Pemprov Kaltim Gratiskan Sertifikasi Tenaga Konstruksi untuk 1.000 Orang
KLIKSAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak tenaga kerja konstruksi yang kompeten dengan sertifikasi tenaga konstruksi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA), Pemprov menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Tahap I Tahun 2025 secara gratis.
Kegiatan sertifikasi tenaga konstruksi Kaltim berlangsung serentak di lima kabupaten/kota, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Berau. Mengusung tema “Tenaga Kerja Konstruksi Ahli Menuju Kompeten, Unggul, Berdaya Saing dan Produktif”, pelatihan dan sertifikasi ini dilaksanakan sejak 30 Juni hingga 4 Juli 2025.
Secara resmi, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud membuka kegiatan sertifikasi tenaga konstruksi ini di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin 30 Juni 2025. Gubernur Rudy menegaskan pentingnya tenaga kerja konstruksi bersertifikat untuk menjamin mutu infrastruktur.
“Kita ingin semua proyek dibangun sesuai standar nasional. Harus aman, andal, dan tahan lama,” tegas Rudy.
Ia mencontohkan bangunan Kantor Gubernur yang dibangun tahun 1984 dan masih kokoh hingga kini. Karena itu, Rudy menyarankan agar tenaga kerja proyek APBN dan APBD wajib tersertifikasi.
Pemprov Kaltim tahun ini menyiapkan total 1.000 sertifikat konstruksi gratis bagi warga. Pada tahap pertama, sebanyak 500 orang dibiayai penuh melalui APBD Kaltim. Pelatihan juga diikuti 329 peserta dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin.
“Tahun ini total 1.000 sertifikat bidang konstruksi kita siapkan. Hari ini 500 sertifikat untuk 500 orang dulu. Nanti kita lanjut lagi,” kata Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud usai pembukaan.
Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda menyatakan, program ini menyasar lulusan baru, kontraktor, konsultan, dan aparatur pemerintah. Peserta mengikuti pelatihan daring dan tatap muka, lalu mengikuti uji sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) nasional.
Menurutn AM Fitra Firnanda, pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Ini investasi besar bagi pembangunan berkualitas di Bumi Etam.
“Pelatihan dan sertifikasi ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan investasi besar bagi kualitas pembangunan di Kalimantan Timur. Tenaga kerja konstruksi yang kompeten merupakan fondasi penting dalam mewujudkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan di Bumi Etam,” ungkap AM Fitra Firnanda.
Kegiatan sertifikasi tenaga konstruksi Kaltim ini merupakan tindak lanjut Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 46 Tahun 2023 dan lanjutan dari keberhasilan Pemprov meraih penghargaan OPD Jasa Konstruksi Terbaik 2024 dari Kementerian PUPR.
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Abdul Muis menambahkan, pertumbuhan investasi konstruksi mendorong industri lain seperti transportasi dan logistik. Sertifikasi ini juga membuka banyak lapangan kerja baru.
“Pertumbuhan investasi konstruksi juga akan berdampak pada terbukanya lapangan kerja yang cukup luas,” kata Abdul Muis.
Kegiatan sertifikasi tenaga konstruksi Kaltim diselenggarakan secara hybrid dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian PUPR, Persatuan Insinyur Indonesia, dan asosiasi profesi seperti IALKI dan PAKKI.
Dengan 147 ribu tenaga kerja konstruksi di Kaltim sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, dan 17 persen belum bersertifikasi, program sertifikasi tenaga konstruksi Kaltim ini menjadi solusi konkret dalam menjembatani kesenjangan yang ada. Tenaga kerja bersertifikat menjadi kunci pembangunan infrastruktur andal dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (Adv/Diskominfo Kaltim)



