Kakek di Samarinda Ditemukan Meninggal di Atap Rumah Diduga Terkena Arus Listrik

Ilustrasi

KLIKSAMARINDA – Seorang pria berusia 69 tahun bernama Amir Beta ditemukan meninggal dunia, Selasa malam, 29 November 2022. Tubuhnya terbujur kaku di atap rumahnya.

Amir Beta merupakan warga Perum Temindung Indah Indovice, Blok F18, RT 68, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Petugas gabungan dari Tim Inafis Polresta Samarinda, PMI, dan relawan ekstra hati-hati saat menurunkan jenazah Amir Beta dari atap rumahnya.

Sebelumnya, warga sekitar menaruh curiga karena tidak melihat Amir Beta pada Selasa malam di rumahnya.

Kecurigaan warga itu muncul lantaran Amir Beta dikenal aktif berinteraksi dengan warga di lingkungan sekitar.

Warga kemudian mencari Amir Beta di sekitar rumahnya. Kecurigaan warga menguat ketika melihat tangga yang berada di samping rumah korban.

Setelah mengecek, warga menemukan Amir Beta berada di atap rumah. Warga saat itu melihat posisi Amir Beta dalam keadaan terkelungkup tidak bergerak.

Seorang warga tetangga Amir Beta, Wawan, mengatakan penemuan korban meninggal di atap rumah mengejutkan warga sekitar.

Warga lalu melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan PLN. Warga menduga korban meninggal akibat tersengat listrik.

“Dari siang terus sudah sore turun dulu karena kakinya luka. Diduga naik lagi sore, sekitar jam 5 dan setelah itu saya gak tau. Setelah masuk, anak-anak memanggil, Pak Haji ada di atas. Kemudian saya naik ke atas dan melihat kondisi korban sudah terkelungkup. Tangan masih pegang perkakas buat beneri genteng. Saya tidak pegang karena takut kesetrum karena listrik masih nyala semua,” ujar Wawan.

Sementara itu, menurut keterangan petugas PMI Kota Samarinda, Budi, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Budi bersama sejumlah relawan melakukan pemeriksaan awal dan evakuasi jenazah korban.

Untuk penyebab kematiannya, Budi mengaku belum mengetahuinya apakah terkena aliran listrik atau akibat penyakit jantung yang dideritanya.

“Penyebabnya kita tidak tahu. Yang jelas, kita datangi tadi sudah tidak ada respon dari yang bersangkutan. Kita memeriksanya, tidak ada respon,” ujar Budi.

Jenazah Amir Beta dievakuasi di RSUD AW Syahranie Samarinda menggunakan mobil ambulance milik PMI Samarinda. Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, jenazah Amir Beta akan diautopsi.

Kasus kematian Amir Beta di atap rumah juga mendapat perhatian pihak kepolisian.

Tim Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan penyelidikan. Aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi. (Sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status