Kaltim Susun Strategi Stabilkan Harga Sembako Jelang HBKN

KLIKSAMARINDA – Menghadapi masa bulan puasa, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim menyampaikan laporan kesiapan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur menghadapi Hari Besar Keagamaan Ramadhan dan Idul Fitri.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi HM Yadi Robyan Noor menyatakan, kondisi faktual Kaltim bahwa stabilitas dan ketersedian barang kebutuhan pokok untuk kaltim yang memiliki kertagantungan terhadap kondisi daerah produsen dan sistem distribusi.

Menurut Yadi Robyan Noor, sebagian besar kebutuhan pokok disuplai dari kepulauan Sulawesi dan Jawa.

”Rata rata harga Beras Medium Rp. 11.201 lebih besar 4,6% dari harga nasional Rp. 10.676, Cabe Merah Rawit Rp. 76.842 lebih rendah -8,77 persen dari harga nasional Rp. 83.854 dan Daging Sapi Rp. 126.729 lebih tinggi 3,6% dari harga nasional Rp. 122.106,” ujar Yadi Robyan Noor saat mengikuti Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Barang Kebutuhan Pokok menjelang bulan Puasa dan Lebaran Tahun 2021 secara virtual, oleh Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Senin 8 Maret 2021.

Yadi Robyan Noor menambahkan, Pemprov Kaltim berupaya konkret dengan melaksanakan Pasar Murah saat Ramadhan di 10 Daerah di pinggiran Kota Di Kaltim, memantau perkembangan harga melalui aplikasi sistem informasi perdagangan yang telah terintegrasi di seluruh Kab/Kota di Kaltim.

Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, Dirjen PDN Syailendra, Kepala Dinas yang membidangi Perdagangan di seluruh Provinsi di Indonesia, Asosiasi Pedagang dan Stakeholder terkait

Muhammad Lutfi menerangkan, yang perlu menjadi perhatian adalah perlunya kerjasama antar Provinsi. BPS merilis bahwa hasil panen tahun 2021 akan lebih baik daripada tahun kemarin. Ada 31,33 juta ton akan tersedia namun iron stok pada Bulog diminta untuk menambah pasokan beras agar bulan puasa nanti terpenuhi.

Baca juga:  Harga Kedelai dan Cabai di Kaltim Terkendali

Stok gula juga akan dipastikan memenuhi terutama di Indonesia bagian timur.

Terkait Daging Sapi 52% impor dari Australia dan kondisi terkini di sana Sapi langka karena masif terjadi kebakaran hutan pada tahun 2019-2020 sehingga pasokan untuk Indonesia sedikit menurun.

Tak hanya itu, dari laporan Dirjen PDN menyebutkan harga rata-rata gula Rp13 ribu dari HET nasional yakni Rp12.500 atau naik Rp500. Provinsi Maluku, Sulawesi, Aceh, Sumbar, Kaltara dan Papua rata rata wilayah timur harga Gula diatas Rp. 13.000 dari pantauan monitoring Kemendag RI.

Muhammad Lutfi menyebutkan hal tersebut tidak wajar karena pihaknya telah meminta BUMN untuk mempunyai iron stok untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga harga tetap berada di HET. Tak hanya itu, diminta agar asosiasi agar bisa memantau lagi harga dipasaran dan pastikan pasokan terpenuhi.

Muhammad Lutfi juga meminta agar Pemerintah Daerah juga memastikan bulan puasa ini harga gula di HET yakni Rp12.500.

”Ini akan menjadi ujian untuk kita semua dan disini kita harus sinergi. Forum ini kita harus diskusi untuk memecahkan permasalahan tersebut dan kerjasama yang baik agar bulan puasa tahun ini lebih khusyuk,” ujar Muhammad Lutfi. (*)