Wali Kota Samarinda Ingatkan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19 di Tengah Pilkada | KLIKSAMARINDA
News Politik

Wali Kota Samarinda Ingatkan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19 di Tengah Pilkada

KLIKSAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, secara khusus menggelar pertemuan membahas persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda. Rakor tersebut merupakan tindak lanjut telegram dari Kemendagri No. 080/ 5161/ SJ tanggal 16 September 2020.⁣

Dalam pertemuan yang berlangsung Jumat, 18 September 2020 di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda, hadir Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat, Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin, Plt Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah, Kajari Heru Widarmoko, Ketua PN Hongkun Otoh, Wadandenpom VI/I Samarinda M Amin, mewakili Kodim 0901 Mayor M Alex, mewakili Polres Samarinda Supriyadi, Asisten I Tejo Sutarnoto, Kepala Kesbangpol Kota Samarinda Sucipto Wasis, Kadis Perhubungan Ismansyah, Kasatpol PP HM Darham, Plt Kepala Dinas kesehatan Ismid Kusasih, Sekretaris BPBD Hendra AH, Kepala Bagian Hukum Eko Suprayitno.

Dalam rapat bertema “Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 Dalam Masa Pandemi Covid-19”, Syaharie Jaang menyatakan perlunya kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di tengah pelaksanaan Pilkada Samarinda. Meskipun telah menerbitkan Perwali Nomor 43 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang efektif berlaku per tanggal 7 September 2020, namun Syaharie Jaang tetap mengingatkan perlunya kerjasama seluruh pihak dalam menangani masalah Covid-19, khususnya di Samarinda.

Menurut Syaharie Jaang, pelaksanaan Pilkada kali ini merupakan tantangan tersendiri karena pelaksanaannya berada dalam kondisi pandemi Covid-19.

Wali KOta Samarinda, Syaharie Jaang (Foto: Dok Humas)

“Kita itu sebenarnya tidak melarang aktifitas orang, yang benar adalah membatasi gerak orang sampai jam 10 malam. Ini memang suatu tantangan tersendiri untuk mengatasi masalah protokol kesehatan Covid-19 di masa Pilkada Serentak 2020 yang ada aturan, serta batasan tersendiri karena tujuannya untuk kesehatan bersama. Oleh sebab itu, untuk mengatasinya salah satunya bisa dibanyakin pertemuan melalui virtual. Karena tidak bisa kita pungkiri terkadang tanpa mengundang, masa itu akan datang dengan sendirinya,” ujar Syaharie Jaang.

Syaharie Jaang juga memaparkan kondisi terkini kurva epidemik dan kurva kematian kasus Covid-19 di Samarinda update per tanggal 17 September 2020 Pukul 17.00 WITA. Dirinya berharap tidak ada kluster baru Covid-19 selama perhelatan Pilkada Kota Samarinda yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Perlu diketahui sampai sekarang Kota Samarinda masuk zona merah pekat, sehingga protokol kesehatan adalah hal yang wajib untuk dijalankan. Karena kondisi Kota Samarinda masuk zona merah pekat dan hampir setiap hari ada orang yang meninggal terkait Covid-19, itu tandanya tingkat yang meninggal sudah sangat kritis 5,3 persen di atas rata–rata nasional 4,4 persen,” ujar Syaharie Jaang.

Point of View:  Astaga! Kaltim Tambah 12 Kasus Covid-19, 1 Meninggal Dunia.

Ketua KPU Kota Samarinda Firman Hidayat menjelaskan persiapan pelaksanaan kampanye akan dimulai pada 26 September 2020. Sedangkan masa kampanye akan berlangsung dalam 71 hari, sampai 5 Desember 2020. Menurut Firman Hidayat, Pilkada tahun ini akan terasa sangat berbeda dibandingkan pada pilkada sebelumnya karena harus mematuhi prosedur protokol kesehatan Covid-19.

“Tetapi yang kita harapkan bersama adalah suasana damai dan lancar karena prinsipnya adalah pilkada sehat agar kita semua selamat. Cuma ada kekhawatiran adanya penumpukan masa karena kampanye dengan model konser musik, perlombaan, jalan sehat dan sebagainya itu masih ada. Aturan KPU sendiri hanya membatasi 100 orang saja karena sudah peraturan,” ujar Firman Hidayat.

Ketua Bawaslu Kota Samarinda Abdul Muin menekankan penegakan hukum protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 sangat penting. Menurut Abdul Muin, potensi pelanggaran protokol kesehatan tetap ada karena adanya kerumunan masa, kegiatan arak-arakan masa kampanye, tidak menggunakan masker atau item-lainnya yang sesuai dengan standar protokol kesehatan.

“Kami juga menghimbau kepada partai politik dan pasangan politik calon baik perseorangan maupun partai politik untuk ikut peduli terhadap pencegahan penularan Covid-19,” ujar Abdul Muin. (*)

Save on your hotel - hotelscombined.com
DMCA.com Protection Status