Clicky

Nekat Sebar Video Intim di Medsos, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi

KLIKSAMARINDA – Seorang pria di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) berinisial WK harus berurusan dengan hukum. Perkaranya, WK (32) nekat menyebarkan video adegan syur dengan LL (30), yang kini telah menjadi sang mantan istri.

WK bertindak begitu bukan tanpa alasan. WK tak terima ketika LL menggugat cerai dirinya pada September 2021 lalu. Pelaku lalu mengancam korban, bahwa jika tidak mencabut gugatan tersebut, pelaku akan menyebarkan video hubungan intim mereka.

Tetapi, ancaman tersebut tak digubris oleh LL. Keputusan cerai pun terjadi pada pertengahan November 2021. Pada akhir November pun, WK memposting video tersebut ke media sosial (medsos). WK memposting video itu melalui akun pribadi.

Video itu pun tersebar. LL pun melihat video tersebut setelah mendapat informasi dari rekannya, bahwa ada video berdurasi 12 detik yang mirip dirinya.

Atas dasar itulah, LL yang bekerja di salah satu bank swasta di Samarinda pun, langsung melaporkan WK ke Polresta Samarinda.

Aparat kepolisian lalu melacak dan mengungkap kasus tersebut. Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena dalam rilis, Senin 6 Desember 2021 kemarin menerangkan, pihaknya kemudian menangkap pelaku WK berdasarkan laporan tersebut dan bukti-bukti yang ada.

“Pelaku kami amankan di kediamannya di kawasan Jalan Samanhudi pada 3 Desember kemarin. Dia sakit hati karena dicerai. Makanya video tersebut disebar pelaku di medsos, pakai akun pribadinya,” ujar Kompol Andika Dharma Sena.

Kompol Andika Dharma Sena juga membenarkan jika korban LL merupakan karyawan bank swasta di Samarinda.

“Iya benar, dia bekerja di salah satu bank swasta dan sudah 2 tahun berumah tangga dengan pelaku,” ujar Kompol Andika Dharma Sena.

Dari kasus tersebut, kepolisian menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, handphone milik pelaku yang digunakan untuk merekam dan sebuah rekaman video.

Kepolisian juga menerima pengakuan dari korban bahwa pada saat itu, korban tidak mengetahui aksi perekaman oleh pelaku.

“Kalau pengakuan korban (LL), dia tidak tahu kalau direkam oleh pelau saat itu. Dan saat ini kami masih terus medalami kasusnya,” ujar Kompol Andika Dharma Sena.

Kini, WK harus menebus akibat perbuatannya. Polisi menjerat WK dijerat dengan pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Pelaku diduga telah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” ujar Kompol Andika Dharma Sena.

WK pun terancam hukuman maksimal 6 tahun bui. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com