Melanie Subono Ucapkan Selamat Datang di Hutan Kota Tangap Berau Kaltim

KLIKSAMARINDA – Ini bukan kisah tentang kunjungan artis ke Hutan Kota Tangap untuk berpakansi. Ini petikan perjalanan seorang Melanie Subono yang ingin membuktikan betapa kerusakan hutan terjadi di wilayah yang memiliki pemimpin Bupati Sri Juniarsih Mas, Gubernur Rudy Mas’ud serta Presiden Prabowo Subianto, yaitu Kabupaten Berau, Provinsi Kaltim, dan Negara Indonesia.
Melanie Subono datang langsung ke Hutan Kota Tangap Berau Kaltim. Ta, Melanie Subono turun sendiri ke lapangan, melihat langsung, dan merekam kenyataan di sana.
Dia mengunggah video kunjungannya itu lewat akun Instagram pribadinya, Rabu 7 Januari 2026. Bukan repost video orang lain. Aktivis sekaligus publik figur itu membongkar wajah lain Hutan Kota Tangap, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).
“Yang ini BUKAN REPOST atau VIDEO ORANG LAIN. Ngintip tempat yang kemaren viral,” tulis Melanie dalam caption video yang langsung menyedot perhatian warganet. Hingga Kamis malam 8 Januari 2026, video itu telah mendapat 16 ribu lebih like dan 2300 komentar. Silakan cek.
Dalam rekaman tersebut, Melanie berdiri di bawah gapura pintu masuk Hutan Kota Tangap. Dari luar, hijau masih terjaga. Pohon tampak rimbun. Alam seolah aman. Namun langkah kaki Melanie justru membuka cerita berbeda.
“Gue mau belajar tentang hutan. Gue ke Sumatera, gue nyampe ke Kalimantan. Begitu nyampe langsung dapat papan hutan kota. Kita lihat yuk apa sih hutan kota,” ucapnya santai, jujur, tanpa naskah, lalu mengajak netizen mengikuti langkah-langkahnya.
Apakah kemudian kondisi yang ditemui Melanie adalah sebuah lelucon?
Ia berjalan menyusuri jalan setapak. Semak belukar menemani. Daun kering berderak. Namun setelah berjalan melewati gerbang, harapan runtuh perlahan. Bukan hutan yang menyambut, melainkan kubangan air berwarna hijau dan bukan lokasi wisata atau waterboom.
Di sana ada lubang besar menganga seperti bekas galian tambang batubara. Dugaannya adalah begitu. Di sekitarnya tanah gundul terhampar. Sunyi terasa janggal. “Selamat datang di hutan kota,” ujar Melanie lirih, sarkas, menyentil nurani.
Di ujung video itu terdengar lagu “Tanah Airku”. Nada patriotik berpadu ironi. Cinta tanah air bertemu luka alam. “Keren ya hutan kotanya, temen-temen. Very nice,” kata Melanie sambil mengacungkan jempol.
Lantas Hutan Kota Tangap Berau yang disebut-sebut memiliki luas lebih dari 500 hektare itu kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, kawasan ini sempat viral pada Desember 2025.
Dari luar, hutan tampak hijau dan lebat, seolah menjadi tameng alami. Namun bagian dalam justru rusak parah akibat aktivitas pertambangan batubara.
Lubang-lubang tambang open pit, lahan tandus, serta bekas eksploitasi masif menjadi pemandangan utama. Fungsi hutan sebagai paru-paru kota, resapan air, dan ruang hidup perlahan terkikis.
Kontras ini memicu keprihatinan publik. Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang seharusnya dijaga, justru tercabik dari dalam. Hijau di depan, luka di belakang. Indah di mata, rapuh di nyata.
Hutan Kota Tangap terletak di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Melanie Subono membawanya ke ranah publik agar menjadi alarm keras tentang lemahnya pengawasan lingkungan dan urgensi pemulihan kawasan hijau.
Melanie Subono tak hanya merekam. Ia sedang mengingatkan.
Bahwa Hutan Kota Tangap Berau bukan sekadar papan nama. Bahwa alam tak cukup dijaga dari luar, tapi harus dilindungi hingga ke akar. Dan kisah ini tak cukup hanya berhenti di atas panggung stand up comedy. (*)




