Polisi Selidiki Insiden Semburan Api di SPBU Samarinda Seberang

SPBU

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli meninjau olah TKP di SPBU Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang oleh Tim Inafis, Jumat 5 Agustus 2022 (Foto: Dok)

KLIKSAMARINDA – Polresta Samarinda menurunkan Tim Inafis untuk menyelidiki insiden semburan api dari tanki pendam bahan bakar minyak pertalite di SPBU Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.

Tim Inafis melakukan olah TKP SPBU Jumat, 5 Agustus 2022 kemarin. Selain itu Polresta Samarinda juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Di lokasi, penyidik Inafis Polresta Samarinda mengumpulkan sejumlah bukti. Termasuk sebuah mesin blower yang berada di lokasi ledakan.

Akibat semburan dan ledakan di tangki SPBU, dua pekerja kontrak bernama Didha Dony Damara (20) dan Suwarno (51) warga balikpapan, mengalami luka bakar. Kini keduanya menjalani perawatan medis di RS IA Moeis Samarinda Seberang.

Keduanya merupakan karyawan yang bernaung di PT Sindo Sdi Pratama yang melakukan kalibrasi.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, turun langsung ke lokasi SPBU. Menurut Kombes Pol Ary Fadli, ada suara ledakan diiringi semburan api dan hawa panas dari dalam tangki pendam.

Akibatnya, dua orang menjadi korban yang saat itu sedang melakukan pekerjaan di sekitar tangki pendam.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu petang, 3 Agustus 2022. Saat itu dua pekerja sudah akan menyelesaikan pekerjaan dan bersiap untuk beristirahat.

Namun saat mengumpulkan barang-barang, tiba-tiba dari dalam lubang keluar api dan gas. Insiden itu terjadi sangat cepat dan tidak menyebabkan kebakaran.

Polisi telah memeriksa seorang saksi di lokasi kejadian. Dua orang saksi laiinya, yaitu korban hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan.

“Untuk memastikan kembali kronologis peristiwa dan langkah-langkah apa yang harus kita ambil atau dari penyidik ambil untuk menindaklanjuti adanya insiden kecelakaan yang kemarin terjadi di SPBU ini. Nanti apakah dari keterangan yang kita minta kepada para saksi. Harapannya hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Kombes Pol Ary Fadli saat ditemui di lokasi.

Pihak kepolisian juga akan memeriksa sertifikasi du orang pekerja yang mengerjakan kalibrasi dan mengalami luka akibat insiden tersebut.

Menurut Kombes Pol Ary Fadli, dua korban tersebut bukan pekerja dari SPBU. Keduanya merupakan pekerja pihak ketiga atau vendor yang melakukan kalibrasi.
“Nanti akan kami cek pihak ketiga ini apakah ada kompetensinya dalam melakukan kalibrasi ini. Kalau memang benar ada (kompetensi/sertifikasi), kan seharusnya tidak ada insiden seperti ini,” ujar Kombes Pol Ary Fadli.

Manager SPBU Bung Tomo, Fahrul, mengaku kalibrasi cleaning atau pembersihan baru kali ini dilakukan. Tangki pendam ini belum pernah dibersihkan sejak 20 tahun sejak SPBU itu beroperasi.

Menurut Fahrul, tangki pendam (bunker) bbm jenis pertalite ini memiliki kapasitas sekitar 30 kiloliter.

Alasan kalibrasi tangki pendam dilakukan karena tidak akuratnya data stok minyak di SPBU tersebut.

Pasalnya, imbuh Fahrul, setiap bulan terjadi penyusutan. Pihaknya pun melakukan penelusuran apa yang menjadi penyebabnya.

“Jadi, pada waktu itu sebenarnya sudah di-cleaning, sudah dianalisa bunyi. Ternyata yang terakhir sudah dipakai blower untuk menghilangkan hawa bawah. Rupanya pada waktu si anak mencabut colokan itu, ada percikan api karena ada strum blower. Rupaya kena gas buang. Hanya itu. Cuma beberapa detik langsung hilang. Kalau (menurut) saya, ini kecelakaan kerja,” ujar Fahrul.

Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak manajemen SPBU telah mengajukan penghentian sementara pengiriman BBM jenis pertalite ke SPBU Bung Tomo. Pengiriman bbm jenis pertalite akan kembali dilakukan hingga persoalan ini selesai. (Suriyatman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status