Clicky

Dana Abadi Pengusaha Batubara Dato Low Tuck Kwong Untuk UI, ITB, dan UGM

KLIKSAMARINDA – Pengusaha tambang batubara Dato Low Tuck Kwong memberikan bantuan kepada sejumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Bantuan tersebut antara lain kepada Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

Pendiri Bayan Resources itu menyerahkan dana abadi sebesar Rp50 miliar kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk beasiswa pendidikan. Pada akhir 2019, Dato’ Dr Low Tuck Kwong memberikan donasi dana abadi kepada Institut Teknologi Bandung (ITB). Untuk UI, Dato menandatangani Nota Kesepakatan Bersama (NKB) pada Kamis 21 Oktober 2021.

Menurut Direktur Bayan Resources, Lim Chai Hock, bantuan dana pendidikan untuk UI merupakan dana pribadi Presiden Direktur PT Bayan Resources, Dato Low Tuck Kwong.

Lim Chai Hock menambahkan, Dato Low Tuck Kwong berhak memberikan bantuan kepada siapapun yang diinginkan. Dalam hal ini, pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya kepada Dato Low Tuck Kwong.

Khusus untuk bantuan dana pendidikan dengan dana pribadi Dato Low Tuck Kwong kepada Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada berbentuk dana abadi.

Menurut Lim Chai Hock, bisa jadi penerima beasiswa dari universitas ternama itu adalah mahasiswa asal Kaltim.

“Perlu diluruskan bahwa itu bukan dana CSR melainkan dana pribadi beliau,” ujar Lim Chai Hock saat konferensi Pers di Samarinda, Jumat 13 Mei 2022.

PT Bayan Resources Tbk. saat ini juga tengah melakukan beberapa proyek pembangunan di Kaltim. Antara lain menyiapkan pembangunan SMK peternakan terpadu full boarding di Desa Tukung Ritan, Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara(Kukar).

Bayan juga tengah mengerjakan konstruksi Coal Haul Road sepanjang 101 kilometer yang sudah mencapai 50 persen dengan target penyelesaian pada 2023. Akses jalan ini agar masyarakat dari Kutim ke Kubar mempercepat waktu dan jarak tempuh dari belasan jam menjadi sekitar 2,5 jam.

Melalui Tabang Project, PT Bayan juga tengah mengembangkan rencana proyek tahun 2022 berupa Solar Cell untuk rumah-rumah maupun Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) di Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurut Department Head Bayan Group Tabang Project, Ricardo Simanjuntak kepada Bisnis menyatakan alokasi anggaran untuk proyek Solar Cell itu senilai Rp2,1 miliar.

“Contohnya di Desa Umaq Dian dan Muara Pedohon. Jumlah desa binaan ada 26 desa, 3 dusun dan 9 kecamatan,” ujar Ricardo Simanjuntak, Jum’at 13 Mei 2022.

Terbaru dari PT Bayan adalah kerjasama bersama UPT. Pengembangan Karir dan Wirausaha (Perkasa) Universitas Mulawarman (UNMUL) dalam pelatihan soft skill dan kewirausahaan, Jum’at 13 Mei 2022.

Prof. Bohari berharap PT. Tabang Bara yang juga merupakan bagian dari Bayan Group ke depan dapat menerima mahasiswa UNMUL dalam program magang.

“Sejalan dengan program Kemendikbud-Ristek, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kami berharap para mahasiswa dapat terjun langsung di lapangan khususnya magang di PT. Bayan Group sebagai salah satu industri di Kaltim. Sehingga para mahasiswa mendapatkan ilmu terapan dengan terjun langsung ke dunia industri yang profesional,” ujar Bohari.

Pemberian dana bantuan kepada beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia senilai ratusan miliar rupiah itu tadinya diduga merupakan dana corporate social responsibility (CSR) PT Bayan Resources.

PT Bayan Resources diketahui merupakan perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Kaltim. Adanya bantuan kepada pihak di luar Kaltim pun menjadi sorotan.

Sebelumnya Wagub Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan adanya pemberian dana CSR perusahaan batubara di Kaltim bernilai ratusan miliar untuk sejumlah Universitas di luar Kaltim.

Namun, perguruan tinggi di Kaltim justru tidak mendapatkan CSR.

Wagub Hadi Mulyadi menyampaikan keluhannya kepada anggota DPRD Kaltim pada rapat paripurna DPRD Kaltim, Rabu 11 Mei 2022 lalu.

Menurut Wagub Hadi Mulyadi, bantuan yang diberikan yakni Rp100 miliar kepada Institut Teknologi Bandung, Rp50 miliar kepada Universitas Indonesia, dan Rp50 miliar kepada Universitas Gajah Mada.

“Apa yang mereka berikan kepada Kaltim belum maksimal. Saya kecewa sebagai masyarakat Kaltim,”ujar Wagub Hadi Mulyadi

Gubernur Kaltim, Isran Noor juga turut memberikan tanggapan terhadap bantuan perusahaan yang beroperasi di Kaltim kepada pihak yang ada di luar Kaltim.

“Sedikit merespon dengan persoalan itu, para pengusaha di Kaltim itu mulai sejak dulu banyak sekali yang menyalurkan CSR dia ke luar Kaltim. Cuma tidak mendapatkan sorotan seperti sekarang,” ujar Gubernur Isran Noor saat menjadi keynote speaker pada Sosialisasi UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) secara virtual, Jum’at 13 Mei 2022.

Gubernur Isran Noor menyatakan, sebenarnya nilai yang diributkan sekarang itu termasuk kecil.

“Ya termasuk perusahaan negara atau BUMN. Yang menyalurkan CSR nya di luar Kaltim, padahal mereka operasionalnya di Kaltim,” ujar Gubernur Isran Noor.

Gubernur Isran Noor juga menyatakan bahwa setiap pihak harus mempersiapkan dengan baik dan harus berinisiatif menjemput bola.

Karena itu, menurut Gubernur Isran Noor, dalam permasalahan pemberian CSR perusahaan yang beroperasi di Kaltim kepada pihak di luar Kaltim tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.

Gubernur Isran Noor pun akan melakukan pembahasan terkait permasalahan tersebut pekan depan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Untuk urusan penyaluran dana CSR, Kaltim telah memiliki Peraturan Gubernur Nomor 27 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Program Prioritas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PBKL) di Provinsi Kalimantan Timur.

Pergub tersebut memberikan marka tata kelola dana CSR seluruh perusahaan di Kaltim untuk penyaluran yang fokus pada pembangunan rumah layak huni di Kaltim.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status