Provinsi Kaltim

KEK Maloy Kutim Akan Beroperasi Mei 2022

KLIKSAMARINDA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) akan mulai beroperasi Mei 2022. Rencana operasional KEK Maloy itu disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat bertemu Gubernur Kaltim, Isran Noor di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 19 April 2022.

Pertemuan singkat antara Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Gubernur Kaltim tersebut berlangsung usai kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan kepada Gubernur Isran Noor, bahwa Pemkab Kutim telah menargetkan pengoperasian KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Mei 2022 mendatang.

“Pemkab Kutim sudah bertekad, Mei nanti KEK Maloy sudah beroperasi dengan segala cara sesuai harapan Pemprov Kaltim,” ujar Bupati Ardiansyh Sulaiman melalui Humas Pemprov Kaltim.

Pada rilis Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Republik Indonesia, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan berlokasi di Kabupaten Kutim. Pembangunan KEK Maloy Trans Batuta Kalimantan ini telah menginjaktahun kesembilan.

Realisasi KEK Maloy dilaksanakan setelah adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2014 Tentang Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan. Saat itu, Kaltim masih dipimpin Gubernur Awang Faroek Ishak.

Kawasan di sekitar KEK Maloy kaya akan sumber daya alam terutama kelapa sawit, kayu dan energi didukung dengan posisi geostrategis yaitu terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).

ALKI II merupakan lintasan laut perdagangan internasional yang menghubungkan Pulau Kalimantan dan Sulawesi, serta merupakan jalur regional lintas trans Kalimantan, dan transportasi penyeberangan ferry Tarakan-Tolitoli, dan Balikpapan-Mamuju.

“KEK MBTK diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut. Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK MBTK akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas dan batubara,” demikian rilis Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Republik Indonesia.

KEK MBTK ini diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp34,4 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 55.700 tenaga kerja hingga tahun 2025.

KEK Maloy akan terbagi atas tiga zonasi investasi skala besar, yaitu Zona Industri, Zona Logistik dan Zona Pengolahan Ekspor.

Zona Industri akan terdiri dari pengolahan kelapa sawit dan industri pengolahan kayu.

Zona Logistik akan terdiri dari Pergudangan, Trade Center, Open storage yard, Fuel Station, Instalasi Pengolahan Air Bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah, Public Transport Station, Zona Pengolahan Ekspor, dan Zona Pendukung Pelabuhan Internasional Maloy.

Selain melaporkan target operasional KEK Maloy, Bupati Ardiansyah Sulaiman juga menyampakan sejumlah progres dan penanganan musibah banjir yang terjadi di 3 kecamatan di Kutim beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 45 menit itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman melaporkan kondisi masyarakat Sangatta Selatan, Sangatta Utara, dan Bengalon yang terdampak banjir.

Menurut Bupati Ardiansyah Sulaiman, upaya dilakukan Pemkab Kutim dan semua pihak termasuk TNI dan Polri dengan maksimal ketika terjadi banjir yang melanda Sangatta Utara dan Selatan serta Bengalon. Menurut Bupati Ardiansyah Sulaiman, musibah banjir tersebut terjadi di luar perhitungan.

“Kejadiannya memang di luar perhitungan. Namun semua menjadi pelajaran bagi kami semua. Kami berterima kasih atas dukungan Pemprov Kaltim yang mengirim bantuannya,” ujar Ardiansyah Sulaiman.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Karo Adpim Setda Prov Kaltim M Syafranuddin, Kabag Humas dan Protokol Basuki Isnawan, serta Kadis Perindag Zaini.

Bupati Ardiansyah Sulaiman juga menyampaikan berbagai program pembangunan dan pemerintahan. Selain masalah bencana alam, Bupati Ardiansyah Sulaiman yang pernah menjadi Wakil Bupati Kutim saat kepemimpinan Isran Noor ini juga melaporkan masalah perekonomian yang berkaitan dengan kelangkaan minyak goreng. (Adv/KominfoKaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
DMCA.com Protection Status