Kasus Konfirmasi Covid-19 di Mahakam Ulu Punya Riwayat Perjalanan dari Dua Daerah | KLIKSAMARINDA
Fokus News

Kasus Konfirmasi Covid-19 di Mahakam Ulu Punya Riwayat Perjalanan dari Dua Daerah

KLIKSAMARINDA – Melalui rilis pada Selasa, 18 Agustus 2020, Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim), yang juga menjabat Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mahulu, Bonifasius Belawan Geh menjelaskan kronologis empat warganya yang terkonformasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut Bonifasius Belawan Geh, penambahan kasus pasien positif Covid-19 di Mahulu terjadi setelah tanggal 6 Agustus lalu terkonfirmasi satu pasien positif, yakni MHU 01 yang ditemukan dan dirawat di Rumah sakit Harapan Insan Sendawar, Kutai Barat. MHU 01 yang dirawat di Sendawar, pada 17 Agustus 2020 telah dinyatakan sembuh.

Namun, per 18 Agustus ini terdapat empat penambahan kasus baru, yaitu MHU 02, MHU 03, MHU 04, dan MHU 05. Tiga kasus konfirmasi Covid-19 di Mahulu itu berasal dari satu keluarga setelah sebelumnya melakukan perjalanan dari luar daerah.

“MHU 02, MHU 03, MHU 04 merupakan satu keluarga dari Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. MHU 02 adalah perempuan berusia 45 tahun, MHU 03 adalah laki-laki 47 tahun, MHU 04 adalah anak laki-laki usia 2,5 tahun,” ujar Bonifasius Belawan Geh.

Menurut Bonifasius Belawan Geh, ketiganya memiliki riwayat perjalanan pada 25 Juli berangkat dari Ujoh Bilang menuju Samarinda menggunakan mobil pribadi dan menginap di sebuah hotel. Kemudian malam harinya mengunjungi praktik dokter spesialis penyakit dalam.

Tanggal 26 Juli pagi, mereka melakukan perjalanan menuju Kabupaten Kutai Barat menggunakan mobil pribadi dan menginap di Kutai Barat. Pada 27 Juli 2020, MHU 03 mengikuti rapat di salah satu kantor vertikal pemerintah.

Pada tanggal 27-29 Juli tetap tinggal di Kutai Barat. Tanggal 30 Juli melakukan Rapid Test di sebuah klinik di Kabupaten Kutai Barat dengan hasil Non Reaktif, sehingga mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil pribadi ke Ujoh Bilang.

Begitu sampai di Ujoh Bilang, pasien melaksanakan karantina mandiri selama 10 hari. Lantas pada tanggal 9 Agustus melakukan Rapid Test kedua di Rumah Sakit Ujoh Bilang Mahulu dengan hasil Non Reaktif.

Di tanggal 11 Agustus atau hari ke-12 setelah Rapid Test pertama, MHU 02 muncul gejala penurunan fungsi pada indra penciuman (anosmia), badan terasa lemas, dan ada gejala flu.

“Karena muncul gejala, sehingga MHU 02 melakukan konsultasi dengan kerabatnya (dokter) via hand phone dan disarankan untuk Swab Test. Selanjutnya Swab Test/PCR pertama terhadap MHU 02, MHU O3, dan MHU 04 pada tanggal 13 Agustus 2020,” ujar Bonifasius Belawan Geh.

Kemudian Swab Test kedua tanggal 14 Agustus dilakukan di Rumah Sakit Ujoh Bilang. Oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mahulu diintruksikan melanjutkan karantina mandiri sambil menunggu hasil swab.

Point of View:  Work From Home di Tengah Pandemi Cenderung Tingkatkan Konsumsi Narkoba di Kalimantan Timur

Pada 16 Agustus, hasil Test Swab positif diberitahukan oleh Laboratorium Rumah Sakit Parikesit Tenggarong kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu. Selanjutnya tanggal 17 Agustus, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengkonfirmasi hasil Swab Test yang positif tersebut.

“MHU 02 berstatus sebagai pasien bergejala ringan, sedangkan MHU 03 dan MHU 04 berstatus sebagai pasien tanpa gejala. Ketiga pasien tersebut sekarang dirawat di Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu di Ujoh Bilang,” ujar Bonifasius Belawan Geh.

Ia melanjutkan, untuk MHU 05 adalah perempuan usia 50 tahun dari Kecamatan Long Apari. Kronologisnya adalah, pertengahan Maret 2020 MHU 05 berobat ke RSUD Abdul Wahab Syahranie (AWS) Samarinda.

MHU 05 berobat ke Samarinda karena memiliki riwayat batu ginjal dan diabetes miletus, sehingga akan dilakukan operasi. Gula darah pasien belum stabi sehingga belum bisa dilakukan operasi, maka pasien tetap berada di Samarinda selama menunggu jadwal operasi.

Pada 2 Agustus pasien kembali masuk RSUD AWS untuk dilakukan operasi batu ginjalnya dan dirawat sampai 5 Agustus, kemudian pasien pulang dalam keadaan membaik.

Namun pada 11 Agustus kondisi pasien drop dan dilarikan ke UGD RSUD AWS, selanjutnya pasien mengalami gejala batuk, mual, kurang selara makan, dan nafas agak sesak.

Adanya keluhan tersebut, maka anjuran dari dokter spesialis paru di RSUD AWS adalah dilakukan swab. Sehingga pada 12 Agustus langsung swab dan sampelnya dikirim ke Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Unmul Samarinda.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Kabupaten Mahulu ini melanjutkan, pada 15 Agustus hasil swab ke luar dan MHU 05 dinyatakan positif, sehingga sampai 18 Agustus ini pasien masih dirawat di ruang isolasi RSUD AWS.

“Mengingat MHU 05 ber-KTP Mahulu, maka secara administratif datanya dimasukkan ke data temuan kasus di Kabupaten Mahulu. Jadi total sampai saat ini ada lima kasus pasien terkonfirmasi positif di Mahulu,” ujar Bonifasius Belawan Geh.

Ia minta masyarakat Mahulu tetap tenang dan waspada karena penyakit Covid-19 bisa disembuhkan, terbukti sudah banyak pasien yang dinyatakan sembuh setelah dirawat.

“Saya imbau warga Mahulu terutama di Ujoh Bilang dan sekitarnya tidak bepergian dulu karena Dinas Kesehatan terus mengadakan penelusuran dan pelacakan terhadap kontak erat terhadap pasien, melaksanakan skrining baik dengan rapid test maupun swab,” Bonifasius Belawan Geh. (*)

Save on your hotel - hotelscombined.com
DMCA.com Protection Status