Clicky

Syaharie Jaang Tinjau 9 Proyek Strategis Kota

KLIKSAMARINDA – Akhir tahun 2020, jelang masa akhir jabatan sebagai Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang meninjau sejumlah proyek pembangunan strategis kota. Peninjauan berlangsung Selasa, 22 Desember 2020 didampingi Sekretaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hero Mardanus.

Menurut Syaharie Jaang, peninjauan ini penting untuk memastikan progres pembangunan, serta memastikan kualitas proyek dan kualitas material. Peninjauan bersama ini juga untuk memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat segera rampung di bulan Desember.

Peninjauan 9 proyek strategis kota ini mulai dari pekerjaan pelebaran jembatan dan drainase yang sudah mencapai 70% di Jalan Pelita 4, Kecamatan Sambutan. Peninjauan kedua masih di Jalan Pelita 4, pada pekerjaan turap sungai yang sudah mencapai 90%.

Peninjauan di lokasi ketiga Jalan Bukuan, Kecamatan Palaran pekerjaan pengecoran jalan yang telah mencapai 100% dan lokasi keempat di daerah Pelabuhan Peti Kemas. Syaharie Jaang meminta agar Dinas PUPR membangun drainase, melalui APBD 2021, di sepanjang jalan menuju pelabuhan karena tidak ada drainase untuk menghindarkan banjir.

Syaharie Jaang kemudian meninjau lokasi kelima, pekerjaan perbaikan Masjid. Anggaran pembangunan perbaikan tempat ibadah ini dipotong akibat Covid-19, sehingga Jaang mengambil langkah agar dianggarkan lagi tahun depan.

“Saya sudah memerintahkan kepada PPTK PUPR agar ini harus dianggarkan lagi di tahun depan agar masjid ini cepat selesai,” ujar Syaharie Jaang.

Titik pantau keenam adalah pekerjaan drainase di Jalan Padat Karya, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran. Pekerjaan drainase ini sudah rampung 100%.

Titik ketujuh adalah lokasi pekerjaan pengecoran jalan masuk SMP Negeri 38 Samarinda, di rea Perumahan Jakarta Hill, Kecamatan Sungai Kunjang yang sudah mencapai 100%.

“Allhamduliah saya sangat senang jalan arah masuh SMPN 38 sudah selesai. Ini adalah jalan bagi anak cucu kita nantinya menuntut ilmu, serta dengan jalan yang sudah selesai ini bisa digunakan untuk jalan keluar masuknya bahan material. Karena tahun depan tempat ini akan dibangun tempat wisata religi. Kita ambil tempat wisatanya tanpa mengurangi nilai estetikanya,” ujar Syaharie Jaang.

Lokasi kedelapan adalah pekerjaan pembangunan Rumah Adat Bakuda (Banjar, Kutai, Dayak) di Jalan Kadrie Oening, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu. Terakhir, lokasi kesembilan adalah di Jalan Batu Cermin, yaitu pekerjaan pengecoran jalan sejauh 1.625 meter.

“Tinjauan proyek ini selain memastikan progres-progres pembangunan yang masuk di APBD Murni dan Perubahan Tahun 2020 semua harus selesai di bulan Desember. Ini juga untuk mendorong rekanan agar memperhatikan kualitas proyek dan material dengan harapan dapat dinikmati masyarakat Samarinda dalam waktu yang panjang,” ujar Syaharie Jaang. (*)

Tinggalkan Balasan

DMCA.com Protection Status