Provinsi Kaltim

BPSDM Kaltim Gelar Tiga Pelatihan Strategis untuk Reformasi ASN

KLIKSAMARINDA — Dalam upaya mewujudkan ASN Tangguh di Kalimantan Timur (Kaltim), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur (BPSDM Kaltim Corporate University/CorpU) menggelar tiga pelatihan strategis sekaligus. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Senin, 14 Juli 2025, di Aula Utama “Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami” BPSDM Kaltim.

Tiga pelatihan tersebut adalah Pelatihan Kaji Cepat Bencana, Pelatihan Pelayanan Publik Berbasis IT Angkatan I, serta Pelatihan Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Rangkaian pelatihan ini diikuti oleh ASN dari berbagai perangkat daerah lingkup provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, saat membuka acara menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan ini merupakan intervensi strategis untuk meningkatkan kompetensi ASN agar lebih adaptif terhadap dinamika zaman. ASN dituntut tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga tanggap terhadap perubahan sosial, lingkungan, dan teknologi.

Menurut Nina Dewi, ketiga pelatihan ini menjadi landasan penting untuk mencetak ASN yang cepat, tangguh, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik modern.

“Ketiga pelatihan ini merupakan bentuk intervensi strategis untuk meningkatkan kompetensi ASN agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, responsif, digital, dan berwawasan lingkungan,” ujar Nina Dewi.

Pelatihan kaji cepat bencana difokuskan pada penguatan kemampuan analisis dan respons awal saat menghadapi situasi darurat. Kalimantan Timur dinilai memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana, baik alam, non-alam, maupun sosial.

“Kemampuan ASN dan relawan dalam melakukan kaji cepat sangat penting untuk mempercepat pengambilan keputusan serta intervensi yang tepat saat terjadi bencana,” tegas Nina.

Pelatihan kaji cepat bencana diikuti 40 peserta, berlangsung pada 14–18 Juli 2025 dengan total 42 jam pelajaran. Narasumber berasal dari Pusdiklat BNPB, BPBD Kaltim, dan akademisi dari Universitas Mulawarman.

Sementara itu, pelatihan pelayanan publik berbasis IT diselenggarakan untuk mendorong percepatan digitalisasi dalam tata kelola pelayanan masyarakat. Sebanyak 30 ASN mengikuti pelatihan ini yang digelar pada 14–17 Juli 2025, dengan total 38 jam pelajaran.

Nina menjelaskan penggunaan teknologi informasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. ASN harus mampu memanfaatkannya untuk memberikan layanan yang lebih cepat, efisien, dan akuntabel.

“Pelatihan Pelayanan Publik Berbasis IT ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para peserta dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” jelas Kepala BPSDM Kaltim.

Narasumber berasal dari Diskominfo Provinsi Kaltim, Widyaiswara BPSDM, dan Ombudsman RI Perwakilan Kaltim. Materi mencakup digitalisasi layanan, etika pelayanan publik, serta simulasi pelayanan berbasis sistem informasi.

Pelatihan ketiga yaitu penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang ditujukan bagi ASN di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup provinsi dan kabupaten/kota. KLHS merupakan instrumen penting untuk memastikan aspek lingkungan telah diperhitungkan sejak tahap awal perencanaan kebijakan pembangunan.

Pelatihan KLHS berlangsung selama lima hari, 14–18 Juli 2025, dengan total peserta 30 orang dan 48 jam pelajaran. Narasumber berasal dari Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PSLH-SDA) Universitas Mulawarman serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim.

Nina Dewi berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sepenuh hati, bukan hanya secara fisik tetapi juga intelektual dan emosional.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi aktif dengan narasumber dan rekan sejawat. Pengalaman dan praktik baik dari daerah lain bisa menjadi inspirasi untuk kita semua,” pesan Nina.

Sebelumnya, Rina Kusharyanti, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF), menyampaikan bahwa seluruh pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dan telah dirancang sesuai kebutuhan terkini ASN.

Dengan pelatihan ini, Pemprov Kaltim melalui BPSDM menegaskan komitmennya untuk terus mencetak ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki ketangguhan menghadapi tantangan birokrasi digital dan krisis multidimensi. (Adv/DiskominfoKaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *