillah semuanya sudah selesai masalahnya. Mereka sudah saling memaafkan dari mediasi hari ini atas kesalahpahaman. Saya telah memberikan beberapa pilihan atas jaminan pemerintah. Musdalifah dapat melanjutkan kembali di sekolah lama. Kalau Ananda Musdalifah tidak merasa nyaman dengan sekolah lama, ada juga SD 06 yang dapat menjadi tempat sekolah baru bagi Musdalifah. Apapun pilihannya, tetap tidak mengubah keputusan saya bahwa mereka bertiga ini akan saya tanggung pendidikan hingga sekolah menengah atas tamat,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Kebijakan Wali Kota Andi Harun melalui Pemkot Samarinda yang akan menjamin biaya sekolah Musdalifah dan biaya renovasi rumah, sang tante dari Musdalifah pun terharu.

Munawaroh, tante Musdaliah, mengaku gembira karena persoalan yang menimpa keponakannya telah selesai. Munawaroh juga meminta maaf kepada pihak sekolah atas kesalahpahaman yang terjadi.

Munawaroh tetap akan memindahkan Musdalifah ke sekolah lain demi kenyamanan sang anak.

“Bahagia sekali rasanya. Saudara-saudaranya juga ikut merasakan bahagia didatangi Pak Wali dan diperhatiin sampai mau memperbaiki rumah. Itu luar biasa. Saya cukup berterima kasih,” ujar Munawaroh.

Sementara itu, Wali Kelas 3 SD Negeri 002 Samarinda Seberang, Rusmawati mengaku senang telah menjelaskan yang sebenarnya terjadi kepada orang tua atau wali dari Musdalifah. Rusmawati berharap Musdalifah bisa tetap terus belajar hingga sekolah menengah atas.

“Kalau memang kesalahan dari pihak sekolah, kami mengaku salah. Iya, dampak pandemi itu. Kalau hari-hari saya datangi, kan saya punya murid untuk diajar. Sementara orang tua di sini tidak ada komunikasi ke sekolah. Kalau memang ada masalah, kan tanyalah saya sebagai gurunya,” ujar Rusmawati. (Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status