KLIKSAMARINDA | Nasib Mahasiswa Perkeretaapian Kaltim Rusia di Tengah Proyek Yang Belum Jelas
News

Nasib Mahasiswa Perkeretaapian Kaltim Rusia di Tengah Proyek Yang Belum Jelas

kereta api kaltim

KLIKSAMARINDAKomite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pada Desember 2019 menyebutkan, kereta api Kalimantan Timur merupakan proyek pembangunan kereta api single track sepanjang 203 Km yang didukung dengan infrastruktur meliputi stasiun, jetty batubara, pelabuhan dan PLTU dengan kapasitas 15 MW. PT Kereta Api Borneo (KAB) akan mengoperasikan proyek ini. Proyek ini akan melewati Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser, dan Kota Balikpapan.

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi biaya distribusi dan waktu tempuh sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi perusahan pertambangan. Untuk meningkatkan nilai kelayakan proyek, pihak investor yaitu PT Kereta Api Borneo telah mengajukan permohonan perubahan status dari kereta api khusus menjadi kereta api umum, yang akan memungkinkan PT Kereta Api Borneo untuk mengangkut penumpang dan barang non-afiliasi seperti minyak kelapa sawit dan kayu.

Proyek pembangunan jalur kereta api Borneo rencananya dimulai di jalur selatan dari Kutai Barat ke Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU) yang sebelunya telah digroundbreaking Presiden RI Joko Widodo pada 2015 lalu. Kini PT KAB fokus membangun pelabuhan di kawasan industri Buluminung Penajam Paser Utara (PPU).

Khusus jalur selatan, proyek ini direncanakan membangun kereta api single track sepanjang 203 km yang didukung infrastruktur meliputi stasiun, jetty batu bara, pelabuhan dan PLTU dengan kapasitas 15 MW di kawasan industri Buluminung PPU.

Selanjutnya, di jalur utara proyek rel kereta api membentang sepanjang 213 km dari Muara Wahau sampai Lubuk Tutung, Kutai Timur. Jalur selatan dan jalur utara nantinya akan terkoneksi satu sama lain.

Proyek ini telah dilepaskan statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional dengan alasan PT Kereta Api Borneo sebagai pemrakarsa tidak mampu menunjukkan rencana aksi dan upaya tindak lanjut kemajuan proyek yang jelas. Nilai investasi proyeknya sebesar Rp53,3 triliun. Hingga Juli 2020, proyek tersebut belum berjalan dan masih dalam tahap perencanaan.

Awalnya, rencana pembangunan rel kereta api Kaltim itu merupakan proyek kerja sama Pemprov Kaltim dan Russian Railways dalam bentuk public private partnership (PPP). Persiapan Pemprov Kaltim dalam menunjang proyek tersebut antara lain mengirimkan sekitar 160-an mahasiswa ke Rusia untuk belajar perkeretaapian.

Angkatan pertama pelajar Kaltim yang berguru ilmu perkeretaapian di Rusia segera menamatkan proses perkuliahan di akhir Juli tahun ini. Mereka adalah 41 pelajar berasal dari berbagai daerah di Kaltim yang kuliah sejak 2014 lalu sejak Gubernur Awang Faroek Ishak dengan dukungan program Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC).

Mereka tersebar di Moscow State University of Railway Engineering, Rostov State Transport University, dan Petersburg State Transport University. Para mahasiswa Kaltim itu memiliki empat spesialisasi yang berbeda-beda. Yaitu Railway Rolling Stock, Railway Traffic Management System, Railway Operation dan Construction of Railway, Bridge and Tunnels.

Pada Juli 2020 ini, ada 41 lulusan yang akan kembali Kaltim. Para mahasiswa ini sejak 6 tahun lalu menuntut ilmu di Negeri Beruang Putih dengan biaya beasiswa Pemprov Kaltim bekerja sama dengan PT KAB.

Hingga saat ini, Pemprov Kaltim masih berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk penempatan para lulusan perkeretaapian dari Kaltim tersebut. Pasalnya, proyek kereta api Kaltim belum ada kejelasan.

Seperti yang berlangsung Selasa, 14 Juli 2020. Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim HM Syafranuddin mengikuti rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan secara virtual dari Ruang Rapat Biro Humas Pemprov Kaltim.

Rapat ini merupakan tindak lanjut Kemenhub merespon surat Gubernur Kaltim terkait dukungan bagi mahasiswa penerima beasiswa Universitas Rusia spesialisasi perkeretaapian. Surat ditujukan kepada Dirjen Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pemprov Kaltim berharap perhatian pusat untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang secara khusus memiliki kemampuan dalam ilmu perkeretaapian.

biro humas pemprov kaltim

Selasa, 14 Juli 2020, Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim HM Syafranuddin mengikuti rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan secara virtual dari Ruang Rapat Biro Humas Pemprov Kaltim. (Foto: Dok Humas Pemprov Kaltim)

Meski di awal perjanjian tercatat komitmen agar ketika lulus para mahasiswa “wajib” mengabdi ke daerah, namun karena proyek kereta api masih belum terealisasi, maka Pemprov Kaltim segera mengupayakan bisa diberdayakan di Kemenhub maupun PT KAI.

“Syukur alhamdulillah, pusat merespon baik. Mereka kemungkinan akan diberdayakan di PT KAI untuk dua spesialisasi. Selebihnya masih akan diusahakan,” ujar Syafranuddin seperti dirilis Humas Pemprov Kaltim. (*)

DMCA.com Protection Status