Digitalisasi Kaltim Meningkat, Indeks SPBE Tembus 3,79

KLIKSAMARINDA – Wakil Gubernur (Wagub), Seno Aji, menyatakan bahwa transformasi digital di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan hasil konkret dan bukan sebatas jargon.
Wagub Seno Aji menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim telah menerapkan sistem digital di berbagai layanan publik.
Menurutnya, semua surat-menyurat sudah melalui aplikasi Srikandi, sehingga paperless atau tanpa kertas. Selain itu, perizinan berjalan lewat OSS (Online Single Submission).
“Masyarakat cukup memantau online, tanpa membawa berkas ke kantor,” jelasnya di Ruang Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim saat menerima Perwira Siswa (Pasis) PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-34 Gelombang 2 Tahun 2025, Rabu 10 September 2025.
Agenda diskusi interaktif tersebut dipandu Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Arih Frananta Filifus (AFF) Sembiring.
Pernyataan Wagub Seno Aji itu menanggapi salah satu penanya, Kolonel POM Moendi Noegroho, yang menyoroti implementasi nyata transformasi digital di Kaltim serta kesiapan ASN menghadapi percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menambahkan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kepemimpinan.
Karena itu, Pemprov Kaltim mendorong pejabat struktural mengikuti program Digital Leadership Academy (DLA).
“Kalau pimpinannya tidak punya mindset digital, SPBE bisa mandek. Kami bahkan bekerja sama dengan Tsinghua University Tiongkok untuk kursus DLA bagi pejabat daerah,” ujarnya.
Faisal juga menekankan pentingnya literasi digital agar percepatan teknologi tidak disalahgunakan. “Jangan sampai jaringan 5G hanya dipakai untuk judi online atau hal negatif. Karena itu, kami rutin sosialisasi literasi digital berbasis empat pilar: skill, etika, budaya, dan keamanan,” tegasnya.
Upaya tersebut berbuah capaian signifikan. Indeks SPBE Kaltim naik dari 2,9 menjadi 3,79 dan ditargetkan mencapai 4 tahun ini.
Indeks Literasi Digital Kaltim menempati peringkat tiga nasional, sementara IKIP juga masuk jajaran tiga besar.
Selain itu, Pemprov Kaltim meraih Peringkat II Nasional Monev Keterbukaan Informasi Publik 2024, serta konsisten masuk lima besar Indeks Demokrasi nasional.
Faisal menegaskan, transformasi digital di Kaltim sejalan dengan penguatan demokrasi, transparansi, dan daya saing daerah. (Adv/Diskominfo Kaltim)




