Gedung Baru SMP Negeri 5 Samarinda Lebih Representatif, Wali Kota Harap Kualitas Pendidikan dan Lingkungan Lebih Baik

KLIKSAMARINDA – Pascamusibah kebakaran yang melanda SMP Negeri 5 Samarinda pada 19 Maret 2024 lalu, perjuangan panjang untuk kembali bangkit akhirnya membuahkan hasil.
Pemerintah Kota Samarinda melalui Wali Kota meresmikan gedung baru SMP Negeri 5 Samarinda setelah proses pembangunan bertahap selama dua tahun, 2024-2025, dengan total anggaran mencapai Rp33 miliar.
Kebakaran SMP Negeri 5 Samarinda di Jalan Ir. Juanda itu bukan hanya menghanguskan bangunan utama sekolah. Kebakaran juga berdampak pada perumahan guru di Jalan Wijaya Kusuma 5 yang lokasinya berdekatan.
Selama masa pemulihan, proses belajar mengajar bahkan sempat berlangsung di tenda darurat sebelum pemerintah menyediakan lokasi alternatif.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang meresmikan langsung gedung baru tersebut, menegaskan bahwa lamanya pembangunan bukan karena hambatan teknis. Keterlambatan terjadi lebih karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang harus dibagi ke banyak kebutuhan pembangunan daerah.
“Pembangunannya memakan waktu dua tahun karena APBD Samarinda itu banyak sekali yang mau kita laksanakan, tapi dananya terbatas. Sehingga kita memakai sistem pembangunan bertahap,” ungkap Andi Harun pada Selasa 25 November 2025.
Pembangunan tahap pertama yang dimulai pada 2024 menghabiskan anggaran Rp10 miliar. Berlanjut pada 2025, kebutuhan anggaran tambahan mencapai Rp23,5 miliar, yang terdiri dari Rp14,4 miliar Bantuan Keuangan (Bankeu) serta Rp8,5 miliar APBD Kota Samarinda.
Selain itu, Pemkot juga mengalokasikan Rp2 miliar untuk mebel dan alat peraga pendidikan.
Saat ini, pembangunan fisik gedung telah rampung seluruhnya, menyisakan pekerjaan kecil berupa penyelesaian area paving di pintu masuk.
“Tinggal Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menyelesaikan ini sampai sebelum 31 Desember. Anggarannya sudah ada di APBD Perubahan,” ujarnya.
Gedung baru SMP Negeri 5 Samarinda ini mampu menampung 789 siswa. Bangunan juga memiliki 28 ruang kelas, dua laboratorium, satu perpustakaan, satu ruang UKS, ruang kantor, 41 WC, enam bangunan dua lantai.
Wali Kota menegaskan bahwa kualitas sekolah ini ke depan harus sejalan dengan peningkatan fasilitas.
“Selain fisik bangunannya bertambah bagus, kita berharap sekolah ini menjadi bagian dari sekolah pertama yang beradaptasi terhadap teknologi pendidikan. Ini tantangan bagi kepala sekolah dan GTK,” tuturnya.
Tidak hanya melihat infrastruktur, Andi Harun juga menanggapi aspirasi siswa yang meminta keberadaan mushola, kantin, dan penambahan pohon rindang di kawasan sekolah.
Ia menyebut tiga permintaan itu sebagai wujud kepedulian siswa terhadap lingkungan belajar mereka.
“Ada satu permintaan yang menggugah hati, yaitu pohon. Pohon adalah refleksi dari siswa yang mencintai lingkungan. Termasuk mereduksi panas, dan itu sejalan dengan style saya kalau bikin gedung, saya minta pohonnya rindang,” ucapnya.
Ia berjanji seluruh permintaan untuk penataan tambahan SMP Negeri 5 Samarinda tersebut akan diakomodasi pada 2026, termasuk tambahan kawasan hijau yang menurutnya penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. (*)




