Dispora Kaltim

Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim

  • AHK Sebut Peran Penting Pemuda dalam Demokrasi Indonesia Jelang Pemilu 2024

    KLIKSAMARINDAPemilu 2024 adalah tonggak penting bagi masa depan Indonesia. Keterlibatan pemuda dan organisasi kepemudaan adalah kunci kesuksesan demokrasi.

    Dalam menghadapi Pemilihan Umum 2024, peran pemuda Indonesia tidak bisa dianggap sepele. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, Agus Hari Kesuma, menggarisbawahi pentingnya keterlibatan organisasi kepemudaan dalam menjalankan demokrasi di Indonesia. Organisasi kepemudaan di Kalimantan Timur memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran dan keberhasilan Pemilu mendatang.

    Kalimantan Timur memiliki sekitar 80 organisasi kepemudaan yang aktif. Meskipun sifatnya nasional, peran mereka sangat signifikan dalam membentuk pandangan positif terhadap aturan-aturan pemilu di seluruh Indonesia. Agus Hari Kesuma menjelaskan bahwa organisasi kepemudaan memiliki fungsi pengkaderan yang kuat. Mereka mendorong pemuda untuk peduli dan terlibat aktif dalam dinamika demokrasi.

    Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Benua Etam, Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur juga memberikan binaan kepada pemuda usia 16 hingga 30 tahun. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan secara tegas mendefinisikan pemuda sebagai warga negara Indonesia dalam rentang usia ini. Kesuma menjelaskan, “Pada usia ini, pemuda memiliki semangat tinggi, memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik, serta penuh idealisme untuk selalu berkembang.”

    Mendekati Pemilihan Umum 2024, peran dan keterlibatan pemuda menjadi semakin penting. Mereka memiliki potensi besar untuk menghidupkan dan meningkatkan demokrasi di seluruh Indonesia. Agus Hari Kesuma menekankan, “Kita harus terus terlibut sebagai pembelajaran pemuda dan masyarakat dalam mendukung demokrasi.” (Adv/DisporaKaltim)

  • Menggali Potensi Atlet Unggulan Kaltim Melalui DBON

    KLIKSAMARINDA – Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Kalimantan Timur adalah tonggak penting dalam pengembangan olahraga dan pembinaan atlet di wilayah ini. Melalui analisis identifikasi bakat, akademi olahraga yang ada, serta pengelolaan dana yang efektif, DBON berperan sebagai garda terdepan dalam mencetak atlet-atlet unggulan yang dapat mewakili Kalimantan Timur dengan gemilang di berbagai ajang olahraga.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), Agus Hari Kesuma, menjelaskan tentang pentingnya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dalam mendukung pengembangan bakat atlet di wilayah ini.

    Menurut Agus, penting melakukan analisis identifikasi bakat melalui kompetisi di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi. Dalam konteks ini, penekanan diberikan pada penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat untuk mengidentifikasi potensi atlet. Proses ini adalah langkah awal yang krusial dalam menciptakan atlet-atlet unggulan.

    Dengan mengandalkan data dan analisis yang kuat, DBON akan mampu mengarahkan individu ke cabang olahraga yang sesuai dengan bakat dan potensinya. Hal ini bukan hanya tentang mencetak atlet yang tangguh, tetapi juga tentang menciptakan atlet yang berpotensi untuk meraih prestasi tinggi.

    Agus Hari Kesuma yang juga menjabat Kepala Sekretariat DBON Kaltim juga mengungkapkan tentang keberadaan akademi olahraga di Kalimantan Timur. Ada dua institusi yang patut diperhatikan:

    1. Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI)
    SKOI adalah lembaga yang memiliki peran penting dalam mencetak atlet berprestasi. Dengan berfokus pada pelatihan intensif, SKOI memberikan pendidikan olahraga yang komprehensif kepada siswa yang menunjukkan potensi luar biasa dalam berbagai cabang olahraga.

    “SKOI itu atletnya dari kami (Dispora Kaltim, Red.). Gurunya sama. Bisa saja dikembalikan ke Dispora Kaltim. Tapi namanya sentra olahraga,” ujar Agus belum lama ini.

    Sebelumnya, pembiayaan SKOI berada di bawah Dispora Kaltim. Namun, kemudian, tanggung jawab pembiayaan dialihkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

    2. Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP)
    PPLP adalah wadah bagi para pelajar yang ingin mengasah bakat olahraga mereka. Di sinilah mereka diberikan pelatihan dan pembinaan untuk mengembangkan potensi mereka. Namun, saat ini, Kaltim belum memiliki Pusat Pendidikan Dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLD).

    Pengelolaan dana dan sumber daya merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembinaan atlet. Agus Hari Kesuma mengungkapkan sejarah pembiayaan SKOI dan PPLP di Kaltim.

    PPLP, biaya operasionalnya berasal dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pembinaan atlet di daerah.

    Agus Hari Kesuma juga mengungkapkan bahwa selama ini DBON tidak memiliki anggaran sendiri. Namun, pada akhir kepemimpinan Gubernur Kaltim Isran Noor, dana untuk pembinaan atlet justru tersedia. Sayangnya, dana tersebut dialihkan ke DBON.

    Karena itu, DBON memiliki peran sentral dalam mencetak atlet unggulan. DBON bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga mampu mendesain atlet, pelatih, dan venue. Hal ini merupakan perwujudan dari penggunaan sains dan teknologi dalam dunia olahraga, yang dikenal sebagai “sport science.”

    Dengan adanya sport science, kita memiliki alat yang kuat untuk menentukan potensi atlet, jenis olahraga yang sesuai untuk mereka, dan bagaimana mereka dapat mencapai prestasi tinggi. Ini adalah langkah revolusioner dalam pengembangan olahraga di Kalimantan Timur.

    “DBON itu nantinya bisa mendesain atlet, bisa mendasain pelatih dan bisa mendesain venue,” ujar Agus. (Adv/DisporaKaltim)

  • Bonus Atlet Kaltim Jadi Motivasi Utama di Ajang Multievent

    KLIKSAMARINDA – Bonus menjadi salah satu motivasi penting bagi para atlet di ajang multievent karena merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas kerja keras dan pengorbanannya dalam mengharumkan nama Kaltim di kancah olahraga nasional.

    Prestasi atlet tidak hanya mencerminkan keberhasilan individu, tetapi juga kebanggaan bagi daerah asal mereka. Dalam hal ini, pemberian bonus oleh pemerintah daerah bukan hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk memberikan dukungan kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerahnya di tingkat nasional.

    Program KONI Kaltim memberikan bonus kepada atlet yang lolos Babak Kualifikasi PON dengan hadiah emas Rp15 juta, perak Rp7,5 juta, dan perunggu Rp5 juta. Ini bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan atas upaya dan dedikasi atlet dalam mencapai performa terbaik mereka.

    Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyampaikan, “Kami juga sudah berkoordinasi ke Dispora Kaltim untuk bonus rangsangan saat di PON nanti sebesar Rp 40 juta untuk peraih medali emas.” Langkah ini menunjukkan komitmen penuh dari pihak KONI Kaltim untuk memberikan motivasi lebih kepada atlet yang berhasil meraih prestasi gemilang.

    Rusdi, selaku Ketua KONI Kaltim, memiliki rencana ambisius untuk memberikan bonus yang lebih besar kepada peraih medali emas. “Kami berencana menggandeng Dispora untuk mengajukan proposal sebesar Rp300 juta bagi peraih emas terkait bonus Pemprov.” Jika usulan ini disetujui, hal ini tidak hanya akan menjadi insentif finansial yang substansial bagi atlet, tetapi juga dapat menjadi motivator utama untuk meraih prestasi tertinggi.

    “Ini akan kami usulkan ke Pj Gubernur Kaltim. Jika ini disetujui tentu akan lebih memacu motivasi atlet,” pungkasnya. Rencana melibatkan Dispora Kaltim dalam usulan bonus tidak hanya mencerminkan sinergi antar-lembaga, tetapi juga menunjukkan komitmen penuh untuk memberikan dukungan maksimal kepada para atlet.

    Sebelumnya, Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK), juga telah membahas tentang bonus atlet. Ia menjelaskan bahwa bonus atlet berkaitan erat dengan anggaran pemerintah yang diatur dalam peraturan daerah dan gubernur. “Jadi, setiap pengeluaran itu ada aturannya. Acuannya perda, untuk bedarannya tergantung kepala daerah, karena itu paying hukumnya,” jelas AHK. Penjelasan ini memperkuat pemahaman bahwa bonus atlet bukan hanya bentuk apresiasi semata, tetapi juga harus sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    Dalam menghadapi kompetisi di level nasional, pemberian bonus kepada atlet bukan hanya menjadi insentif finansial semata, tetapi juga merupakan strategi cerdas dalam memotivasi para atlet untuk mencapai prestasi tertinggi. Program KONI Kaltim dan keterlibatan Dispora Kaltim dalam memberikan bonus menunjukkan komitmen penuh pemerintah daerah untuk memberikan dukungan maksimal kepada dunia olahraga.

    Dengan adanya rencana bonus yang lebih besar untuk peraih medali emas, diharapkan akan semakin meningkatkan semangat dan motivasi atlet untuk berprestasi. Dengan demikian, pemberian bonus tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pendorong utama dalam mencetak prestasi gemilang bagi daerah. (Adv/DisporaKaltim)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker