Ketika Hutan Penelitian dan Pendidikan Unmul di Tahura Bukit Soeharto Kaltim Terbakar – KLIK SAMARINDA
News

Ketika Hutan Penelitian dan Pendidikan Unmul di Tahura Bukit Soeharto Kaltim Terbakar

(Last Updated On: September 9, 2019)

Api membakar dan menyebar dalam kawasan Hutan Penelitian dan Pendidikan Universitas Mulawarman, Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, KM 60 Jalan Soekarno Hatta, Minggu siang, 8 September 2019. Kebakaran tersebut mengganggu para pengendara di jalur Jalan Soekarno Hatta. Pengendara yang melintasi kawasan itu harus ekstra hati-hati karena kabut asap menutupi sebagian badan jalan.

Tampak petugas kepolisian bekerja untuk memadamkan api di kawasan yang diisi berbagai pohon tropis asli Kalimantan itu. Namun, upaya pemadaman belum maksimal karena titik dan sebaran api terpisah-pisah. Beberapa titik api juga terlihat di sejumlah kawasan yang memiliki potensi batubara. Petugas kepolisian terus berusaha memadamkan api dengan peralatan seadannya agar api tidak mengenai kendaraan pengguna jalan.

Adalah Bripka Agung, anggota Polsek Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara mengaku kesulitan memadamkan api karena luasnya lokasi tahura yang terbakar. Kejadian kebakaran, menurut Bripka Agung, telah berlangsung dua jam. Agung memperkirakan kebakaran terjadi karena kekeringan lahan di sekitar hutan penelitian dan pendidikan itu.

”Ini sudah dua jam lebih. Untuk sementara pemadam belum ada muncul. Kami hubungi melalui Loa Janan dan Tenggarong. Bisa jadi karena sudah cukup lama gak hujan,” ujar Bripka Agung.

Petugas pemadaman kebakaran terdekat pun belum dapat bekerja di lokasi saat kebakaran terjadi. Jarak dari pos pemadaman sejauh 45 kilometer di Loa Janan. Ketika polisi berupaya melakukan pemadaman, petugas PMK setempat tak kunjung tiba. Pun, petugas dari Universitas Mulawarman. Padahal, petugas kepolisian telah meminta bantuan dan menghubungi pemadam kebakaran.

Pengawas di lokasi penanaman di Hutan Konservasi Bukit Soeharto, Bambang, menjelaskan jika kebakaran di kawasan ini telah berulang kali terjadi dalam bulan terakhir. Setidaknya, ada 4 kali kebakaran hutan yang menyebabkan kabu tebal di lintasan jalan. Terkait upaya pemadaman, Bambang menyebutkan jika jauhnya lokasi kebakaran dengan sumber air membuat petugas kebakaran dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tahura Bukit Soeharto dan BPBD Kutai Kartanegara harus bolak balik dengan waktu hingga 3 jam. Pihaknya juga hanya menyediakan tandon air untuk mengatasi kebakaran.

”Dalam satu bulan ini saja sudah 4 kali. Sudah itu disiapkan ada tandon air itu di situ,” ujar Bambang. (Jie)