Pasien RSU AW Syahranie Samarinda Menginap di Masjid Karena Rumah Singgah Penuh

pasien

Pasien RSUD AW Syahranie Samarinda yang menginap di Masjid, 4 Agustus 2022.

KLIKSAMARINDA – Wajah tak menentu tampak dari sejumlah warga yang duduk di teras masjid As-Syifaa’ullinnas di komplek Poliklinik Rawat Jalan RSU AW Syahranie Samarinda, Rabu sore, 3 Agustus 2022.

Mereka adalah pasien rumah sakit plat merah Pemprov Kaltim yang terpaksa menginap di Masjid As-Syifaa’ullinnas untuk menunggu jadwal kontrol dan jadwal dokter.

Satu di antaranya adalah Joko Pitono yang berusia 52 tahun. Joko Pitono adalah warga Kelurahan Harapan Baru, Samarinda Seberang.

Bapak dua anak ini mengaku memilih tetap tinggal di masjid karena tidak memiliki biaya untuk menyewa ambulance demi rawat jalan ke RSU AW Syahranie Samarinda.

Joko sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Saat ditemui Kamis 4 Agustus 2022, Joko Pitono mengaku harus bolak balik kontrol untuk penyembuhan usai mengalami patah tulang belakang.

Musibah itu terjadi ketika Joko Pitono menjadi korban kecelakaan kerja dalam proyek renovasi bangunan di Loa Hui, Samarinda. Joko Pitono kala itu tertimpa kran dalam pengerjaan tiang pancang bangunan baru pada Maret 2022 lalu.

Joko Pitono pun harus menjalani perawatan akibat kejadian itu. Kini dirinya tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.

Untuk proses penyembuhan dan pemulihan, Joko Pitono harus menjalani terapi seminggu 3 kali. Proses terapi membuat dirinya harus bolak-balik ke rumah sakit.

Namun karena keterbatasan biaya untuk membayar sewa ambulance, Joko memutuskan untuk menetap di masjid As-Syifaa’ullinnasini.

“Sehari semalam di sini. Biar tempias, gak apa apa. Biar bagaimanapun, dari pada kita ke sana ke sini, takutnya nanti yang ditindak sama dokter operasi itu belum sembuh betul. Nanti bisa luka lagi,” ujar Joko Pitono, Kamis 8 Agustus 2022.

Selain Joko Pitono, di Masjid As-Syifaa’ullinnas, berderet puluhan pasien lain. Beberapa pasien di antaranya merupakan pasien rawat jalan atau kontrol berkelanjutan.

Beberapa pasien juga diketahui merupakan warga luar kota Samarinda. Beberapa pasien mengaku berasal dari Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Ada pula pasien yang berasal dari daerah pedalaman Kaltim, seperti Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau.

Meski jauh dari layak, pasien dan keluarga bersyukur masih bisa menginap di pelataran Masjid As-Syifaa’ullinnas. Jika harus menyewa penginaan, mereka tidak ada biaya.

Kondisi tersebut mendapatkan respon dari Wakil Direktur RSUD AW Syahranie Samarinda, Agung Dwi Kurianto. Menurut Agung Dwi Kurianto, belakangan pasien rujukan semakin meningkat.

Rumah sakit sendiri memiliki rumah singgah dengan kapasitas 25 kamar dan saat ini penuh. Agung Dwi Kurianto menyatakan, hal ini terjadi karena banyak pasien yang pada saat Covid-19 enggan terapi.

Kini, setelah kondisi kembali normal, pasien terapi kembali meningkat.

“Sebenarnya pasien yang secara reguler dan kebetulan rumah singgah kita kebetulan penuh. Rumah singgah yang dari Yayasan juga penuh. Ini mungkin sempat lama tidak ada karena covid. Ada ketakutan untuk datang. Sekarang semua datang pada waktu yang hampir bersamaan. Itu juga salah satu faktor yang mungkin,” ujar Agung Dwi Kurianto.

Agung Dwi Kurianto menambahkan, untuk mengatasi hal itu pihak RSUD AW Syahranie Samarinda akan mengupayakan peningkatan kapasitas rumah singgah bagi pasien dan keluarga pendamping.

“Kalau pasein alhamdulillah semua kami tangani dan kita memang menjadi rujukan nasional karena kita mengampu untuk Kalimantan dan Sulawesi Barat. Itu tugas dari Kemenkes untuk RSUD AW Syahranie Samarinda,” ujar Agung Dwi Kurianto.

Kondisi tersebut juga mendapatkan perhatian dari jajaran Polresta Samarinda. Bahkan, pada Rabu sore, 3 Agustus 2022, Kapolresta Samarinda, kombes Pol Ary Fadli langsung mendatangi para pasien yang ada di teras Masjid As-Syifaa’ullinnas.

Kombes Pol Ary Fadli datang ke Masjid As-Syifaa’ullinnas tepat pukul 16.00 WITA. Kombes Pol Ary Fadli tiba untuk menyemangati para pasien tersebut.

Kombes Pol Ary Fadli mengatakan, kedatangan aparat kepolisian merupakan bentuk kehadiran penegak hukum di tengah masyarakat.

“Tidak ada agenda resmi karena ini bentuk kepedulian kita semua. Kami berharap semua pasien tetap semangat dan lekas sembuh,” ujar Kombes Pol Ary Fadli yang juga menyerahkan sejumlah bantuan dalam kesempatan tersebut. (Suriyatman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status