Warga Kaltim Minta Polri Tindak Tegas Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

KLIKSAMARINDAWarga Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menggelar aksi demonstrasi, Selasa 25 Januari 2022. Aksi tersebut merupakan reaksi atas pernyataan Edy Mulyadi yang diduga telah menghina Kalimantan dengan sebutan tempat jin buang anak.

Dukungan terhadap aparat kepolisian untuk mengusut dan menangkap Edy Mulyadi pun terus berdatangan dari berbagai kalangan di Kaltim.

Antara lain dari ormas Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) Kuning.

Dalam aksi yang berlangsung Selasa siang di depan Polresta Samarinda dan Kantor Gubernur Kaltim, Gepak Kuning meminta agar Edy Mulyadi datang ke Kaltim dan meminta maaf langsung kepada masyarakat Kaltim.

Aksi tersebut dihadiri ratusan warga yang tergabung dalam Gepak Kuning.

Menurut Dewan Penasihat Gepak Kuning Kaltim, Heldy Jahri, Edy Mulyadi dengan sangat jelas telah menyebarkan ujaran kebencian ke warga Kalimantan.

Menurut Heldy Jahri, Kaltim tak pernah meminta ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara atau IKN. Pemerintah sendiri yang memilih Kaltim sebagai lokasi pemindahan IKN tersebut.

Karena itu, pihaknya mendorong agar aparat kepolisian menindak tegas Edy Mulyadi agar bertanggung jawab atas perkataan yang telah disampaikannya dan viral di media sosial.

Ujaran Edy Mulyadi tersebut terdapat dalam video Youtube “Bang Edy Channel” Senin, 17 Januari 2022 berikut ini pada menit 1.04.25 dalam konferensi pers Koalisi Persaudaraan Advokasi Umat (KPAU).

Para anggota ormas kedaerahan ini juga mengundang Edy Mulyadi agar menghadap para tetua adat di Kalimantan Timur untuk mempertanggungjawabkan secara adat.

“Kami mendorong agar petugas kepolisian tidak ragu untuk menangkap dan memenjarakan Edy Mulyadi. Kami lakukan aksi hari ini di depan Polres dan kami akan meluncur ke Kantor Gubernur Kaltim. Aksi ini didukung masyarakat. Intinya kami melakukan hal yang sama, baik itu di Kalteng, Kalsel, Kaltara. Semuanya bergerak,” ujar Heldy Jahri.

Gepak Kuning juga meminta agar penangkapan terhadap Edy Mulyadi menjadi upaya untuk mengurangi kasus ujaran kebencian dan penyebaran hoaks.

Aksi juga dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda. Menurut perwakilan aksi, Erwin pihaknya pada prinsipnya mendukung aksi yang berlangsung dalam 2 hari terakhir di Samarinda.

“Istilahnya itu mempertahankan nama baik, harkat, dan martabat warga Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur,” ujar Erwin.

Edy Mulyadi sendir telah menyatakan permohonan maaf atas pernyataannya tersebut.

Pihak kepolisian sendiri telah menyelidiki kasus tersebut melalui Bareskrim Polri. (Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status