Warta

News update informasi seputar Samarinda Kalimantan Timur Indonesia internasional

[Samarinda]

[Kalimantan Timur]

[Nasional]

[Internasional]

  • Update Covid-19 Kaltim, Bertambah Kasus Terkonfirmasi Positif 3 Orang Per 10 April 2020 Dari Tiga Wilayah

    KLIKSAMARINDA – Tiga warga Kalimantan Timur (Kaltim) positif terinfeksi virus Corona berdasarkan hasil laboratoium kesehatan RI. Tiga pasien itu dirawat di Rumah sakit EA Moeis Hasan Samarinda, dan Rumah Sakit Kanujoso Balikpapan. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M. Ishak menjelaskan per 10 April 2020 ada penambahan kasus positif Covid-19 yang berasal dari tiga wilayah di Kaltim. Totalnya menjadi 35 orang.

    “Jumlah pasien positif COVID-19 bertambah menjadi 3 pasien. Ketiganya berasal dari Samarinda, Balikpapan, dan Berau,” ujar Andi melalui konferensi pers yang disiarkan secara online, Jumat 10 April 2020.

    Andi mengatakan 3 pasien positif Corona itu memiliki riwayat perjalanan dari tempat yang berbeda. Untuk pasien dengan nomor Bpp 18 usia 45 usai menghadiri acara pernikahan di Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara pada 31 Maret 2020 dan langsung kembali ke Balikpapan.

    Begitu juga dengan warga Samarinda dengan nomor SMD 5 usia 23 tahun. Dia ke Makasar pada 7 maret 2020 menghadiri pernikahan rekannya dan baru pulang pada 16 maret 2020. Pada 1 April, pasien dirawat di rumah sakit RSUD AW Syahranie dengan keluhan demam sakit tenggorokan, sakit kepala, diare, muntah.

    Pasien positif selanjutnya dari Berau usai 56 tahun. Dia punya riwayat perjalanan dari Gowa dengan keluhan demam. Pada 30 Maret dibawa kerumah RSUD Abdul Rivai Berau untuk mendapat perawatan.

    “Saat ini ketiganya dalam kondisi baik dan stabil. Kita berharap dalam waktu dekat hasil tesnya negatif dan ketiganya dinyatakan sembuh,” kata Andi.

    Untuk perkembangan kasus ODP per 10 April 2020, ada 5196 orang, 3170 selesai pemantauan, 2026 masih dalam pemantauan. Pasien dalam pengawasan (PDP) ada 254 pasien, kasus negatif ada 148, positif 35 kasus dan proses 71 kasus, pasien yang sembuh 6 dan meninggal dunia 1. (Jie)

  • Kapal Dari Sulawesi Berhenti Operasi, Pangan Samarinda Aman?

    KLIKSAMARINDAKapal KM. Prince Soya bersandar di Pelabuhan Samarinda, Kamis 9 April 2020. Kapal ini datang dari Pelabuhan Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Ada yang tampak berbeda dengan kedatangan kapal Prince Soya kali ini. Selain mendapatkan pengawalan dari sejumlah aparat dan petugas kesehatan, kapal yang bersandar pada pukul 13.10 WITA ini tidak mengangkut penumpang.

    Kedatangan KM Prince Soya di Pelabuhan Samarinda ini terlambat hampir 4 jam. Kapal jenis Roll Of Roll On (Roro) berkapasitas 1700 penumpang ini hanya mengangkut barang logistik dan 29 anak buah kapal.

    Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dibantu aparat TNI dan Polri beserta jajaran Pelindo melakukan pengecekan kesehatan terhadap para ABK sesuai himbauan dari Pemerintah Kota Samarinda untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona di kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Seluruh ABK dinyatakan dalam kondisi sehat.

    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, Dwi Yanto mengatakan KM Prince Soya menjadi kapal terakhir yang akan melayani operasional penumpang dan barang dari Pare-pare ke Samarinda. Menurut Dwi Yanto, pemerintah tidak dapat berbuat banyak dengan adanya keputusan yang dilakukan operator. Dwi Yanto menambahkan, tindakan operator kapal sudah sesuai dengan instruksi Wali Kota Samarinda.

