Polisi Tangkap Ismail dan Pemodal Bisnis Tambang Batubara Ilegal di Samarinda

ismail

KLIKSAMARINDA – Aparat kepolisian dari Satuan Unit Tindak Pidana Tertentu Satuan Reskrim Polresta Samarinda membongkar kegiatan pertambangan ilegal di Jalan Ambalut, kawasan Muang Dalam, Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Aparat kepolisian menangkap delapan orang pelaku tambang ilegal tersebut, Sabtu 19 November 2022 lalu, sekitar pukul 23.00 WITA.

Polisi juga menyita dua unit alat berat, 700 ton batubara yang masih berada di area tambang dan mengeluarkan asap, dan tangki bbm yang sudah dikosongkan.

Kedelapan orang pelaku yang diamankan tersebut yang seluruhnya merupakan pekerja. Namun polisi berhasil menyusutkan menjadi dua orang yang dinilai bertanggung jawab atas tidakan ilegal mining tersebut.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan dua orang yang sudah ditangkap itu dianggap bertanggung jawab atas ilegal mining di Muang Dalam. Mereka adalah Jumain sebagai pemodal dan Ismail selaku penambang ilegal.

Menurut Kombes Pol Ary Fadli, aparat polisi menangkap Ismail di lokasi tambang ilegal.

Ismail yang merupakan warga Lempake itu tak sendiri. Bersamanya juga ditangkap para pekerja tambang atau operator alat berat. Mereka mendapatkan uang jasa dari Ismail sebesar Rp4000 per ton batubara.

Pemilik lahan juga dibayar oleh Ismail. Dia dibayar sebesar Rp30 juta.

Seluruh dana yang dikeluarkan Ismail merupakan uang yang diberikan oleh Jumain selaku pemodal dalam kegiatan pertambangan ilegal tersebut.

Polisi menangkap Jumain pada Minggu 20 November 2022 pukul 18.30 WITA di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Jumain diketahui saat itu hendak berangkat ke Jakarta.

Jumain sendiri merupakan mantan ketua RT di Desa Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Polisi menduga Jumain merupakan pemain lama dalam bisnis batubara ilegal.

“Mereka mencari wilayah kemudian mencari lahan. Setelah itu, menyewa lahan dan melakukan penambangan tidak disertai dengan izin. Ada beberapa yang sudah jadi LP. Ditangani dalam penyelidikan ada. Ada yang sudah jadi LP penyidikan juga ada. Tidak semuanya, ada yang dilidik, disidik, ada yang sudah naik lidik,” ujar Kombes Pol Ary Fadli, Senin sore, 28 November 2022.

Akibat perbuatannya, Jumain dan Ismail dijerat dengan pasal 158 Undang Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo pasal 55. (Suriyatman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status