Yang Ahok Katakan Ketika Berlibur ke Desa Pampang Samarinda – KLIK SAMARINDA
News

Yang Ahok Katakan Ketika Berlibur ke Desa Pampang Samarinda

Basuki Tjahaja Purnama saat berkunjung ke Desa Pampang, Samarinda, Kaltim, Jumat 12 Juli 2019
(Last Updated On: July 19, 2019)

KLIKSAMARINDA.COM – Warga mengenalnya dengan panggilan Ahok. Gubernur DKI Jakarta pada rentang 2014-2017 sebagai pengganti Joko Widodo itu bernama asli Basuki Tjahaja Purnama (BTP), kelahiran Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966. Ia mengunjungi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk berlibur di Desa Pampang, Samarinda, Jumat 12 Juli 2019 atas undangan warga adat Dayak Kenyah di kawasan itu.

Agenda liburan BTP ini berlangsung setelah ia bebas dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil Depok, 25 Januari 2019 lalu. Beberapa daerah dan negara manca ia singgahi pasca bebas itu. Meski tak lagi menjadi pejabat publik, langkah mantan orang nomor satu di DKI itu tetap menjadi perhatian publik usai bebas.

Di Pampang, bersama Puput Nastiti Devi, politisi yang kini berlabuh di PDI Perjuangan tersebut memuji masyarakat Dayak yang hingga saat ini tetap mempertahankan budaya asli. Ia menyatakan akan ikut bertanggung jawab terhadap nasib suku Dayak di Kaltim.

Mantan Gubernur yang dikenal membawa perubahan di Jakarta saat menjabat ini juga mengatakan, pariwisata di Kaltim harus segera diperbaiki. Apalagi Kaltim ditunjuk sebagai salah satu calon Ibu Kota Negara. Menurutnya, Belum terlambat bagi Kaltim untuk memperbaiki dan melestarikan budaya suku Dayak Kenyah ke depan.

Menurut BTP, budaya khas masyarakat Kalimantan tetap harus diberdayakan. Kalimantan memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain. Keanekaragaman masyarakat Dayak yang memiliki ribuan anak suku dipastikan akan mampu menjadi daya tarik bagi pariwisata di Indonesia. 

BTP memberikan pandangan terhadap konsep pariwisata berbasis hutan yang dipadukan dengan budaya khas suku Dayak. Daya tariknya masih diminati para turis asing. BTP mencontohkan negara Norwegia, negara yang baru saja dikunjunginya saat liburan belum lama ini. Norwegia hingga kini, tetap memegang budaya adat Viking beserta budaya dan perilaku masyarakatnya.

“Norwegia itu yang namanya orang Viking. Di kampungnya itu diajarkan bagaimana cara memanah, bagaimana cara nombak. Itu tempat wisata yang sangat baik. Waktu itu, saya bayangkan kita di Kalimantan, Dayak, lebih seru. Nah, itu kita pikirkan. Ini ada hutan digunakan. Saya kira belum terlambat, walaupun sebenarnya kalau dari pesawat, hutan Kalimantan ini hampir gak ada,” ujar BTP ketika memberikan sambutan di atas podium yang berada di lamin adat Dayak Kenyah, Pampang.

BTP tak keliru ketika menyebut budaya Dayak Kalimantan, khususnya di Pampang dapat menjadi industri pariwisata. Menurutnya, Pampang memiliki potensi wisata budaya yang belakangan menjadi sorotan publik. Bahkan, BTP menyatakan akan melakukan pembicaraan dengan tokoh masyarakat adat Dayak di Kaltim untuk mengangkat kebudayaan suku Dayak agar bisa menjadi industri pariwisata.

Pampang menjadi pusat budaya tarian adat suku Dayak Samarinda, Kaltim. Desa ini sekian lama menjadi objek wisata terutama bagi mereka yang menyukai wisata budaya sekaligus ingin mengenal seni daerah suku Dayak. Desa Pampang termasuk destinasi budaya di Kaltim yang menyimpan keunikan berbeda. Wisatawan bisa menikmati tarian tradisional khas suku Dayak di rumah adat Lamin Adat Pamung Tawai.

Kehadiran BTP di Desa Pampang mendapatkan sambutan warga setempat. Warga menyambut BTP dengan antusias. Hal itu terlihat ketika warga menyambut mantan anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009 itu dengan tarian persahabatan yang dibawakan 10 gadis suku Dayak Kenyah.

Penerimaan BTP di Pampang

BTP dan Puput langsung ikut mencoba menari bersama 10 penari dan memegang satu tali berwarna warni. Gerakan tarian yang menggunakan tali berwarna-warni disebut Tarian Anyam Tali. Tarian ini merupakan simbol penerimaan warga Dayak kepada BTP sebagai warga kehormatan masyarakat Dayak Kenyah.

BTP dan Puput tampak antusias mengikuti gerakan memutar dengan memegang tali hingga membentuk anyaman yang tersusun rapi. Melihat itu, warga Desa Pampang berharap kehadiran BTP mampu mengangkat pariwisata Kaltim ke kancah dunia. 

“Senang banget pokoknya. Ini jadi harapan kita ke depannya biar bisa lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah,” ujar Novi, salah satu penari.

BTP juga menjalani prosesi pengangkatan sebagai warga kehormatan Dayak Kenyah. BTP menerima cindera mata berupa gelang manik, kalung manik, dan topi khas Dayak Kenyah. Pun, Puput mendapatkan kalung dan topi khas khusus untuk wanita masyarakat Dayang Kenyah. BTP bersyukur bisa dipercaya warga suku Dayak Kenyah di Pampang karena mendapat kepercayaan tersebut.

Kepala Adat Desa Budaya Pampang, Isrom, mengatakan, kehadiran BTP di Desa Budaya Pampang merupakan penghargaan bagi masyarakat Pampang.

“Untuk beliau supaya dia tetap ingat masyarakat yang di Pampang dan sekalian kita ikat menjadi warga dan sekaligus memberikan tanggung jawab kepada beliau. Tanggung jawabnya apabila nanti menjadi pejabat, dia tetap memperhatikan,” ujar Isrom. (Jie)