    Dwi Yanto juga menambahkan, ada pelbagai persoalan jika kapal pengganti disediakan. Pertama, adanya keterbatasan draf karena masuk alur sungai. Kedua masalah ketinggian kapal karena kena Jembatan Mahkota.

    Ketiga, persoalan break even point (BEP) jika kapal dari jalur lain menggantikan kapal yang ada pada saat ini. Artinya, pemerintah perlu memperhitungkan penghentian sementara operasional kapal di Pelabuhan Samarinda karena karakter pelabuhan sungai bukan laut lepas.

    “Karena itu keputusan operator, kita tidak bisa memaksa. Untuk mencari kapal pengganti, agak susah. Apalagi mengingat alur Sungai Mahakam yang seperti ini tidak memungkinkan untuk dilayari kapal besar,” ujar Dwi Yanto.

    Jika hanya melayani angkutan barang dan logistik, pengelola kapal di Pelabuhan Samarinda mengeluh. Pasalnya, biaya ongkos angkut barang yang selama ini dilakukannya tidak sebanding dengan biaya operasional kapal.

    Pemilik KM Prince Soya di dermaga Pelabuhan Samarinda, Haji Saraping mengatakan para operator pelayaran swasta sudah sepakat untuk berhenti beroperasi mulai hari ini, Kamis 9 April 2020. Penghentian ini ini dilakukan karena biaya yang dikeluarkan sudah tidak sebanding dengan biaya operasional kapal.

    Menurut Saraping, pengakutan kali ini adalah mengangkut hasil bumi seperti sayuran dan beras ke Samarinda. Pengangkutan juga dengan alasan upaya membantu para petani di Sulawesi menjual hasil bumi di Kota Tepian.

    “Lebih baik saya istirahat dahulu. Rugi, Pak. Ini paling tinggi Rp40 juta. Minyaknya PP (pulang-pergi 180. Saya mau kerja, tapi ya jangan diobok-obok terus. Biar 4 bulan gak jalan, dari Sulawesi masih cukup berasnya,” ujar Saraping. (Jie)

  • Kementerian Agama Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Di Samarinda

    KLIKSAMARINDA – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda menetapkan besaran kadar zakat fitrah tahun 2020. Besarannya mulai dari Rp35 ribu, Rp45 ribu dan Rp60 ribu. Patokannya adalah nilai 2,5 persen harga beras di pasaran.

    Kepala Kemenag Samarinda, Masdar Amin mengatakan penetapan zakat fitrah tadi berdasarkan hasil rapat bersama Badan Amil Zakat Nasional Samarinda, Bulog, dan juga instansi terkait yang berada di lingkungan Pemkot Samarinda.

    Pengambilan keputusan juga berdasar hasil survei untuk harga bahan pokok, seperti beras di wilayah Kota Samarinda dengan standar harga per kilogram terendah mulai dari harga Rp6.500, pertengahan Rp7.800 dan tertinggi Rp10.400.

    “Sedangkan untuk kadar fidyah dengan beras bisa dibayar sebesar 6,5 ons per hari,” ujar Masdar, Kamis 9 April 2020.

    Seperti tahun sebelumnya, jumlah kisaran zakat di Samarinda bisa ditunaikan berdasarkan kesanggupan warga dengan memilih 3 kategori sesuai dengan penghasilan dan harga beras yang dikonsumsi setiap hari di rumah.

    “Kewajiban untuk menunaikan juga tidak mesti saat di akhir bulan Ramadhan, di awal juga sangat bagus karena bisa memudahkan petugas zakat untuk mendistribusikan ke warga yang berhak menerima agar bisa lebih cepat,” ujar Masdar.

    Berikut Penetapan Kadar Zakat di kota Samarinda
    1.Kadar Zakat Fitri berdasar uang :
    -Kategori 1 : Rp 60.000 / Jiwa
    -Kategori 2 : Rp 45.000 / Jiwa
    -Kategori 3 : Rp 35.000 / Jiwa

    2.Kadar Fidyah dengan Uang :
    -Kategori 1 : Rp 10.400 / hari
    -Kategori 2 : Rp 7.800 / Hari
    -Kategori 3 : Rp 6.500 / Hari

    3.Kadar Fidyah dengan beras sebesar 6.5 Ons / hari

    4.Kadar Zakat Fitri dengan beras sebesar 2.5 Kg / Jiwa