Clicky

Oemar Dahlan Tokoh Pers Kaltim Yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

KLIKSAMARINDA – Sosok Oemar Dahlan bagi kalangan pers Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencuat. Tokoh pers yang disebut mewarnai dunia jurnalistik Kaltim dalam 5 generasi itu akan diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Julukan wartawan lima zaman bagi Oemar Dahlan karena dia berkiprah dalam bidang pers sejak zaman perjuangan melawan Belanda, zaman penjajahan Jepang, masa Kemerdekaan, masa Orde Lama, masa Orde Baru dan Era Reformasi.

Siapa Oemar Dahlan
Oemar Dahlan meninggal dunia saat usia 94 tahun. Tokoh Pers Kaltim ini meninggal pada 6 September 2008.

Oemar Dahlan meninggal di rumahnya di Kelurahan Bandara, Jalan Belibis Samarinda Utara, Kaltim.

Oemar Dahlan lahir pada 12 Desember 1913. Karir jurnalistiknya dimulai tahun 1930.

Dunia kepenulisan Oemar Dahlan dimulai sejak ia bersekolah di Hollandsch Inlandsche School (HIS). Waktu itu dia masih freelance.

Karir profesional di bidang jurnalistik baru digeluti Oemar Dahlan di tahun 1934. Awalnya menjadi koresponden Stadsredacteur.

Oemar Dahlan lalu aktif di koran harian Pewarta Borneo, koran terbitan Samarinda.

Tahun 1938 Oemar Dahlan menjabat Pemimpin Redaksi Surat Kabar harian SKH Pantjaran Berita.

Tahun 1942, Oemar Dahlan sempat menghentikan dunia jurnalistiknya karena Pantjaran Berita akibat pecah perang dunia.

Karir Oemar Dahlan berlanjut di era pasca kemerdekaan tahun 1946-1951. Da aktif kembali di dunia pers sebagai Pemimpin Redaksi koran mingguan “Masyarakat Baru” di Samarinda.

Oemar Dahlan lalu tercatat sebagai pegawai negeri sipil pada 1 Desember 1951.

Oemar Dahlan lalu berhenti dari dunia jurnalistik sampai dia pensiun.

Oemar Dahlan lalu kembali aktif di dunia pers sebagai pewarta freelance hampir 20 tahun hingga tahun 1990-an.

Di fase ini, Oemar Dahlan tercatat menulis sebuah buku risalah tentang Pendudukan Kalimantan Timur oleh Jepang. Buku itu diterbitkan Warnasari tahun 1981.

Di tahun 2000, Oemar Dahlan juga merilis buku berjudul “Kaltim Dengan Aneka Ragam Permasalahan dan Berbagai Peristiwa Bersejarah Yang Mewarnainya”. Buku Oemar Dahlan
ini diterbitkan Yayasan Bina Ruhui Rahayu.

Oemar Dahlan Diusulkan jadi pahlawan nasional. Usulan itu berhembis dalam agenda “Wartawan Legend Bedapatan” ‘Outlook Pers Kaltim 2022’, Sabtu, 8 Januari 2022 lalu, di Swiss Bell Hotel Samarinda.

Kiprah Oemar Dahlan di dunia jurnalistik dianggap memberikan andil besar kepada Kaltim. Karena itu Oemar Dachlan akan diajukan menjadi Pahlawan Nasional.

Sejumlah organisasi pers turut mendukung usulan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi mendukung adanya usulan tersebut. Dirinya akan mengawal dan mengusulkan Oemar Dachlan ke Kementrian Sosial sebagai calon Pahlawan Nasional.

Hingga kini Kaltim sendiri baru mencatatkan 1 tokohnya sepanjang sejarah sebagai Pahlawan Nasional. Tokoh tersebut adalah Sultan Aji Muhammad Idris yang ditetapkan Presiden RI Joko Widodo sebagai Pahlawan Nasional pada 2021 lalu.

“Kita bersyukur tahun lalu pertama kalinya orang Kaltim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu Sultan Aji Muhammad Idris oleh Presiden Joko Widodo. Untuk itu, dideklarasikan Oemar Dachlan sebagai calon pahlawan nasional, Pemprov siap mengawal dan memproses hingga ke pusat,” ungkap Hadi.

Ketua Jurnalis Antihoaks Kaltim, Charles Siahaan sangat mengapresiasi adanya tokoh wartawan di Kaltim yang dideklarasikan sebagai calon calon Pahlawan Nasional.

“Usulan sebagai wujud apresiasi insan Pers Kaltim dan masyarakat atas jasa perjuangan Oemar Dachlan ketika era penjajahan berjuang melalui informasi pemberitaannya di media massa hingga Kemerdekaan RI,” ujar Charles Siahaan. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com