KLIKSAMARINDA | Satu Pasien Covid-19 di Samarinda Meninggal Dunia
Fokus News

Satu Pasien Covid-19 di Samarinda Meninggal Dunia

pemakaman pasien covid-19 samarinda

KLIKSAMARINDA – Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Samarinda kembali melakukan pemakaman terhadap kasus konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia. Pemakaman berlangsung dengan protokol kesehatan Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Raudatul Jannah Serayu, Tanah Merah, Minggu malam, 2 Agustus 2020.

Kepala Bidang Kedarutatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah )BPBD) Samarinda, Ifran menjelaskan, pasien yang dimakamkan adalah pasien ke-17 yang dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. Pasien dinyatakan meninggal dunia pada Minggu 2 Agustus 2020 pukul 17.55 WITA di RSU AW Syahranie Samarinda.

Kepala Bidang Kedarutatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah )BPBD) Samarinda, Ifran (Foto: Ist)

“Kembali kami melakukan pemakaman yang ke-17 terhadap pasien usia 66 tahun laki laki. Yang bersangkutan mulai masuk AWS 24 Juli 2020 komorbit hipertensi. Pada 17.55 Minggu 2 Agustus 2020 pasien dinyatakan meninggal dunia dengan hasil swab psotif Covid-19. Kami melakukan pemakaman secara protkol covid-19,” ujar Ifran usai pemakaman.

Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Samarinda mencatat hingga 3 Agustus 2020 ada peningkatan jumlah kasus kematian pasien Covid-19 sebanyak 1 kasus sehingga total kasus menjadi 12 kasus kematian. Sementara pasien konfirmasi positif Covid-19 mencapai 323 kasus dan kasus sembuh 177 kasus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyatakan dalam laporan hariannya, kasus meninggal dunia di Samarinda adalah SMD 241 yang merupakan warga Samarinda. Kasus kematian tersebut merupakan 1 dari 4 kasus kematian yang dilaporkan pada Senin, 3 Agustus 2020.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak

“Pasien memiliki gejala demam, batuk, dan sesak nafas. Gambaran pneumoni dan komorbit diabetes melitus dan hipertensi. Sejak 24 Juli 2020, pasien dirawat di RSU AW Syahranie Samarinda. Pada 25 Juli 2020, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan kondisi memburuk. Pada 2 Agustus 2020 pasien dinyatakan meninggal dunia pada sore hari,” ujar Andi Muhammad Ishak dalam telecenference pada 3 Agustus 2020 melalui aplikasi Zoom.

Andi Muhammad Ishak juga merinci adanya 3 kasus kematian lainnya di Kaltim. Ketiganya berasal dari Balikpapan.

“Dua kasus terkonfirmasi Covid 19 pada hari ini yaitu BPN 550 (Laki-laki 50 tahun) dan BPN 564 (Wanita 64 tahun). Selain itu, BPN 326 Laki-laki 60 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 pada tanggal 21 Juli 2020 yang dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan dengan gejala demam, batuk, mual dan sesak nafas dengan gambaran Pneumonia pada foto thoraks serta mempunyai komorbid penyakit Ginjal. Pada tanggal 2 Agustus kondisi pasien memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 3 Agustus 2020. Pamakaman dilakukan dengan protocol Covid-19,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Secara total, kasus kematian pasien Covid-19 di Kaltim mencapai total 40 kasus. Rinciannya adalah Balikpapan 21 kasus, Samarinda 12 kasus, dan Paser 3 kasus. Sementara Berau, Bontang Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur masing-masing 1 kasus kematian. Tiga wilayah lainnya, yaitu Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu tidak memiliki kasus kematian pasien Covid-19 hingga 3 Agustus 2020. (*)

DMCA.com Protection Status