Wali Kota Andi Harun Harap Pasar Murah Samarinda Bermanfaat Bagi Warga Berpenghasilan Rendah

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau pasar murah Dinas Pedagangan di Jalan Ir. H. Juanda, Kamis 7 April 2022. (Foto: Pia)

KLIKSAMARINDA Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membuka Pasar Murah Kamis 7 April 2022. Pasar murah ini digelar Dinas Perdagangan di Jalan Ir. H. Juanda Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Pasar murah ini menjual kebutuhan pokok yang lebih murah dari pasaran. Wali Kota Andi Harun menyatakan, pasar murah ini untuk membantu masyarakat Samarinda di tengah kondisi Ramadan dengan harga lebih efektif.

“Kegiatan yang kita laksanakan secara berkala ini setiap bulan Ramadan atau di setiap momentum ada perayaan perayaan keagamaan nasional di Ramadan Idulfitri. Pasti ada kebutuhan yang makin besar sehingga biasanya berpengaruh pada harga dan untuk mengurangi gejolak harga, kita turun melaksanakan pasar murah,” ujar Wali Kota Andi harun

Menurut Wali Kota Andi Harun, pasar murah ini membantu masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Tak hanya para pembeli yang bisa menerima manfaat dari pasar murah ini, pun yang berbelanja dan berpenghasilan rendah bisa benar-benar merasakan manfaat pasar murah ini.

Harga dalam pasar murah Disdag Samarinda iini berbeda dengan harga pasar pada umumnya. Minimal harga produk yang dijual 10% lebih murah daripada di gerai-gerai, toko-toko, pasar swalayan atau pasar modern.

Di dalam pasar murah ini juga terdapat perusahaan retail besar, seperti Indomaret, Alfamidi, Indogrosir, dan Lotte Mart. Retail ini menjual produk kebutuhan bahan pokok dengan harga 10% yg di jual lebih murah dari harga normal.

Produkl yang dijual antara lain bawang putih yang di pasaran di jual dengan harga Rp24.000 di pasar murah di jual diharga sekitar Rp20.000. Kemudian produk minyak goreng sekitar yang dijual seharga Rp30.000.

“Kita terus kawal. Kita terus memonitor dan melakukan intervensi di setiap ada gejolak harga sehingga sampai saat ini dan insyaallah ke depan, inflasi kita akan baik-baik saja. Ada 12 komoditi yang kemungkinan susah dan langka, bisa berkurang.” ujar Wali Kota Andi Harun

Wali Kota Andi Harun juga menegaskan Pemkot Samarinda akan mengiventarisasi produk-produk yang masuk ke Kota Samarinda. Pasalnya, Samarinda masih merupakan wilayah penerima pasokan produk dari luar yang memiliki risiko ketergantungan bahan pokok, khususnya minyak goreng.

“Tapi kita memiliki semua informasi masuknya. Siapa pedagangnya, siapa distribusinya dan ke mana. Kita terus pantau keadaan harga agar tetap bisa semaksimal mungkin. Kadang-kadang untuk masyarakat bawah bisa diperoleh dan tidak. Tapi tidak perlu khawatir kehabisan. Akan datang secara bertahap karena kontrak kita dengan pihak produsen kita salurkan dengan harga Rp14.000.” ujar Wali Kota Andi harun. (Pia-01/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status