DPRD Kaltim

Simpang 4 MT Haryono Macet Parah! Legislator Karang Paci Usul Bangun Flyover

KLIKSAMARINDA – Kemacetan parah terjadi di sekitar Jalan Teuku Umar Karang Paci Samarinda, depan Komplek DPRD Provinsi Kaltim, beberapa hari terakhir.

Dalam antrean panjang kendaraan di sekitar Karang Paci tampak sejumlah kendaraan besar truk-truk dan kontainer melintasi jalan di depan Gedung DPRD Kaltim yang memiliki ruas jalan terbatas.

Kemacetan ini pun mengganggu aktivitas pengendara yang sudah biasa menggunakan jalan Teuku Umar dan MT Haryono.

Menanggapi adanya persoalan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang, mengusulkan adanya pembangunan flyover di simpang empat Karang Paci. Flyover itu untuk menghubungkan jalan MT Haryono menuju Teuku Umar Kota Samarinda.

“Nah kita lihat sendiri kan? Itu membuat kita terganggu sekali. Sudah ruas jalan kita ini sangat kecil dan terbatas, di sisi lain kapasitas kendaraan juga sudah sangat luar biasa,” ujar Veridiana Huraq Wang saat interupsi dalam rapat paripurna ke-10 masa sidang pertama tahun 2023, Selasa 21 Maret 2023.

Veridiana Huraq Wang menambahkan, jalur dari Muhammad Said itu sudah sangat padat sekali. Sebab, Muhammad Said ini merupakan jalur tembusan dari Ring Road dan Tenggarong.

Karena itu, Veridiana Huraq Wang menilai Pemprov Kaltim sepatutnya menyikapi persoalan ini untuk kelancaran lalu lintas di simpang empat Karang Paci dengan membangun flyover.

Pun, pembangunan flyover itu bisa memberikan jalan keluar bagi penertiban lalu lintas Samarinda yang sudah terlalu sesak.

Apalagi ketika terjadi penutupan jalur Ring Road II Samarinda yang berdampak pengalihan arus lalu lintas ke wilayah kota.

“Samarinda ini sudah terlalu crowded sekali soal lalu lintasnya. Jalan di depan itu sudah lapis tiga. Lapis pertama Slamet Riyadi, lapis dua Pasar Kedondong dan Cendana. Kita ini lapis tiga. Nah lapis empat itu Ring Road. Ini jalur truk-truk dari Pelabuhan dan Palaran. Tapi ketika jalur itu ditutup, semua melewati jalan yang ada di depan kita,” jelasnya, Selasa (21/3/2023).

Kepada Asisten Administrasi Umum lingkup Sekretariat Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Riza Indra Riadi yang hadir mewakili Gubernur Isran Noor, Veridiana Huraq Wang meminta agar pemerintah provinsi bisa segera menyusun rencana pembangunan flyover untuk daerah MT Haryono.

“Saya rasa sangat layak dibangun flyover ke sini untuk membantu jalan Muhammad Said. Soalnya jalan Muhammad Said juga sangat crowded dan padat sekali. Bahkan terkenal di Samarinda itu macetnya sangat luar biasa. Apalagi di dalam sana banyak perumahan, tembusan juga menuju Ring Road dan alur ke Tenggarong,” ujar Veridiana Huraq Wang.

Politikus PDI Perjuangan ini berharap agar pembangunan flyover di Simpang Empat Karang Paci dapat diakomodir dalam rencana pembangunan pemerintah provinsi di tahun berikutnya.

“Intinya sudah sangat layak. Flyover itu bagusnya dari MT Haryono ke Teuku Umar. Jadi dari Muhammad Said tidak ada lagi lampu lalu lintas lagi. Kan, lebih bagus begitu. Semoga dengan intrupsi di forum terbuka seperti ini bisa lebih cepat disikapi,” ujar Veridiana Huraq Wang.

Selain itu, Veridiana Huraq Wang juga meminta agar persoalan kemacetan itu mendapat perhatian serius. Pasalnya, persoalan kemacetan berkaitan dengan jalur lalu lintas dan banyak kepentingan.

“Kemarin undangan kami menghadiri rapat di gedung dewan ini, hampir satu jam baru bisa masuk karena tidak bisa belok karena padatnya truk-truk besar yang ada di depan,” ujar Veridiana Huraq Wang.

Usai menerima interupsi Veridiana Huraq Wang, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun meminta agar Gubernur Kaltim Isran Noor menyikapi persoalan ini dengan sigap dan merespon secepatnya.

“Ini suara dari komisi III yang membidangi Pembangunan. Mudah-mudahan jadi atensi dari Pak Gubernur Kaltim,” harapnya.

Penutupan jalan Ring Road 2 Samarinda. (Foto: Ist)

Diketahui sebelumnya, kemacetan yang terjadi di simpang empat Karang Paci Samarinda ini merupakan dampak penutupan jalan Nusyirwan Ismail atau Ring Road 2 Samarinda.

Upaya penyelesaian tuntutan ganti rugi kepada warga pun kini masih dalam proses oleh Pemprov Kaltim. (Dya/Adv/DPRDKaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status