Warta

Masa Pidana Warga Binaan Kaltim dan Kaltara Dikurangi, Ini Rinciannya

Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, mengatakan jika remisi merupakan hak narapidana.

KEBIJAKAN itu diberikan kepada mereka yang telah menunjukkan perubahan perilaku, serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Makanya, ia berharap pemberian remisi dapat menjadi momentum dan motivasi. Khususnya bagi seluruh warga binaan.

“Saya meminta, mereka untuk terus berperilaku baik, mengikuti seluruh kegiatan pembinaan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” katanya, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim.

Berdasarkan laporan pelaksanaan pemberian remisi, sebanyak 9.405 orang menerima Remisi Umum 2026 di Kaltim.

Jumlah tersebut tersebar pada 13 UPT Pemasyarakatan, yakni Lapas Samarinda sebanyak 684 orang, Lapas Balikpapan 1.141 orang, Lapas Tarakan 1.057 orang, Lapas Tenggarong 732 orang, Lapas Nunukan 987 orang, Lapas Narkotika Samarinda 865 orang, dan Lapas Bontang 1.337 orang.

Selanjutnya, Lapas Perempuan Tenggarong sebanyak 283 orang, LPKA Tenggarong 52 orang, Rutan Samarinda 614 orang, Rutan Balikpapan 554 orang, Rutan Tanah Grogot 584 orang, serta Rutan Tanjung Redeb sebanyak 515 orang.

Dari keseluruhan penerima tersebut, sebanyak 9.138 narapidana memperoleh Remisi Umum I, 64 anak binaan memperoleh pengurangan masa pidana umum I, 202 narapidana memperoleh Remisi Umum II dan satu anak binaan memperoleh pengurangan masa pidana umum II.

“Dengan demikian, sebanyak 203 orang masuk dalam kategori Remisi Umum II atau pengurangan masa pidana umum II, sesuai ketentuan yang berlaku,” ulas Yohanis.

Ia menekankan, sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan. Namun juga menjunjung nilai kemanusiaan dan memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk memperbaiki kehidupannya.

“Setiap warga negara mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperbaiki kehidupannya,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut,” urai Yohanis.

Khusus bagi anak binaan, disampaikan pesan agar terus belajar, membangun cita-cita, menghormati orang tua dan guru, serta mempersiapkan diri menjadi generasi Indonesia yang cerdas, berkarya dan berakhlak mulia.

“Karena masa depan bangsa berada pada kalian,” pesannya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com