Samarinda Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid, Forkopimpda Gelar Rakor

Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Samarinda, Rabu 9 Februari 2022 di Mapolresta Samarinda.

KLIKSAMARINDAKasus konfirmasi Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkat. Per Minggu kedua Februari 2022, Samarinda mengalami lonjakan kasus Covid-19 mencapai 164 kasus.

Menurut Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, jika dibandingkan dengan sebaran kasus pada Minggu keempat Januari 2022, sebaran kasus hanya 37 kasus. Ini berarti ada kenaikan 5 kali lipat dari jumlah seminggu sebelumnya.

Karena itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), membahas upaya penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Khususnya terkait antisipasi lonjakan varian baru Omicron di Kota Tepian.

Dalam arahan saat Rapat Koordinasi Forkopimda Samarinda, Rabu 9 Februari 2022, Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso menyatakan pemerintah bersama aparat negara lainnya meningkatkan upaya antisipasi penyebaran Covid-19, utamanya untuk varian Omicron.

“Kami dari Pemerintah Kota (Pemkot), bersama TNI/Polri, untuk mengantisipasi lonjakan covid-19, khusus varian baru omicron ini, sehingga perlu diambil langkah-langkah dalam, penanganannya,” ujar Wawali Rusmadi saat memberikan arahan di Aula Wira Pratama Lantai II Mako Polresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Wawalli Rusmadi menekankan perlu langkah preventif untuk mencegah penyebaran varian Covid-19. Antara lain dengan meningkatkan vaksinasi.

Wawali Rusmadi menyatakan, yang menjadi prioritas utama vaksinasi adalah para lanjut usia (lansia) yang cakupan persentasenya ada di angka 62 persen.

“Karena lansia ini kan usia rentan, biasanya memiliki penyakit bawaan, untuk itu perlu peningkatan khusus. Mudahan bulan ini kami harapkan targetnya bisa mencapai 80 persen, selain itu anak-anak juga yang sudab capai 70 persen, itu tetap terus kami lakukan,” ujar Wawali Rusmadi.

Selain melakukan langkah preventif, Wawali Rusmadi juga menyatakan agar melakukan pembatasan kegiatan serta dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas di ruang publik.

“Dengan tetap disiplin prokes, yaitu wajib menggunakan masker dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Ini harus diterapkan di mal-mal, toko kantor maupun pusat-pusat perbelanjaan,” ujar Wawali Rusmadi.

Selain itu, Wawali Rusmadi juga meminta agar melakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) di kampung-kampung Tangguh Covid-19 hingga tingkat RT.

Penguatan kampung tangguh Covid-19 ini berkaitan dengan fasilitas kesehatan, terutama pusat karantina (puskar), yang ada di Samarinda yakni di kawasan Sungai Siring, Lempake, Palaran, dan Segiri.

“Itu diaktifkan kembali, juga kami akan melmngecek kesiapan-kesiapan rumah sakit yang ada,” ujar Wawali Rusmadi.

Menurut Wawali Rusmadi, masyarakat yang terkonfirmasi dengan gejala ringan dapat isolasi mandiri dalam pengawasan tim kesehatan.

“Ini supaya memudahkan dalam melakukan tracing,” ujar Wawali Rusmadi

Secara umum, Wawali Rusmadi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas dengan melaksanakan disiplin prokes dengan tetap tenang dan jangan panik.

“Tetapi ya, jangan panik dan khawatir yang berlebihan. Kalau disiplin prokes insya allah aman,” ujar Wawali Rusmadi.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli dalam kesempatan tersebut memberikan arahan masyarakat tetap menjalankan aktivitas. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan agar dapat terhindar dari penularan Covid-19.

Meski begitu, warga diminta untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak perlu. Karena saat ini belum ada arahan untuk pembatasan.

“Dipersilahkan saja, dan sampai saat ini belum ada pembatasan atau kebijakan dari pemerintah, kami masih menunggu perkembangan selanjutnya. Tetapi kami harapkan masyarakat dalam beraktivitas ya tetap mematuhi prokes, termasuk aktifasi aplikasi PeduliLindungi,”ujar Kombes Pol Ary Fadli. (Harpiah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status