Upaya Kaltim Tingkatkan Pemenuhan Dokter Spesialis di RS Daerah
KLIKSAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mencapai pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di 10 kabupaten kota.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi (Kaltim), dr. Jaya Mualimin, menegaskan pentingnya pemenuhan tenaga dokter spesialis di rumah sakit daerah.
Hal ini terutama untuk tujuh spesialis dasar yang meliputi empat spesialis utama dan tiga penunjang.
Berdasarkan data per 1 Agustus 2025, baru 54,5 persen rumah sakit milik pemerintah di Kaltim yang memiliki tujuh dokter spesialis dasar.
Sementara itu, 45,5 persen lainnya masih kekurangan sebanyak 39 dokter spesialis.
Pernyataan tersebut disampaikan dr. Jaya saat acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemenuhan kebutuhan dokter spesialis penugasan khusus di RSUD kabupaten dan kota se-Kaltim.
Acara ini berlangsung di Hotel Aston Samarinda, Senin 15 September 2025.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan jumlah dokter spesialis secara nasional, distribusi yang belum merata, serta insentif yang kurang menarik.
Selain itu, pola karir dokter juga belum sepenuhnya jelas. Sejumlah RSUD di Mahakam Ulu, Kutai Timur, Berau, Paser, dan Kutai Barat tercatat masih kekurangan tenaga spesialis.
“Melalui program penugasan khusus dengan skema insentif daerah, kita berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga spesialis. Ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Kaltim dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan dokter spesialis tidak hanya mengandalkan skema penugasan khusus. Upaya lain bisa melalui jalur ASN, baik PNS maupun PPPK, pemberian beasiswa, program fellowship, hingga rekrutmen tenaga BLUD.
Menurut dr. Jaya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan akses layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau di seluruh wilayah Kaltim.
Acara penandatanganan PKS ini diikuti oleh kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Kaltim, direktur RSUD, serta jajaran pejabat Pemprov Kaltim.
Harapannya, kerja sama ini dapat mempercepat distribusi dokter spesialis hingga ke pelosok, sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang optimal. (Adv/Diskominfo Kaltim)



