Warta

Forum Membaca Jejak Politik Edi Damansyah Digelar Besok di Unmul

KLIKSAMARINDAPusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman siap menggelar Seminar dan Peluncuran Buku berjudul Jejak Edi Damansyah dalam Politik Elektoral: Dipilih Mayoritas Rakyat Kukar, Dibatalkan MK pada Selasa, 9 September 2025.

Seminar buku tentang jejak politik Edi Damansyah ini akan berlangsung di Integrated Laboratory (I Lab) Universitas Mulawarman, Samarinda, mulai pukul 09.00 WITA.

Kegiatan ini bakal menghadirkan forum dialektika sekaligus literasi politik yang mempertemukan akademisi, praktisi politik, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Fokus utama acara adalah membedah isi buku yang merekam dinamika Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) dan kontroversi periodisasi masa jabatan Edi Damansyah.

Ketua Panitia, Ulil Amri, menyatakan acara ini bukan sekadar peluncuran buku, tetapi juga ruang kritis untuk membangun budaya literasi politik di masyarakat. Seminar ini didesain sebagai forum terbuka, sebagai tempat berbagi perspektif dan saling menguji gagasan, khususnya terkait Buku berjudul Jejak Edi Damansyah dalam Politik Elektoral: Dipilih Mayoritas Masyarakat Kukar, Dibatalkan MK.

“Buku berjudul Jejak Edi Damansyah dalam Politik Elektoral: Dipilih Mayoritas Masyarakat Kukar, Dibatalkan MK ibarat suatu kronik terhadap proses dan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kutai Kartnegara (Kukar) yang dipotret dari sudut pandang isu yang kontroversial, periodisasi masa jabatan,” demikian tertulis pada term of reference (TOR) yang diterima oleh KlikSamarinda, Senin 8 September 2025.

Acara akan dibuka dengan keynote speech oleh Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri, dilanjutkan testimoni langsung dari Edi Damansyah yang menjadi figur dalam buku tersebut. Panel diskusi menghadirkan empat narasumber, yaitu Prof. Dr. Djohermansyah Djohan (ahli otonomi daerah), Dr. Saipul (mantan Ketua Bawaslu Kaltim), Dr. Herdiansyah Hamzah, serta Orin Gusta Andini sebagai penulis buku sekaligus Ketua Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) FH Unmul.

Isu periodisasi jabatan kepala daerah yang menjadi fokus buku ini penting dikaji secara ilmiah. Perdebatan dan tafsir soal periodisasi jabatan bupati yang diputuskan MK menjadi pelajaran berharga. Forum ini akan menggali substansi hukum dan dampaknya terhadap demokrasi elektoral di daerah.

Baca:

Mahkamah Konstitusi Diskualifikasi Edi Damansyah, Pilkada Kukar PSU

“Acara ini diharapkan dapat menjadi sebuah forum dialektika yang mempertemukan berbagai sudut pandang—mulai dari penulis buku, akademisi, praktisi politik, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Melalui forum ini, isi buku dapat diuji, dikritisi, dan diperkaya, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dan multidimensional,” ungkap Ulil.

Peserta yang diundang berjumlah sekitar 150 orang, terdiri dari KPU dan Bawaslu se-Kalimantan Timur, perwakilan OPD, akademisi lintas kampus, jurnalis, mahasiswa, serta masyarakat umum. Pihak panitia juga menekankan bahwa seminar ini terbuka untuk publik dengan konfirmasi kehadiran melalui tautan resmi.

Selain meluncurkan buku, kegiatan ini diharapkan melahirkan refleksi bersama tentang kepemimpinan lokal yang efektif dan aspiratif. Terlebih, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki posisi strategis sebagai mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Acara ini diharapkan tidak hanya jadi ruang apresiasi terhadap karya tulis, tetapi juga mendorong lahirnya budaya diskusi dan literasi politik yang sehat dan konstruktif di Kaltim.

“Harapannya, wawasan yang diperoleh dari membedah jejak langkah Edi Damansyah dapat menjadi bahan refleksi bersama tentang seperti apa model kepemimpinan lokal yang efektif dan aspiratif dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik, terutama dalam menyongsong era baru bersama Ibu Kota Nusantara,” demikian tertulis pada TOR. (dui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *