Clicky

Melirik Produk Lokal Eco Enzyme Samarinda

KLIKSAMARINDA – Buddhis Centre Samarinda bekerjasama Polsek Sungai Pinang dan ibu-ibu se Kelurahan Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur, memproduksi eco-enzyme. Eco-enzyme adalah cairan hasil fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran dicampur gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu) dan air.

Warna eco-enzyme ini coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Karena kandungannya, eco enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah dan juga membersihkan air yang tercemar.

Eco-enzyme telah diaplikasikan pada tanam sayuran meliputi cabai, tomat dan terong di lahan seluas 0,5 ha tumbuh subur dan sudah dipanen 10 Desember 2020 lalu. Setelah tiga bulan berlalu Program Pembuatan Eco-Enzyme yang diprakarsai bersama oleh Polsek Sungai Pinang, Kelurahan Tanah Merah dan Buddhist Centre telah sampai kepada puncak proses fermentasi di lahan yang terletak di Jalan Citanduy, RT 23, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara.

Produksi eco-enzyme di di lahan ketahanan pangan Covid-19 Kelurahan Tanah Merah Samarinda ini membuktikan bahwa masyarakat masih tetap produktid saat pandemi Covid-19. Hal ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Kaltim, Siti Farisyah Yana, yang hadir saat panen Eco Enzyme di Kelurahan Tanah Merah Samarinda, Jumat 15 Januari 2021.

“Pemprov sangat mengapresiasi kreativitas masyarakat yang tetap produktif di masa pandemi,” ujar Siti Farisyah Yana.

Menurut Siti Farisyah Yana, kondisi wabah melanda ini tidak boleh membuat orang menyerah dan patah semangat. Sebaliknya, lebih tertantang untuk bangkit melakukan kegiatan yang kreatif dan inovatif. Siti Farisyah Yana juga menyampaikan, memproduksi eco-enzyme selain mengurangi beban lingkungan (sampah) dan penyubur tanaman (pupuk cair organik).

“Kegiatan ini harus terus berlanjut, karena sangat bermanfaat bagi tanaman juga lingkungan, bahkan bisa menambah pendapatan warga,” ujar Siti Farisyah Yana.

Kegiatan ini juga langsung dihadiri Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman. Dalam sambutan, Kombes Pol Arief Budiman S.I.K., M.Si memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian serta warga dan piak terkait yang turut berpartisipasi dalam upaya menjaga ketahanan pangan di masyarakat. Selain itu, Kombes Pol Arif Budiman juga menyatakan bahwa eco-enzyme memiliki banyak manfaat sehingga produksinya perlu terus ditingkatkan.

“Eco enzyme ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik. Jadi eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air,” ujar Kombes Pol Arif Budiman.

Hadir dalam kegiatan ini pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Kaltim dan Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam serta pimpinan Buddhis Centre, Hendri Suwito. Tak terkecuali, Kapolsek Sungai Pinang Kompol Rengga Puspo Saputro S.I.P., S.I.K., M.H. bersama Lurah Tanah Merah Joko S.Sos turut mendampingi selaku pendiri Lahan Ketahanan Pangan Covid-19 dengan menggunakan Eco-Enzyme.

“Apa yang digagas bersama antara Polsek Sungai Pinang, Kelurahan Tanah Merah dan Buddhist Centre harus kita apresiasi sebesar-besarnya dan patut untuk dijadikan percontohan dalam mencegah krisis pangan dimasa Pandemi Covid-19, melalui penggunaan Eco Enzyme sebagai alternatif dan booster untuk merangsang pertumbuhan tanaman, buah dan sayuran,“ ujar Kombes Pol Arif Budiman. (*)

Tinggalkan Balasan

DMCA.com Protection Status