Harga Terbaru Cabai dan Bawang di Samarinda Jelang Iduladha 2022

sidak sembako

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi memimpin sidak bapokting di sejumlah pasar tradisional, Selasa 5 Juli 2022. (Foto: KlikPia)

KLIKSAMARINDAHarga bawang dan cabai di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kenaikan. Kenaikan harga cabai dan bawang ini terjadi jelang perayaan Iduladha 2022/1443 H.

Kenaikan harga tersebut terungkap saat sidak jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terhadap bahan kebutuhan pokok dan penting (bapokting), Selasa 5 Juli 2022.

Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi langsung memimpin sidak ke beberapa titik lokasi pusat perdagangan Samarinda. Dalam sidak tersebut, Wawali Rusmadi didampingi sejumlah pejabat OPD Pemkot Samarinda.

Lokasi sidak pertama adalah Pasar Pagi berlanjut ke Pasar Rahmat, Pasar Merdeka, dan yang terakhir SPBU di Jalan Urip Sumoharjo. Rusmadi mengatakan, selama pemantauan di tiga pasar tersebut, ditemukan hal yang serupa seperti ada kenaikan harga cabai dan bawang merah.

“Hasil pantauan untuk lombok memang masih tinggi. Harga lombok sekitar Rp100 ribu/per kilogram. Namun tidak ada yang sampai Rp105 ribu ke atas. Kemudian untuk harga bawang merah harganya Rp40 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram,” ujar Wawali Rusmadi.

Menurut Wawali Rusmadi, pedagang mendapatkan keuntungan di bagian tulangan sapi ataupun organ dalam sapi. Pedagang juga menjual daging beku yang dipatok harga Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Di lokasi terakhir, Wawli Rusmadi mengatakan permasalahan antrean truk solar yang masih terjadi. Antrean truk solar tetap terjadi meski sudah menggunakan Fuel Card sebagai kartu member truk dalam menekan panjangnya antrean.

“Tapi ternyata masih ditemukan banyaknya antrean. Ini masalah kecil, remeh temeh. Tapi persoalannya jadi besar kalau misalnya antrean ini mengganggu lalu lintas. Karena banyak kasus kecelakaan disebabkan karena antrean,” ujar Wawali Rusmadi.

Wawali Rusmadi juga mengatakan, stok sembako dan bahan pokok yang ada di Samarinda serta harganya masih termasuk aman. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan memastikan harga tidak melambung tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Marnabas mengatakan, kenaikan harga cabai ini terjadi karena faktor cuaca. Menurut Marnabas, komoditas cabai di Kota Samarinda merupakan hasil impor dari Kepulauan Jawa. Hal serupa juga berlaku pada bawang merah.

“Ini juga faktor psikologi pasar. Biasanya kalau mau Lebaran Haji itu pasti naik. Jadi kita mau kerja sama dengan daerah Tabalong. Mereka, kan produksi. Semoga bisa terealisasi,” ujar Marnabas.

Selain masalah ketersediaan dan harga bahan pokok, Pemkot Samarinda juga memberikan perhatian khusus terhadap bahan dasar daging. Beberapa pedagang daging menyatakan harga daging melambung karena kurangnya pasokan dari Pulau Jawa.

Menurut Marnabas, situasi di Pulau Jawa saat ini sedang darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun, Marnabas mengakui pasokan hewan ternak masuk ke Kota Samarinda aman dari PMK.

“Kita super ketat karena semua yang dijual di pasar itu kecuali daging beku itu semuanya masuk ke RPH (Rumah Potong Hewan). Dicek lalu baru dilakukan pemotongan baru didistribusikan ke Pasar Segiri,” ujar Marnabas. (Pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status