Clicky

Kasus Harian Covid di Samarinda Turun

KLIKSAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membeberkan penurunan kasus terkonfirmasi dan meninggal dunia. Menurut Wali Kota Andi Harun, berdasarkan data Dinas Kesehatan per Jumat 30 Juli 2021 kemarin, kasus terkonfirmasi harian sudah mulai menurun.

Di angka 128 pasien. Sebelumnya bisa mencapai 200 orang. Sedangkan yang meninggal dunia 6 orang, biasanya bisa tembus diangka 20 orang,” ujar Wali Kota Andi Harun ketika berdialog bersama mahasiwa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) secara virtual, Sabtu sore 31 Juli 2021.

Jika kondisi terus membaik, Wali Kota Andi Harun optimis Samarinda pada tanggal 2 Agustus mendatang bisa lepas dari status PPKM level 4. Jika nanti sudah masuk ke fase relaksasi, maka kegiatan perekonomian dan pembelajaran tatap muka di sekolah bisa beraktivitas kembali.

Menurut Wali Kota Andi Harun, Pemkot telah merancang sekolah yang bisa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pada 71 sekolah tangguh di Samarinda. Kegiatan sekolah ini sebenarnya menurut dia sudah dirancang jauh-jauh hari sebagai sekolah percontohan untuk penerapan PTM sesuai standar disiplin protokol kesehatan Covid 19 dengan persetujuan orang tua.

Begitu juga dengan aktivitas ekonomi, walaupun di level 4. Tapi Pemkot masih memberikan kelonggaran pada pelaku usaha rumah makan dengan bisa melakukan makan di tempat diatur lewat pembatasan waktu serta menyiapkan pasar tangguh Covid 19 pada 5 lokasi pasar tradisional.

“Walaupun harus diakui pertumbuhan ekonomi di kota Samarinda saat ini minus diangka 1,19 persen tapi pemerintah terus berjuang untuk mencari jalan agar bisa memperkuat lini di semua sektor. Kendati di satu sisi kita juga harus memastikan penanggulangan kesehatan harus tetap berjalan,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Sevelumnya, Kemendagri telah menentukan kota Tepian untuk memberlakukan PPKM level 4 dengan beberapa musabab. Menurut Wali Kota Andi Harun, ada tiga indikator yang menentukan Samarinda harus melakukan PPKM level 4 terpenuhi.

Pertama, kasus ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang mulai terbatas diatas 86 persen. Kedua, kasus mingguan dan pasien dalam perawatan cukup tinggi. Ketiga, kasus meninggal dunia bisa mencapai puluhan orang setiap harinya.

”Hingga Mendagri mengategorikan kota Samarinda perlu melakukan pengetatan aktivitas masyarakat yang sebelumnya mikro harus naik menjadi level 4,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Meskipun kondisi tadi sangat berat bagi semua pihak, tapi bukan berarti pemerintah tinggal diam. Wali Kota Andi Harun menjelaskan jika pihaknya sudah mempersiapkan berbagai strategi dengan memanggil 11 manajemen rumah sakit pemerintah dan swasta agar bisa menambah ketersediaan ranjang dan ruang inap.

Tak hanya itu, Pemkot juga telah menyediakan pusat karantina (Puskar) pada 5 puskesmas yang bisa merawat pasien Covid 19 gejala ringan dengan ketersedian tempat tidur sebanyak 238 ranjang.

“Hingga kini ada sebanyak 208 pasien yang sudah dirawat dan tersebar di 5 puskar milik pemerintah,” tuturnya.

Wali Kota Andi Harun berpesan di kondisi sekarang agar masyarakat tidak panik, karena pemerintah akan berusaha hadir untuk membantu warga yang terdampak, mulai dari mendistribusikan obat-obatan serta sembako dari sumbangan pemotongan tunjangan dana pegawai hingga menyediakan fasilitas kesehatan yang representatif untuk pasien terkonfirmasi.

“Media juga sudah saya minta bekerjasama untuk tidak memberitakan yang membuat warga panik, karena kasus harian kita mulai menurun itu yang harus disampaikan ke masyarakat,” sebutnya. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com