Ikut Lomba Desa Wisata Kaltim 2025, Polnes Bekali Desa Wisata Sumber Sari Kukar

KLIKSAMARINDA, KUKAR – Upaya menyokong pengembangan pariwisata berbasis komunitas, terus dilakukan Politeknik egeri Samarinda (Polnes). Melalui Tim Pendampingan yang dipimpin M. Fauzan Noor, SE.Par., M.Par., mereka kembali melaksanakan program pendampingan di Desa Wisata Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Katanya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Polnes untuk memberdayakan desa wisata melalui pendekatan multidisiplin. Pun meliputi identifikasi potensi dan perancangan konsep event yang kreatif serta berkelanjutan.
“Polnes akan terus mendampingi Desa Wisata Sumber Sari dalam tiga hal. Pertama, peningkatan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia, Red.) melalui pelatihan kepariwisataan. Kedua, pemanfaatan teknologi untuk pemasaran digital destinasi. Ketiga, penguatan jejaring dengan pemangku kepentingan. Termasuk sektor swasta dan media,” kata M. Fauzan Noor, SE.Par., M.Par.
Dia berharap, dengan pendekatan kolaboratif ini, Desa Wisata Sumber Sari diharapkan tidak hanya sukses dalam Lomba Desa Wisata Kalimantan Timur (Kaltim) 2025, tetapi juga tumbuh sebagai destinasi wisata yang mandiri dan berkelanjutan. “Polnes akan terus mendukung inovasi dan pengembangan desa wisata melalui pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas M. Fauzan Noor, SE.Par., M.Par.
Selain itu, fokus pendampingan kali ini dimulai dari identifikasi potensi hingga penyusunan konsep. Materi pelatihan dibawakan oleh Sabalius Uhai, S.ST.Par., M.Par., dosen Program Studi (Prodi) Diploma 4 (D4) Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Jurusan Pariwisata, Polnes.
“Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats, Red.) penting untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam pengembangan Desa Sumber Sari sebagai destinasi wisata unggulan,” ucapnya, saat memberikan paparan.
Sabalius Uhai, S.ST.Par., M.Par., juga mengungkap sejumlah potensi yang bisa dieksplorasi. Seperti alam, dimana keindahan lanskap pedesaan yang asri cocok untuk wisata ekologis. Lalu budaya, dimana kekayaan tradisi lokal dapat dikemas dalam pertunjukan seni dan workshop budaya.
“Untuk kuliner, makanan khas daerah yang berpotensi menjadi daya tarik wisata gastronomi. Terakhir adalah edukasi. Yakni aktivitas seperti wisata pertanian dan kerajinan tangan yang mendukung wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism, Red.).,” ucapnya.
Selain itu, peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Arum juga diajak untuk mempelajari perancangan konsep event menggunakan pendekatan Design Thinking. Metode ini menekankan pada solusi inovatif yang berpusat pada kebutuhan pengunjung.
“Tekniknya seperti Brainstorming dan Mind Mapping untuk menciptakan ide-ide segar. ATM (Amati, Tiru, Modifikasi, Red.) sebagai strategi pengembangan kegiatan wisata. Lalu penyusunan RAV (Rencana Anggaran Biaya, Red.), pemilihan mitra kerja (vendor, Red.), dan pembentukan tim pelaksana,” urainya.
KOLABORASI LINTAS BIDANG DAN SOKONGAN PEMKAB KUKAR
Kerjasama Polnes dengan Desa Wisata Sumber Sari sejatinya telah berlangsung sejak 2021. Dimulai dengan penyusunan Master Plan Desa Wisata hingga pendampingan melalui Hibah Nasional Program Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Pengembangan Kewilayahan 2022.
Program ini melibatkan dosen dari pelbagai disiplin ilmu. Seperti Administrasi Bisnis, Teknik Informatika, dan Desain Produk. Hal itu dilakukan untuk memberikan solusi komprehensif dalam pengembangan desa wisata.
Kehadiran perwakilan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dalam kegiatan ini semakin memperkuat sinergi atara akademisi, komunitas, dan pemerintah.
Airin, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Bidang Destinasi, Dispar Kukar, menyampaikan apresiasinya atas upaya Polnes dan Pokdarwis. Ia juga mendorong Pokdarwis untuk segera melengkapi berkas administrasi guna memenuhi persyaratan lomba.
“Desa Sumber Sari terpilih sebagai perwakilan Kukar dalam Lomba Desa Wisata Kaltim 2025. Kami berharap desa ini dapat masuk dalam 5 besar dan siap untuk tahap visitasi oleh tim juri,” ungkapnya.
Sebagai desa binaan Polnes, Desa Wisata Sumber Sari memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat provinsi. Ketua Pokdarwis Dewi Arum, Dedi, menyatakan kesiapan timnya untuk mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki.
“Kami akan fokus pada pengembangan event-event kreatif yang memadukan alam, budaya, dan kearifan local. Seperti festival panen, lomba masak tradisional, serta kegiatan edukatif untuk pengunjung,” tukasnya.(ks)



