Warta

Hadi Mulyadi dan Syaharie Jaang Berbagi Pendidikan Politik di Samarinda

KLIKSAMARINDA – Hadi Mulyadi dan Syaharie Jaang hadir dan berbagi pendidikan politik dalam agenda Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda di Gedung Bapperida, Jalan Dahlia, Rabu 27 Agustus 2025.

Keduanya menjadi pembicara politik dalam agenda Sosialisasi Pendidikan Politik dengan tema “Partisipasi Warga Negara dalam Proses Politik Meningkatkan Kualitas Demokrasi”.

Kedua tokoh ini memiliki rekam jejak panjang dalam kancah politik politik Kalimantan Timur. Syaharie Jaang dikenal sebagai Wali Kota Samarinda dua periode. Sementara Hadi Mulyadi merupakan mantan Wakil Gubernur Kaltim.

Mendampingi keduanya hadir akademisi Ilmu Politik Universitas Mulawarman, Dr. Jauhar.

Diskusi yang dikemas santai tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan seniman hingga pengurus paguyuban lintas suku di Kota Tepian.

Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri, membuka acara dengan menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara.

Menurutnya, pendidikan politik merupakan kunci meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam proses politik.

“Baik Pak Jaang maupun Pak Hadi, mereka berdua ini adalah senior dan mentor politik bagi saya. Jadi kalau beliau sudah hadir di sini untuk menyampaikan ilmunya harus kita amati dan harus kita jalankan,” pesan Wawali.

Ia menambahkan, Pemkot Samarinda berkomitmen meningkatkan kualitas demokrasi melalui program pendidikan politik yang konsisten digelar Kesbangpol.

“Karena lewat pendidikan politik kita bisa belajar untuk membedakan mana berita asli sama palsu terkait isu-isu politik. Dengan belajar kita juga harus mampu menyaring isu-isu yang baik supaya kota ini tetap kondusif dan aman,” jelasnya.

Dalam paparannya, Syaharie Jaang menekankan pentingnya memahami proses politik yang melahirkan undang-undang maupun peraturan daerah.

“Secara keseluruhan, proses perundangan dan peraturan merupakan cerminan dari sistem demokrasi. Legislatif mewakili aspirasi rakyat dan eksekutif bertindak sebagai perwujudan kebijakan negara, sehingga tercipta hukum yang dapat memberikan arah dan mengatur kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Hadi Mulyadi menyampaikan perspektif politik dari sudut pandang Islam. Ia mencontohkan kisah Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Mekah ke Madinah.

“Di sana baginda Rasul mulai mengatur tata kelola bermasyarakat dari masalah kepedulian, kesejahteraan, keadilan, musyawarah, kedamaian hingga masalah silaturahmi,” jelas Hadi.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Samarinda berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat, demokrasi lokal makin berkualitas, dan iklim politik di Samarinda tetap kondusif. (*)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker