Provinsi Kaltim

Perjalanan Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Saat Melintasi Jalan Rusak Jalur Kukar-Kubar

KLIKSAMARINDA – Antrean kendaraan rombongan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi terjadi saat meninjau proyek pembangunan jalan nasional yang menghubungkan Samarinda-Kutai Barat di ruas jalan Kotabangun-Gusiq, Desa Perian, Kutai Kartanegara (Kukar).

Dua unit truk roda 6 yang terperosok dalam kubangan lumpur menjadi penyebab antrean saat melintasi Desa Perian Kecamatan Muara Muntai Kukar, Selasa 7 Maret 2023.

Awalnya satu unit truk pengangkut crued palm oil (CPO) kelapa sawit terperosok di sisi kanan jalan sejak Selasa pagi. Truk itu tidak bisa dievakuasi karena isi tangki minyak CPO yang full. Akibatnya harus menunggu truk pengganti untuk memindahkan minyak kelapa sawit.

Truk lainnya yang terperosok adalah truk ekspedisi yang memuat barang kiriman. Truk yang terjebak dan tidak bisa melintasi jalan yang sudah menjadi lubang lumpur. Satu unit truk didatangkan petugas kepolisian untuk membantu truk keluar dari lubang jalan dan membuka akses kendaraan lain untuk melintas.

Kerusakan jalan di Desa Perian Kukar itu telah mendapat perhatian Wagub Hadi Mulyadi sejak setahun terakhir. Apalagi kerusakan jalan ini sempat viral di media sosial.

Wagub Hadi Mulyadi langsung melihat kerusakan jalan tersebut saat melakukan kunjungan kerja untuk memastikan proyek pembangunan jalan nasional Samarinda-Kutai Barat Sektor Kotabangun-Desa Perian..

Di tepi jalan, sejumlah warga Desa Perian mengaku geram dengan lambatnya penanganan perbaikan jalan di wilayah mereka. Satu di antaranya adalah Ridwan.

Menurutnya, pemerintah tidak serius dalam melakukan perbaikan jalan di desa mereka. Apalagi saat ini jalan lintas Kaltim yang didanai pemerintah pusat sudah rusak parah.

Kondisi tersebut mengganggu masyarakat sekitar. Kondisi jalan makin parah saat kendaraan tambang dan kelapa sawit melintasi jalan tersebut.

“Mereka itu lewat, yang ngizinkan itu siapa? Merusak jalan kami. Tanggung jawab itu tidak ada. Sering dia lewat, Pak, malam. Hauling itu malam mereka lewat roda dua belas. Kami sangat menderita. Di depan saya itu terasnya sampai habis dihajar,” ujar Ridwan.

Menanggapi laporan dan keresahan warga soal kerusakan jalan, Wagub Hadi Mulyadi mengaku prihatin. Wagub Hadi Mulyadi menyatakan, Pemprov Kaltim terus berupaya untuk membantu masyarakat memperbaiki jalan rusak..

Namun Wagub Hadi Mulyadi juga berharap ada kerja sama dilakukan pihak perusahaan batubara maupun kelapa sawit.

Wagub Hadi Mulyadi menegaskan Pmeprov Kaltim tidak melarang penggunaan jalan untuk kendaraan pengangkut batubara atau kelapa sawit. Namun, perlu diperhatikan agar seluruh pihak sama-sama menjaga kondisi jalan agar tetap terpelihara dengan baik.

Karena, diakuinya bila tonase muatan tak kunjung diturunkan, saat jalan diperbaiki tidak bertahan lama. Sebab beberapa bulan selanjutnya rusak lagi.

“Jalan ini memang terbatas. Sehingga searusnya ada keja sama antar pengusaha sawit maupun tambang untuk mengatur tonasenya. Silakan lewat. Tapi tonasenya dikurangi. Yang jadi masalah itu. Bukan barangnya, tapi tonasenya,” ujar Wagub Hadi Mulyadi.

Penanggung Jawab Jalan Kotabangun-Gusiq PPK 1.6 BBPJN Provinsi Kaltim, Rusdi Salman ST mengatakan untuk tahun 2023 ini, perbaikan jalan efektifnya sepanjang 21 kilometer. Pagu anggaran yang dialokasikan sebesar Rp233 miliar melalui SBSN.

Rusdi juga mengatakan bahwa aktivitas kendaraan tambang batubara yang melintasi jalan nasional dan kendaraan kelapa sawit mengganggu percepatan perbaikan jalan.

“Benar, kendaraan yang over kapasitas kelapa sawit, kayu-kayu glondongan juga. Bahkan alat berat itu bawa sampai gandeng dua. Alatnya sangat memengaruhi.

Sementara itu, anggota DPD RI, Nanang Sulaiman, mengaku kecewa dengan para pengusaha yang menyengsarakan rakyat di sepanjang jalan yang rusak.

Nanang Sulaiman meminta agar ada kerja sama perusahaan untuk merawat jalan karena kurang lebih 87 kilometer cukup parah rusaknya.

Menurut Nanang Sulaiman, pemerintah dibantu Pemprov Kaltim akan mendukung jalan perbaikan jalan tersebut melalui pengerasan.

“Itu diwajibkan membuat jalan sendiri. Jalan sawit dan batubara itu jangan lewat sinilah. Jalan negara itu bagaimana tidak cepat rusak? Yang melintasi batubara dan sawit. Harusnya dikurangi itu,” ujar Nanang Sulaiman.

Saat ini, Kementerian PUPR, melalui BBPJN I Kalimantan sedang melaksanakan pekerjaan perbaikan jalan poros dari Simpang Kotabangun-Gusik. Proyek itu dalam proses penetapan lelang kontraktor yang akan mengerjakan. (Suriyatman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status