Fokus News

Per 3 April 2020, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Samarinda Bertambah

KLIKSAMARINDA – Kota Samarinda mengalami penambahan jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 (virus corona). Dalam rilis perkembangan kondisi terkini Covid-19 di Kaltim per Jumat, 03 April 2020, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), Andi M. Ishak menerangkan ada penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim.

“Penambahan kasus Positif (Konfirmasi) COVID 19 per 3 April 2020 sebanyak 1 kasus dari Kota Samarinda,” ujar Andi M Ishak yang juga merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim.

Sementara orang dalam pemantauan (ODP) adalah 4.088 orang, dengan rincian selesai pemantauan 1.422 orang dan masih proses pemantauan 2.666 orang. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya 213 orang, dengan rincian terkonfirmasi negatif 121 orang, terkonfirmasi positif 22 orang, menunggu hasil laboratorium Kementerian Kesehatan 70 orang dan korban meninggal 1 orang.

Andi M. Ishak juga menekankan pentingnya semua pihak untuk bersama-sama agar tidak mengalami penularan Covid-19. Hal itu dapat dilakukan dengan memperketat physical distancing atau menjaga jarak antar sesama dan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Kita harus maksimalkan physical distancing dan pola hidup sehat dengan selalu mencuci tangan. Lakukan itu dengan disiplin dan konsisten guna memutuskan rantai penularan Covid-19 diantara kita,” tegas Andi M Ishak.

Menurut Andi M Ishak, pemerintah sudah memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSSB). Itu artinya penerapan social atau physical distancing dilakuka dengan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif lagi.

Andi berharap penyebaran wabah Covid-19 ini segera berakhir. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh komponen masyarakat agar benar-benar melaksanakan imbauan pemerintah agar tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu diluar rumah, menghindari kerumunan, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta mengkonsumsi makanan sehat.

“Mudah-mudahan jumlah penderita masih bisa tertampung dan terlayani dengan baik oleh fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang kami miliki. Semoga wabah ini segera berakhir. Kepada media, sajikan pemberitaan yang baik supaya tidak menimbulkan stigma. Media juga harus seimbang dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” pesannya. (*)