Mengatasi Kebakaran Samarinda, Dari Antisipasi Hingga Pro Bebaya Untuk Warga

Petugas Damkar dan Penyelamatan Samarinda saat menangani kebakaran ruko di Jalan Antasari, Minggu 5 Juni 2022.

KLIKSAMARINDA – Musibah kebakaran masih kerap terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Peristiwa kebakaran yang terjadi baru-baru ini, Minggu 5 Juni 2022 adalah di Jalan P. Antasari RT 08, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Minggu, 05 Juni 2022.

Kebakaran tersebut melanda sebuah bangunan ruko 2 lantai, yaitu Toko Long Surya pada pukul 07.50 Wita. Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Samarinda bersama para relawan mampu memadamkan api pada pukul 08.30 Wita dengan durasi 40 menit.

Dalam peristiwa itu, Tim Rescue Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda melakukan evakuasi penghuni rumah yang terjebak di dalam ruangan pada saat terjadi kebakaran.

Peristiwa ini nyaris menyebabkan jatuhnya korban jiwa karena ada 3 penghuni rumah terjebak dalam ruangan dan mengalami sesak nafas.

Kebakaran tersebut diduga terjadi karena konsleting listrik di lemari pendingin Lantai 1. Namun, kepastian musabab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Jalan Anggur sekitar pukul 19.45 Wita. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut namun petugas Disdamkar dan Penyelamatan Samarinda telah memadamkan api.

Maraknya kejadian kebakaran di Samarinda pada awal Juni 2022 membuat para petugas Disdamkar dan Penyelamatan Samarinda harus bekerja ekstra. Selain mendatangi lokasi kebakaran dan memadamkan api, petugas juga tak henti-hentinya memberikan sosialisasi antisipasi dan penanganan kebakaran kepada masyarakat.

Kepala DPKP Kota Samarinda, Hendra, memberikan apresiasi kepada para relawan dan petugas pemadam dalam melaksanakan tugas di lapangan. Khususnya terhadap petugas relawan atau dikenal dengan barisan sukarelawan kebakaran (balakar).

Untuk membangun kemitraan lebih solid dengan para relawan, Disdamkar Samarinda membentuk chapter relawan untuk relawan pemadam kebakaran. Kelompok relawan ini membantu Damkar Samarinda yang merupakan pemuda yang dilatih dan dilengkapi pengetahuan pemadaman api khusus.

“Saya kepala pemadam kebakaran apresiasi terhadap balakar. Saya sangat bangga dan sangat apresiasi karena tanpa mereka, Dinas Pemadam Kebakaran tidak ada apa-apanya. Mereka datang sukarela tanpa dibayar dan langsung duluan mereka daripada kami. Istilahnya, kami punya respon time 10 menit, mereka sudah sampai karena mereka ada yang pakai sepeda motor yang memudahkan langsung mengambil air parit untuk memadamkan api. Saya berterima kasih kepada mereka,” ujar Hendra saat dihubungi KlikSamarinda via telepon, Sabtu 5 Juni 2022.

Tak hanya itu, melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro-Bebaya) besutan Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi, kini masyarakat telah berkesempatan menyediakan alat pemadam ringan. Program tersebut, menurut Hendra, telah membantu masyarakat dalam mengurangi bahaya kebakaran dengan penyediaan alat di masing-masing wilayah.

“Jadi saya pantau sebagian RT itu ada setiap pos membeli Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Artinya ada yang membeli 4-10 untuk disimpan di pos. Gunanya untuk dipakai saat ada kebakaran. Sekarang dengan adanya Pro Bebaya dari Wali Kota Andi Harun, ada dana setiap RT bisa dibelikan APAR maupun alat pemadam air,” ujar Hendra.

Hendra juga tak lupa tetap mengingatkan kepada warga Kota Tepian bahwa musibah kebakaran bisa kapan pun dan di mana pun terjadi. Namun, dari analisis pihak Disdamkar Samarinda, kebanyakan kabakaran terjadi karena faktor kelalaian manusia.

“Tapi kebanyakan kita perhatikan memang kelalaian dari manusianya. Dilihat beberapa kali kebakaran di Samarinda akibat konsleting listrik,” ujar Hendra.

Hendra juga menerangkan, sebenarnya masyarakat memahami kondisi barang yang perlu diperhatikan untuk mengurangi potensi musibah kebakaran. Contohnya penataan jaringan listrik di setiap rumah sejak awal membangun rumah telah ditata kabelnya.

Namun seiring waktu, pemilik rumah kerap menambahkan perabot lain yang menyebabkan perubahan jaringan dan daya listrik. Awalnya hanya untuk lampu, kipas angin. Kemudian barang-barang lain bertambah seperti kulkas dan AC sehingga menambahkan jaringan kabel dan daya listrik.

“Kita ada peningkatan hidup lalu bisa membeli AC, kulkas. Tentu kabel yang tadinya kapasitasnya kecil dibebani peralatan listrik yang lebih besar. Yang terjadi mengakibatkan arus pendek atau konslet. Kemudian tata letak pengaturan kabel yang saya liat sembarangan. Stop kontak berada di tempat yang tidak semestinya. Misalnya di dinding triplek dan bisa mengakibatkan panas. Umur kabel yang sudah lama baiknya di cek instalasi listrik itu 5-10 tahun kalau sudah bermasalah kita ganti,” ujar Hendra.

Disdamkar dan Penyelamatan kota Samarinda pada tahun 2022 ini memiliki program untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar terhadap bahaya kebakaran. Program tersebut antara lain inspeksi instalasi listrik di rumah warga.

Inspeksi ini dilakukan bekerja sama dengan pihak PLN karena memerlukan keahlian teknis kelistrikan. Dalam program ini, Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penataan dan penggantian kabel yang sudah lama agar tidak menyebabkan konsleting listrik.

“Tahun ini kita programkan 1000 rumah. Tapi yang berada di daerah rawan kebakaran seperti Kelurahan Pelita dengan Kelurahan Sidomulyo. Jadi kami memeriksa instalasi listrik rumah penduduk atau masyarakat bekerja sama dengan Konswil PLN,” ujar Hendra.

Saat ini, Hendra berharap seluruh masyarakat Samarinda memiliki APAR. APAR berguna untuk mengantisipasi kebakaran kompor atau karena listrik di dalam rumah dengan cepat sehingga api tidak membesar.

Sehingga ketika terjadi kebakaran, warga bisa antisipasi lebih cepat selain melalui bantuan dari warga dan Disdamkar untuk mengatasi kebakaran.

“Kalau perlu, setiap rumah punya APAR. Tidak mahal. Yang 3 kilogram itu cukup untuk 1 rumah. Harganya kisaran Rp250-300 ribu. Ini yang ingin kami galakkan di Dinas Pemadam. Beli APAR ini bisa jadi investasi. Kalau terjadi kebakaran, ratusan juta habis. Kami harapkan warga Samarinda membeli APAR,” ujar Hendra. (Pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status