Arahan Terbaru Wawali Samarinda Untuk Pengendalian Inflasi

Rapat Koordinasi (Rakor) Triwulan IV Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda. Rakor ini berlangsung di Ruang Mangkupelas Balai Kota, Kamis 3 Februari 2022 siang.

KLIKSAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi memberikan sejumlah arahan dalam rangka pengendalian inflasi kota. Arahan Wawali Rusmadi berkaitan dengan pelaksanaan sejumlah program pengendalian inflasi di tahun 2021 lalu.

Arahan disampaikan Kamis, 3 Februari 2022 dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Triwulan IV Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda. Rakor ini berlangsung di Ruang Mangkupelas Balai Kota, Kamis 3 Februari 2022 siang.

Menurut Wawali Rusmadi, gelaran Rakor TPID ini merupakan ajang evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pengendalian inflasi daerah di Samarinda sepanjang 2021 lalu.

Selain itu, Wawali Rusmadi menyatakan bahwa perlu langkah awal untuk pengendalian inflasi di tahun 2022.

“Tujuannya agar inflasi dapat terus terjaga dan ekonomi Kota Samarinda bisa tumbuh berkualitas sesuai dengan apa yang diharapkan,” ujar Wawali Rusmadi di hadapan perwakilan OPD Pemkot Samarinda dan perwakilan lembaga vertikal lainnya yang hadir.

Menurut Wawali Rusmadi, saat ini Kota Samarinda juga daerah-daerah lainnya tengah berhadapan dengan persoalan yang sulit dalam sektor ekonomi.

Antara lain adanya penyesuaian harga minyak goreng yang berlaku secara nasional.

Wawali Rusmadi mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan harga acuan di angka Rp11 ribu per liter.

Harga itu berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan. Namun kenyataan di lapangan saat ini, menurut Rusmadi, harga minyak goreng bisa berada di atas Rp20 ribu per liter.

“Memang rasanya tahun ini dalam sejarah harga minyak goreng Indonesia, ini yang melampaui daripada harga yang ditentukan Pemerintah,” ujar Wawali Rusmadi.

Wawali Rusmadi menambahkan, situasi tersebut telah terpantau sejak Oktober-November 2021 lalu.

Selain harga minyak goreng, komoditas lain yang memerlukan perhatian adalah harga cabai. Tetapi Wawali Rusmadi bersyukur karena saat ini harga cabai turun dari Rp100 ribu menjadi sekitar Rp60 ribu.

Wawali Rusmadi juga menyampaikan bahwa pembahsan inflasi bukan hanya berkaitan dengan pengendalian harga. Ada hal lain, menurut Wawali Rusmadi yang juga penting untuk diperhaatian.

“Bicara soal inflasi tidak hanya bicara pengendalian harga. Tetapi juga bicara tentang upaya penguatan terutama pada sektor ekonomi rakyat. Dalam hal ini UMKM,” ujar Wawali Rusmadi.

Karena itu, menurut Wawali Rusmadi, perlu dilakukan upaya untuk mendorong penguatan UMKM. Satu di antaranya dengan melakukan pembangunan infrastruktur.

Termasuk di antaranya pembangunan irigasi selain realisasi program-program yang terkait dengan penguatan petani dan nelayan juga perlu dilakukan.

Rakor ini juga membahas roadmap pengendalian inflasi kota Samarinda. (Pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status