Jembatan Aji Tulur Jejangkat Kubar Kaltim Masih Mangkrak

Jembatan Aji Tulur Jejangkat Kubar

KLIKSAMARINDAInfrastruktur di masa pemerintahan Gubernur Kaltim, Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi masih ada yang mangkrak. Pembangunannya tak berlanjut dan belum ada kepastian penyelesaian.

Satu di antaranya adalah Jembatan Aji Tulur Jejangkat atau Jembatan ATJ di Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat. Jembatan ATJ ini menghubungkan Kecamatan Mook Manaar Bulan dengan Melak, Ibukota Kabupaten Kubar.

Pembangunan Jembatan ATJ dimulai ketika Pemkab Kubar dipimpin Bupati Ismail Thomas dengan Ketua DPRD Kubar FX Yapan, Bupati Kubar saat ini. Pemancangan tiang pertama dimulai pada 14 Agustus 2008.

Kontrak Jembatan ATJ dimulai tahun 2012 sampai 2015. Di tahun 2015, pembangunan Jembatan ATJ terhenti di masa Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak.

Proses pembangunannya terhenti karena proses hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan tindak pidana korupdi di internal perusahaan yang membangun Jembatan ATJ.

Proyek Jembatan ATJ menjadi satu di antara 14 proyek subkontraktor fiktif Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya periode 2009-2015.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Mahakam ini telah menelan anggaran mencapai Rp300 miliar lebih.

Warga Kubar mempertanyakan kelanjutan pembangunan jembatan dengan panjang 200 meter tersebut. Satu di antaranya adalah Jamrie Lesa, warga Kubar.

Jamrie Lesa mengatakan, Jembatan ATJ adalah urat nadi perekonomian warga Kecamatan Mook Manaar Bulan. Jembatan itu akan mampu mengurangi waktu tempuh menuju Ibu Kota Propinsi Kaltim Samarinda hingga 5 jam atau jarak tempuh sekitar 100 kilometer.

Akibat mangkraknya Jembatan ATJ Kubar, warga hanya bisa mengatasi akses transportasi dengan sarana penyeberangan sungai.

Ada sekitar 16 kampung di Kecamatan Mook Manaar Bulan yang mengandalkan akses sungai berupa kapal penyeberangan menuju Melak Kubar. Ongkosnya pun tak sedikit.

Menurut Jamrie Lesa, tadinya warga Kubar bangga dengan pembangunan Jembatan ATJ. Warga sangat berharap Jembatan ATJ mampu mengurangi persoalan trasportasi warga Kubar.

Namun, kenyataan tidak demikian.

“Bisa lihat di sini belum jadi, sudah begini. Ini jadi kebanggaan. Dampak ekonominya luar biasa. Kalau di seberang sana Manok Bulan itu hasil buminya luar biasa. Ada batu gunung dan koral. Cuma tidak ada jembatan jadi tidak bisa apa-apa. Terputusnya ini jadi kendala juga,” ujar Jamrie Lase, Kamis 10 Februari 2022.

Dari keterangan Bupati Kutai Barat, FX Yapan, anggaran kelanjutan pembangunan jembatan ini harus diperhatikan. Menurut FX Yapan, bukan saja membutuhkan anggaran besar untuk melanjutkan pembangunan Jembatan ATJ..

Pun, masih banyak kebutuhan lainnya yang perlu dibangun untuk menunjang perekonomian masyarakat sejalan dengan visi Pemkab Kubar.

Menurut FX Yapan, hasil kajian teknis menyatakan ada kesalahan konstruksi dalam perencanaan pembangunan Jembatan ATJ Kubar. Akibatnya, keberadaan Jembatan ATJ akan berpotensi membahayakan alur lalu lintas kapal di Sungai Mahakam.

Bupati Kubar FX Yapan

Jembatan ATJ KuBar diketahui menggunakan desain kabel dengan panjang jembatan 1.040 meter itu.

“Itu harus redesain. Gak bisa kalau itu memakai kabel. Lihat aja Samarinda, Kukar. Ini bentangan panjang. Bentangan panjang paling besar di Kutai Barat ini 350 meter. Samarinda gak sampai segitu. Samarinda sekitar dua ratusan. Tapi goyang. Kita konsultasi dan harus redesain.

Dari segi pembiayaan, Bupati FX Yapan menyatakan kebutuhan kelanjutan pembangunan Jembatan ATJ sekitar sekitar Rp450 miliar. Biaya itu bisa berubah jika dilakukan redesain jembatan.

Langkah Bupati FX Yapan juga telah meminta bantuan kepada Provinsi Kaltim dan pemerintah Pusat. Namun, permintaan bantuan itu hingga saat ini belum terealisasi.

“Kalau kita redesain itu biasanya sekitar Rp400 miliar-Rp500 miliar. Dari mana kalau kita bangun itu? Semua yang lain tidak ada yang dapat. Kita ingin membagi. Makanya kita minta ke Provinsi, minta bantuan ke pusat. Tapi sampai saat ini Pusat dan Provinsi gak membantu kita. Matilah pembangunan yang lain kalau kita selesaikan hanya satu,” ujar Bupati FX Yapan.

Warga kini hanya menggunakan sepotong Jembatan ATJ sebagai sarana rekreasi dan berolahraga. Sejumlah alat berat dan bangunan gudang di sekitar tiang jembatan tampak tanpa aktivitas. (Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status