Clicky

Camat Tenggarong Kukar Jadi Korban Kekerasan

KLIKSAMARINDA – Camat Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Arfan Boma, mengalami penganiayaan Minggu, 9 Mei 2021. Peristiwa itu terjadi ketika Arfan Boma berupaya mengusir para pekerja yang menggunakan alat berat dan melakukan galian pengupasan lahan.

Aparat Sipil Negara ini mengalami tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh operator alat berat karena membongkar tanah serta merusak lingkungan warga di RT 17, Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong.

Melalui video berdurasi 54 detik, tampak Arfan Boma memerintahkan kepada sejumlah orang yang membongkar tanah di wilayahnya untuk segera menghentikan kegiatan mereka serta angkat kaki dari wilayah tersebut.

“Keluar, kalian jalan kaki saya nggak peduli. Kalian masuk sini nggak ada ngomong,” ujar Arfan Boma dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Arfan Boma kemudian tampak berteriak karena aktivitas pembongkaran dan pengupasan lahan itu turut merusak mata pencaharian petani di sekitar tempat tersebut.

”Rusak tanah ini. Orang pakai bekebun, pakai mencari nafkah, kalian obrak-abrik. Rusak tanah ini,” ujar Arfan Boma.

Kini Arfan Boma telah melaporkan dan menjalani pemeriksaan polisi. Pada kening Arfa Boma, tampak luka memar, seperti yang tampak pada foto yang beredar.

Camat Tenggarong, Arfan Boma

Aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim menilai peristiwa itu menunjukkan jika negara tidak hadir dalam perlindungan warga dan lingkungan hidup.

”Aparat hukum tidak hadir disaat rakyat membutuhkan perlindungan dan keselamatan. Terlihat sekali di video tersebut tidak ada jajaran kepolisian bahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut serta bersama Arfan Boma dalam menghentikan dan mengusir aksi mafia tambang tersebut,” ujar dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, melalui keterangan tertulis, Senin 10 Mei 2021. (*)

DMCA.com Protection Status