TNI Polri Bantu Murid SD di Samarinda Yang Kena Usir Guru Agar Bisa Lanjut Sekolah

KLIKSAMARINDA – Musdalifah, seorang murid SD di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan publik. Siswa SD berusia 10 tahun ini pun menarik perhatian sejumlah pejabat sehingga mendatanginya.

Viralnya Musdalifah karena ada kabar pengusiran dari kelas oleh gurunya sendiri. Masalah pengusiran itu pun telah selesai melalui mediasi dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Secara khusus, Wali Kota Andi Harun datang ke rumah tempat Musdalifah menetap di Samarinda Seberang, , Senin 6 Juni 2022. Wali Kota Andi Harun pun melihat kondisi rumah tempat Musdalifah tinggal bersama bibi kandung.

Dalam kehidupan sehari-hari, Musdalifah ternyata harus membantu tante kandungnya itu (adik bapak kandung) menjaga warung makanan dan minuman ringan.

Di warung itu, Musdalifah turut membantu tantenya untuk mengais rezeki setiap hari. Musdalifah pun melayani warga sekitar yang membeli jajanan dan minuman di warung tersebut.

Kondisi ekonomi yang serba terbatas ini membuat Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli turut memberi bantuan. Kombes Pol Ary Fadli bersama jajarannya datang pada Selasa 7 Juni 2022 disambut hangat keluarga Musdalifah.

Kombes Pol Ary Fadli pun langsung bercengkrama dengan Musdalifah serta keluarganya dan makan bersama di rumah mereka dengan makanan yang dibawa pihak kepolisian. Datang bersama anggota Bhayangkari dan jajaran Polresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli berinsiatif membantu Musdalifah bersama keluarganya.

Antara lain memberikan bantuan untuk menunjang kebutuhan musdalifah bersekolah berupa sebuah handphone yang nantinya bisa digunakan Musdalifah dan adiknya untuk bersekolah.

Selain memberikan bantuan untuk Musdalifah, Kombes Pol Ary Fadli pun memberi bantuan sembako bagi keluarga Musdalifah.

Musdalifah tampak gembira dengan kehadiran jajaran kepolisian tersebut. Apalagi saat menerima sebuah kotak berisi handphone dari Kombes Pol Ary Fadli untuk belajar.

Senang mau sekolah. Bahagia dan senang bisa turun sekolah lagi. (Handphone) bagus,” ujar Musdalifah.

Kombes Pol Ary Fadli mengatakan, kasus ini menjadi atensi jajaranya untuk mengingatkan para guru sekolah dasar untuk lebih bijaksana dalam menghadapi anak didiknya. Kombes Pol Ary Fadli juga menegaskan, kedatangan pihak kepolisain ke rumah Musdalifah untuk memberikan semangat dan bimbingan kepada musdalifah agar tetap mau sekolah.

“Hari ini kami dari Polres bersama Bhayangkari mengunjungi Musdalifah, adik kita, untuk memberikan support dan semangat biar tetap mau belajar dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Bantuan tadi handphone biar nanti bisa belajar daring bersama-sama dengan adik-adiknya,” ujar Kombes Pol Ary Fadli.

Sebelumnya, perhatian serupa juga datang dari Komandan Kodim 0901/Samarinda, Letkol Arm Novi Herian juga berkunjung ke rumah Musdalifah dan memberikan santunan serta bantuan, Senin 6 Juni 2022.

Dandim 0901/Samarinda, Letkol Arm Novi Herdian datang ke rumah Musdalifa di Jala Pangeran Bendahara Gang Pertenunan RT 02, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang.

Letkol Arm Novi Herdian menyatakan bersedia membantu membiayai perlengkapan sekolah dan membantu pemindahan sekolah Musdalifa.

“Semoga di sekolah yang baru adik Musdalifa bisa lebih semangat dalam belajar,” ujar Letkol Arm Novi Herdian.

Letkol Arm Novi Herdian turut prihatin dengan kejadian yang dialami Musdalifa.

“Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi karena anak-anak sangat membutuhkan pendidikan terlebih masyarakat yang kurang mampu dan pendidikan merupakan tangung jawab kita bersama,” ujar Letkol Arm Novi Herdian. (Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status