News

Stok Gula dan Beras di Samarinda Menipis, Pembatasan Pembelian Dilakukan

KLIKSAMARINDA – Stok gula dan beras di pusat penjualan grosir di Samarinda mulai menipis. Untuk mencegah kekosongan stok, pengelola memutuskan untuk membatasi pembelian kepada pembeli. Sementara itu, harga telur juga mengalami kenaikan hingga Rp5.000 per piring.

Wahyu, Kepala Cabang Indogrosir Samarinda, mengaku kekosongan gula dan beras medium diakibatkan oleh cuaca saat pengiriman. “Stok kami terbatas, beras kami tinggal 40 sak. Jadi kita batasi supaya merata semuanya dapat, tidak monopoli satu orang karena kalau stoknya banyak kami tidak batasi. Ramadan dan hari raya semua aman, kecuali gula dan beras. Berasnya kita hanya ada beras premium,” ujar Wahyu, ditemui Selasa 5 Maret 2024.

Pembatasan pembelian gula dan beras ini cukup berdampak kepada masyarakat. Uswa, warga Lok Bahu Samarinda, Kalimantan Timur, mengaku bingung dengan pembatasan penjualan gula.

Padahal menurutnya, gula telah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Pedagang makanan untuk berbuka puasa ini berharap agar gula dapat didistribusikan kepada masyarakat. “Saya biasa beli 10 (kilogram) satu dus, sekarang ya dua saja per hari, tidak dibikin usaha,” keluhnya.

Sementara itu, Wina, pelaku usaha makanan, juga mengaku kaget karena harga telur yang terus meningkat sejak sepekan terakhir. “Naik sih dari biasanya, kalau biasa Rp48.000 atau Rp47.000, kemarin Rp54.000, ini Rp54.000, naik terus. Yang maunya sih diturunkan ya karena berat betul,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi menyatakan pihaknya akan memberikan perhatian khusus dan antisipatif terhadap kondisi stok sejumlah bahan pokok penting. Termasuk untuk mengatasi keterbatasan stok gula dan beras.  Upaya tersebut perlu dilakukan untuk memastikan stok dan harga beberapa kebutuhan pokok menjelang Ramadan tercukupi.

“Agak mungkin perlu perhatian tadi, selain beras dan gula tadi. Tetapi kawan-kawan tadi lihatkan, salah satu usaha yang dilakukan oleh PPID (Perusahaan Daerah Industri dan Perdagangan) Pemerintah Kota, kita punya Perusda Varian Niaga. Mungkin juga tadi stok beras, jadi misalnya usaha-usaha kecil menengah, reseler, pengecer, jadi bisa nanti komunikasi dengan Varian Niaga dan dipastikan harganya masih mengikuti harga yang tidak memberatkan dari pasar warga,” ujar Rusmadi saat sidak bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan pusat grosir di Kota Samarinda pada Selasa, 5 Maret 2024.

Wakil Wali Kota Samarinda juga sempat meninjau stok gula dan beras di Dolog (Dewan Logistik). Ia mengaku bahwa stok dalam keadaan aman.

Untuk gula dan beras medium yang ada di Dolog dipastikan hingga bulan keenam tahun 2024. Meski demikian, akibat kenaikan harga, masyarakat diimbau untuk tidak panik karena barang tersedia. (Suriyatman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status