Data dan Aplikasi MyPertamina Disebut Aman dari Peretasan

MyPertamina

Ilustrasi penggunaan aplikasi MyPertamina di smartphone.

KLIKSAMARINDA – Pertamina memastikan penggunaan aplikasi platform digital MyPertamina aman. Aplikasi ini merupakan implementasi pembangunannya bekerja sama antarbadan usaha milik negara (BUMN).

GM Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, M Taufik Setyawan mengatakan, data yang beredar di masyarakat tidak valid. Data tersebut belum dipastikan aplikasi MyPertanina direntas.

“Insya Allah aman. Kita libatkan teman-teman Telkom, anak usaha Telkom, kemudian Pertamina sendiri dan juga instansi di BUMN. Itu bentuk sinergi dan kolaborasi BUMN,” ujar M Taufik Setyawan ditemui di GOR Kadrie Oening, Jalan KH Wahid Hasyim I, Samarinda, Minggu 13 November 2022.

M Taufik Setyawan menambahkan, untuk keamanan data, pertamina dan petugas kepolisian telah membantu mengamankan data-data di MyPertamina.

“Jadi itu informasinya di online, sosial media, belum verified. Datanya pun belum dipastikan itu benar data Mypertamina yang sekarang,” ujar M Taufiq Setyawan.

Sebelumnya beredar di media sosial bahwa peretas Bjorka dikabarkan meretas 44 juta data pengguna platform digital MyPertamina milik Pertamina.

Seperti dilansir cnbcindonesia.com, Bjorka pada forum Breached mengaku memiliki 44 juta dara pengguna MyPertamina. Itu diunggahnya Kamis 10 November 2022.

“MyPertamina adalah platform layanan finansial digital dari Pertamina yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Aplikasi ini digunakan untuk pembayaran non tunai saat mengisi bahan bakar minyak di SPBU (MyPertamina ia a digital financial service platform from Pertamina that integrated with the apps LinkAja. This application is used for non-cash fuel oil payments at Pertamina’s public fueling stations),” tulis Bjorka dalam unggahannya.

Bjorka menyebutkan telah mendapatkan data dari nama, email, NIK, NPWP, nomor telepon, dan pengeluaran pengguna. Akun itu juga menyediakan link dari contoh akun dan transaksi yang berhasil didapatkan.

Bjorka menjual data itu senilai US$25 ribu atau sekitar Rp392 juta. Dia hanya bersedia dibayar dengan menggunakan Bitcoin saja. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status