Kader Ulama Samarinda Banyak Peminat Dari Luar | KLIK SAMARINDA
News

Kader Ulama Samarinda Banyak Peminat Dari Luar

KLIKSAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda saat ini tengah membuka audisi Kader Ulama. Program ini merupakan langkah Pemkot Samarinda untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan ulama.

Dalam praktiknya, program ini adalah pengiriman santri dari Samarinda ke untuk belajar di Hadramaut, Yaman. Pemkot Samarinda membiayai seluruh santri dalam program ini.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang menyatakan hal tersebut saat membuka Audisi Pengkaderan Ulama yang dirangkai dengan Penyerahan Piala Bergilir Juara Umum MTQ Ke-42 Tahun 2020 Tingkat Kota Samarinda, Rabu 11 November 2020 di Hotel Bumi Senyiur Kota Samarinda.

“Untuk kegiatan ini diseleksi tahun yang ke-3 Kader Ulama. Namun karena kondisi Pandemi Covid-19, maka sekitar bulan Maret atau April tahun 2021 baru akan diberangkatkan menjadi Santri di Hadramaut, Yaman dengan biaya dari Pemkot Samarinda. Untuk seleksi tahun ini sebagaimana yang dijelaskan oleh panitia, peserta seleksinya lebih dari 100 orang dan kita utamakan warga Samarinda. Jadi, kami mohon maaf terutama yang daftar dari luar Kota Samarinda. Pada tahun 2019 kita ada mengirim kader uama 10 orang ke Hadramaut, Yaman,” ujar Syaharie Jaang dalam sambutan.

Kegiatan ini menurut Syaharie Jaang sangat penting karena menyangkut Sumber Daya Manusia (SDM) yang berhubungan dengan agama. Menurut Syaharie Jaang, kegiatan ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Bukan karena mau ramai-ramai seremonial belaka. Oleh sebab itu, nanti yang dikirim belajar ke Hadramaut Yaman supaya dari sini harus betul-betul disiapkan mentalnya untuk belajar agama dan setelah kembali ke Tanah Air terlebih Kota Samarinda bisa membuat kebaikan untuk mengamalkan ilmu yang didapat kepada masyarakat kita,” ujar Syaharie Jaang.

Syaharie Jaang menambahkan, kader ulama ini harus dipersiapkan mulai saat ini. Karena untuk kepentingan umat di masa mendatang. Khususnya masalah anggaran kalau yang lainnya boleh digeser, tetapi yang untuk Kader Ulama ini jangan sampai ada pergeseran anggaran karena hasilnya kegiatan ini akan bisa dilihat 5-10 tahun kedepan dan seterusnya,” ujar Syaharie Jaang.

Jaang juga terus mengajak masyarakat Kota Samarinda agar terus berdoa supaya Kota Samarinda selalu dijauhkan dari marabahaya, pertikaian dan perpecahan.

“Semoga Pandemi Covid-19 ini juga cepat hilang dari muka bumi ini. Kita doakan saudara-saudara kita yang masih dirawat, baik secara mandiri atau di rumah sakit segera diberi kesembuhan dari Allah SWT. Untuk kondisi Kota Samarinda sampai saat ini yang zona merah ada di Kecamatan Samarinda Ulu dan Kecamatan Sungai Kunjang,” terangnya.

Point of View:  Himbauan Iduladha Tanpa Sampah di Samarinda

Kabag Kesra Setda Kota Samarinda Abdul Jami, menyatakan tujuan daripada pelaksanaan ini sendiri adalah untuk menghasilkan Kader Ulama yang beraklhak mulia, serta memahami ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, serta mampu mewujudkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Seleksi sendiri sudah dimulai sejak kemarin tanggal 10-12 November 2020, acara ini juga patuh dengan protokol kesehatan. Adapun peserta yang mendaftar lewat website berjumlah 117 orang dan ternyata banyak yang dari luar daerah seperti Kukar, Balikpapan, Berau bahkan ada yang dari Pulau Jawa. Namun yang lolos seleksi secara faktualnya adalah 49 orang dengan rincian 33 laki-laki, 16 perempuan,” ujar Jami.

Peserta yang lolos ini sebenarnya berharap sekali tidak ada yang tersisih atau tergeser, namun ada kualifikasi dan kompentesinya sebagai persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kegiatan seleksi ini adalah meliputi kemampuan untuk memahami dan berbahasa Arab. Tilawatil qutub, tahfizh hafalan Al Qur’an minimal juz yang ke-30, serta ada retorika dakwahnya. Pendalaman karakter untuk pembinaan akhlak. Kami perlu melaksanakan evaluasi dari pengiriman kader ulama 2019 lalu ternyata masih perlu penguatan pada bidang akhlak atau adab. Jadi tidak semata-mata karena untuk menonjolkan ego diri pribadinya masing-masing,” ujar Jami.

Peserta katanya harus mentaati ketentuan ataupun peraturan yang telah ditetapkan, seperti karantina untuk materi ini. Untuk pembiayaan kegiatan ini sendiri melalui Bagian Kesra Setda Kota Samarinda. Pembukaan seleksi Kader Ulama ditandai dengan pemukulan bedug oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang yang didampingi Ketua MUI yang juga sebagai Ketua FKUB Kota Samarinda KH. Zaini Naim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda Masdar Amin, Asisten I Kota Samarinda Tejo Sutarnoto, Camat Sungai Pinang, Camat Samarinda Ilir.

Kemudian dilanjutkan penyerahan Piala Bergilir Juara Umum MTQ Ke-42 Tahun 2020 Tingkat Kota Samarinda dari Walikota Samarinda Syaharie Jaang Kepada Camat Sungai Pinang Siti Hasanah. Ikut hadir dalam kegiatan tersebut ustadz dan ustadzah, peserta seleksi kader ulama, serta undangan lainnya. (*)

Save on your hotel - hotelscombined.com
DMCA.com Protection Status