Clicky

Cara Aion Ajak Bernostalgia Lewat Single “Terpaut”

KLIKSAMARINDA – Grup band electronik pop/rock dari Tangerang Selatan, Aion, merilis single kedua “Terpaut” pada 25 Februari 2022 lalu. Single ini dirilis dengan label independen Aion Production.

Sebelumnya Aion tercatat menelurkan debut single “Penenun Mimpi” 2 tahun silam.

Pada lagu “Terpaut”, Aion memilih konsep musik elektronik yang hybrid dengan benang merah diantara synthwave, futurebass dan pop/rock.

Lagu “Terpaut” ini menceritakan tentang kerinduan seseorang kepada masa-masa indah dahulu bersama orang-orang yang dicintai seperti kerabat, sahabat, dan kekasih.

“Kami ingin membuat sebuah lagu yang nostalgic dengan unsur musik elektronik namun tetap seperti nge-band, Josh lebih condong ke-arah futurebass sedangkan gue menambah sisi synthwave-nya dan pastinya mengisi bagian gitar. Yudhi meramu lirik yang membawa kita mengingat masa lampau indah yang tak terlupakan, seperti kita memiliki keterikatan yang kuat dengan memori itu,” ujar Yutsi dalam penyampaian konsep musik terbaru Aion ini.

Penggarapan lagu “Terpaut” terbilang cukup singkat yaitu hanya memerlukan waktu sekitar dua minggu. Lagu “Terpaut” awalnya diciptakan Yudhi bertempo cepat.

Namun setelah proses kreatif dari Joshua, justru sebuah output lahir dengan berbeda, yaitu lagu bernuansa ‘chill’ dengan tempo sedang. Proses perekaman vokal dan gitar diambil di AION Studio milik Yutsi.

Sedangkan rekaman drum dan pembuatan komposisi musik elektronik diolah di Cave Studio milik Joshua, termasuk proses mixing dan mastering yang dikerjakan oleh Yutsi dan Joshua.

Selain tersedia dalam format video lirik yang diunggah pada kanal YouTube Aion, single “Terpaut” dapat didengar di kanal musik daring seperti Spotify, iTunes, Apple Music, Deezer, TikTok, Amazon Music dan lainnya.

Aion adalah band electronik pop/rock yang beranggotakan Yudhi sebagai vokalis, Joshua sebagai drummer dan Yutsi sebagai gitaris. Dalam penulisan lagu, Yutsi dan Joshua mengambil alih posisi komposer instrumen-instrumen elektronik seperti synthesizer dan sound design.

Aion terbentuk pada tahun 2015 di Depok. Sebelumnya, Aion adalah proyek sampingan dari Yutsi, Yudhi dan Joshua untuk membuat konten musik di YouTube dan sukses dengan jutaan viewers.

Pada 2020, Aion memutuskan membuat karya original yang berkiblat pada musik elektronik, terutama synthwave dan futurebass, namun tetap ada nuansa ‘nge-band’.

Single pertama Aion “Penenun Mimpi” telah dirilis pada April 2020 secara independen.

Lagu ini menceritakan seseorang yang terperangkap memori masa lalu yang indah dan tak terlupakan. Semua orang pernah merasakan rindu akan masa-masa indah di waktu yang terlewat, dan merasakan nostalgia yang begitu dalam.

Lewat lagu ini kami berharap pendengar dapat menikmati dan mengingat masa indahnya bersama lagu ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com