Warta

Wali Kota Andi Harun Soroti Tantangan Fiskal dan Pembangunan Berkelanjutan di HUT Samarinda 2026

KLIKSAMARINDAWali Kota Samarinda Andi Harun menghadiri Sidang Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan I Tahun 2026 dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Samarinda ke-358 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota Samarinda ke-66, Rabu malam 21 Januari 2026. Sidang yang digelar di Gedung DPRD Kota Samarinda itu mengusung tema “Solid Hadapi Tantangan, Maju Berkelanjutan.”

Dalam sambutan saat paripurna HUT Samarinda 2026 ini, Andi Harun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menengok kembali perjalanan panjang Samarinda, dari sebuah kampung besar yang bertumbuh berkat kekayaan sumber daya alam hingga menjelma menjadi kota modern yang dinamis dan berbudaya.

“Lebih dari setengah abad lalu, Samarinda hanyalah kampung besar yang tumbuh dengan kekuatan emas hijau dan emas hitam. Kini, Samarinda berdiri sebagai kota modern yang harmonis, dinamis, serta kaya budaya dan sejarah,” ujar Andi Harun.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perjalanan pembangunan tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan seperti deforestasi, polusi, tekanan terhadap sumber daya alam, hingga kebijakan fiskal nasional menjadi isu yang harus dihadapi secara bijak oleh pemerintah daerah.

Ia menyinggung pengesahan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Kebijakan Fiskal Nasional yang mengatur sinergi keuangan pusat dan daerah, pembiayaan utang daerah, Dana Abadi Daerah, serta kolaborasi pendanaan. Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran perlu diterapkan secara cermat agar tidak berdampak negatif terhadap perekonomian daerah.

“Pemangkasan anggaran yang tidak tepat sasaran berpotensi menekan daya beli masyarakat dan menghambat investasi. Namun jika dilakukan secara strategis, efisiensi justru dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat fundamental ekonomi daerah,” jelasnya.

Andi Harun menggambarkan pembangunan Samarinda layaknya pesawat bermesin ganda, dengan sektor publik dan sektor swasta sebagai dua penggerak utama.

Sektor publik berperan dalam penetapan arah kebijakan, penyediaan infrastruktur dasar, reformasi birokrasi, hingga menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan. Sementara sektor swasta mencakup peran industri, UMKM, BUMN, investasi, perdagangan, dan jasa.

Ia juga menyampaikan bahwa perekonomian Samarinda pada 2025 tetap tumbuh sejalan dengan stabilisasi nasional, meski menghadapi tantangan global dan pemotongan Dana Bagi Hasil dalam APBN. Sektor jasa menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,62 persen, disertai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 83,53.

Selain capaian ekonomi, Pemerintah Kota Samarinda juga meraih berbagai apresiasi nasional, di antaranya Status Kinerja Tinggi dari Kemendagri, opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI, Kota Layak Anak kategori Nindya, hingga Tropi Abyakta pada Anugerah Kebudayaan PWI 2026.

“Di usia 358 tahun Kota Samarinda dan 66 tahun Pemerintah Kota Samarinda, mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Harpiah AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *