Rabu, 3 Maret 2021 07:34:20

Kaltim Matangkan Investasi Tiongkok Setelah Gagal dengan Rusia

KLIKSAMARINDA – Negara Tiongkok melalui perusahaan China Railway Liuyuan Group (CRLG) berniat melakukan investasi di Kalimantan Timur atau Kaltim. Investasi tersebut berkaitan dengan pembangunan jalur kereta api lintas Kaltim. Rencana ini naik ke permukaan setelah investor dari Rusia gagal melanjutkan investasinya dalam proyek serupa.

Menurut Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), proyek kereta api di Kalimantan Timur ini awalnya termasuk dalam proyek priotitas. Lembaga yang menaungi sejumlah kementerian untuk melakukan terobosan jika suatu proyek infrastruktur macet.

Dalam situsnya pada Juli 2020 lalu, KPPIP menyebutkan proyek kereta Kalimantan Timur ini membutuhkan investasi RP53,3 triliun. Dana ini untuk membangun lintasan rel sejauh 203 kilometer.

Namun, kini investor Tiongkok bukan pembangunan jalur kereta api semata. Tiongkok juga akan melakukan investasi dalam bidang infrastruktur di Kaltim.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tengah mematangkan rencana kerja sama luar negeri dengan CRLG. Satu tahapan demi persiapan investasi Tiongkok itu adalah meminta fasilitasi kerja sama luar negeri ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tujuannya, menurut Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim Abu Helmi, agar proses kerja sama sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Ini harus kita lakukan, karena sebagian pembangunan infrastruktur Kaltim masuk dalam rencana strategis nasional (renstranas) yang merupakan kewenangan pusat,” ujar Abu Helmi usai menghadiri virtual zoom meeting dengan pejabat Kemendagri membahas rencana kerja sama Pemprov Kaltim dengan CRLG di Ruang Heart of Borneo, Rabu 23 Desember 2020.

Menurut Abu Helmi, rencana investasi dari perusahaan yang menempati posisi ke-56 Top 500 perusahaan dunia tahun 2019 itu harus disiapkan secara matang. Pasalnya, perusahaan China itu telah bersiap dengan dana investasi yang sangat besar, bukan hanya pembangunan moda transportasi kereta api, tapi infrastruktur lainnya.

Masuknya investasi Tiongkok ke Kaltim itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita masih menunggu pola investasi mereka yang bagaimana. Apakah seluruhnya dari mereka, atau ada pendampingan APBN atau APBD untuk proyek-proyek yang akan mereka kerjakan,” ujar Abu Helmi.

Oleh sebab itu, Kaltim meminta arahan pusat agar model Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang disiapkan nantinya merupakan yang terbaik dan menguntungkan bagi Kaltim. Kerja sama dengan CRLG ini dinilai cukup strategis untuk mendukung rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

Hadir mendampingi dalam rapat virtual tersebut, Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim EA Rafidin Rizal dan Karo Humas Setda Provinsi Kaltim HM Syafranuddin. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Terima kasih telah membaca kliksamarinda.com